My Cold Husband Is Gentleman

My Cold Husband Is Gentleman
41. APA YANG SALAH?


__ADS_3

"Mbak Keylin yang tinggal di rumah yang gede itu ya? Kok baru keliatan sekarang"


Dalam hati Keylin mendengus kecil saat mendengar cibiran halus dari seorang ibu paruh baya yang saat ini tengah membeli sayuran.


"Ahh saya baru tinggal disini 5 bulan yang lalu. Kebetulan karena saya kerja, jadi saya jarang keluar rumah jika sudah pulang" jawab Keylin dengan wajah ramahnya.


"Owalah kerja toh. Pantes aja saya gak pernah liat Mbaknya" jawabnya yang membuat Keylin hanya tersenyum.


"Ngomong-ngomong, Mbaknya Istrinya si Mas-Mas ganteng itu ya? Yang suka keluar pakai mobil warna hitam"


Sejenak Keylin termangu. Otaknya berusaha memproses kata-kata yang di lontarkan wanita setengah paruh baya itu.


Ini hanya tebakanku saja kan?


"Ah iya Bu" tanpa ingin pikir panjang, Keylin buru-buru menjawab ibu tersebut.


"Wahh enaknya punya bojo ganteng. Mbaknya pasti betah ya"


Keylin tersenyum kikuk saat mendengarnya. Ah jadi benar dugaannya.


"Ini semuanya udah Mbak?" tanya seorang bapak yang bernotabe tukang sayur.


"Ah iya Pak. Hitung aja Pak"


Bapak tukang sayur itu pun mengiyakan permintaan Keylin.


"Semuanha jadi 200 ribu Mbak"


Keylin mengeluarkan uangnya lalu memberikannya kepada tukang sayur.


Setelah membayarnya Keylin langsung mengambil belanjaannya.


"Kalau begitu saya permisi. Duluan ya Bu" dengan sopan dirinya berpamitan kepada ibu-ibu yang beberapa saat dirinya ajak bicara.


"Ya, ya. Monggo Mbak" sahut ibu tersebut lalu Keylin bergegas pergi.


Di sepanjang perjalanan, Keylin masih mengingat-ingat ucapan ibu-ibu paruh baya yang tadi sempat berbicara padanya.


Apa yang tadi ibu itu bicarakan kepada dirinya, membuat pikirannya melayang kemana-mana. Apalagi saat ibu tersebut membahas tentang suaminya.


Ada pertanyaan yang begitu banyak di kepalanya sejak tadi. Mengapa bisa-bisanya ibu tersebut begitu mengetahui wajah suaminya dan mobil apa yang sering digunakan oleh suaminya.


"Aku curiga sekali, jika Mas Akbar sering di gosipin oleh ibu-ibu komplek" gumam Keylin yang masih setia jalan menuju rumahnya.

__ADS_1


"ROCKY. HEI! BERHENTI!"


Keylin terkejut saat suara teriakan yang berasal dari belakang tubuhnya.


Se-ekor Kucing anggora berwarna abu-abu tengah berlari Kencang melalu dirinya dari belakang.


Ada apa sih


Keylin membalikan tubuhnya ke arah belakang, terlihat seorang pria bertubuh jangkung tengah berlari kencang ke arah dirinya.


Loh loh


"HOS HOSS. Mbak, sa-saya nitip belanjaan saya dulu hos hoss. Ku-kucing saya hos hos, le-lepas" dengan nafas yang terengah-engah pria tersebut memberikan semua belanjaanya kepada Keylin.


"Ta-tapi Mas-"


"Sebentar aja Mbak. Saya bakal balik lagi kok. Kalo gitu saya kejar kucing saya dulu Mbak" tanpa basa-basi lagi pria tersebut pun, langsung kembali berlali dan meninggalkan belanjaannga bersama Keylin.


Mulut Keylin menganga tak percaya. Sejumlah 5 kantong besar yang berisi makanan beserta sayuran terlantar di depan kakinya.


Apa apaan ini. Mengapa jadi dirinya yang harus menerima semua kantong belanja ini.


Kepalanya berdenyut pelan. Apes! Mengapa pagi ini ada saya yang membuat palanya berdenyut sakit.


"Hos hoss" dengan nafas yang masih sama terengah-engah. Pria tersebut pun kembali kepada dirinya dengan tangan yang tengah menggendong seekor kucing abu-abu yang tadi ia lihat.


"Mbak, maaf. Makasih banyak udah jagain belanjaan saya" ucapnya dengan wajah tak enaknya.


Keylin hanya tersenyum tipis.


"Iya Mas gak apa-apa. Kalo gitu saya tinggal ya Mas" pamit Keylin, karena saat ini dirinya tidak ingin berlama-lama. Takutnya suaminya itu akan mencari dirinya.


"Eh tunggu Mbak" tahan pria itu, sehingga Keylin mengurungkan niatnya tuk pergi


"Kenapa ya Mas?"


"Emm itu, boleh saya tau nama Mbak?” tanyanya ragu-ragu.


Keylin tertawa pelan mendengarnya.


"Tentu saja boleh. Nama saya Keylin"


Seutas senyuman terbit di bibir pria tersebut.

__ADS_1


"Ah kalau begitu sekali lagi saya mengucapkan terimakasih. Terimakasih banyak bantuannya"


Keylin pun hanya menganggu-anggukkan kepalanya.


"Kalau begitu saya pergi dulu"


"Ya"


Tanpa mereka sadari sejak tadi Akbar tengah berdiri dari kejauhan dan memperhatikan interaksi mereka berdua yang masih mengenakan baju tidur yang sedikit lecek.


.....


"Mas, lihat bando yang ada di kamar mandi gak? Perasaan tadi aku menaruhnya disana"


Hening, tak ada jawaban dari sang empunya.


"Mas" panggil Keylin, namun yang di panggil hanya terdiam dan fokus memakai pakaiannya.


Lagi?


Keylin sudah mulai kehabisan kata-katanya. Entah dimana letak kesalahannya, yang jelas Keylin sangat bingung dengan suaminya itu. Karena ini sudah yang ke dua harinya suaminya itu mengabaikan dirinya.


"Mau kemana Mas?" Keylin mengerutkan keningnya saat dirinya melihat Akbar yang sudah sangat rapih dengan setelan kerjanya.


"Aku ada metting" sahut Akbar singkat tanpa mengalihkan tatapan matanya dari berkas-berkas yang tengah ia masukan ke dalam tas kerjanya.


"Di hari Sabtu?" tanya Keylin heran dan menghampiri suaminya yang tengah duduk di atas sofa yang ada di dalam kamarnya.


"Ya, kali ini tamu ku sangat penting" jawab Akbar.


"Ini sudah jam lima sore. Apakah Mas akan pulang malam, hari ini?" tanya Keylin seraya mengambil alih pekerjaan Akbar yang tengah memasangkan dasi di lehernya sendiri.


"Sudah" Keylin tersenyum puas setelah dirinya memasangkan dasi Akbar dengan sempurna.


"Hn, aku berangkat" pamit Akbar tanpa memandang Keylin dan bergegas pergi meninggalkan Keylin yang masih setia terpaku di tempatnya.


Blam


suara pintu yang tertutup membuat Keylin seketika langsung tersentak dari lamunannya.


"Mas" lirih Keylin saat dirinya baru menyadari jika suaminya itu telah pergi dari hadapannya tanpa menoleh kepadanya sedikit pun.


Apa yang salah?

__ADS_1


..


__ADS_2