My Cold Husband Is Gentleman

My Cold Husband Is Gentleman
34. MAKAN SIANG BERSAMA


__ADS_3

"Tentu saja pergi dari sini. Aku tidak ingin mengganggu pengantin baru" goda Leri yang membuat Akbar berdecak sebal saat mendengarnya.


"Pergilah, kau sangat mengganggu waktuku!" usir Akbar dengan terang-terangan kepada kakaknya itu.


"Ck kasar sekali kau!" decih Zehran seraya terkekeh geli.


"Kenapa kalian sangat tidak sopan denganku! Benar-benar adik yang kurang ajar!" Leri berdesis tak suka.


"Jangan menangis aku hanya bercanda" Zehran tersenyum jail, menggoda kakaknya tersebut.


"Heh! Makin menjadi ya kau!" Leri memberengut kesal dan melempar pulpen yang ada di dalam genggamannya ke arah Zehran, hingga pulpen tersebut mendarat tepat di kepala pria tersebut.


"Shhh sakit. Kau itu senang sekali memakai kekerasan!" ringis Zehran mengusap usap kepalanya yang terasa sakit.


"Biarkan! Karena kau memang pantas mendapatkannya" sarkas Leri menatap bengis adiknya tersebut, yang seketika membuat Zehran mendengus kesal mendengarnya


"Ahh sudahlah lebih baik kita makan siang saja disini. Kebetulan aku membawa banyak makanan hari ini dan kurasa itu akan cukup untuk kita berlima" Keylin angkat bicara, untuk menengahi perdebatan yang sedang terjadi di antara kakak beradik tersebut.


"Berlima? Bukankah hanya kita berempat yang sedang ada di ruangan ini?" Leri mengercitkan keningnya bingung saat dirinya mendengar ucapan Keylin.


"Ya berlima. Karena Sienna akan ikut bergabung juga dengan kita" sahut Keylin dengan semangat empat limanya.


"Si-sienna?" Leri terkejut mendengarnya, menatap kaget adik iparnya tersebut.


"Menapa ia bisa kesini? Apakah kau yang mengundangnya?" Keylin menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Tadinya bukan seperti itu, aku memang mengundangnya karena aku ingin bertemu dengannya. Tapi itu setelah aku mengantarkan makanan ini untuk Mas Akbar. Tapi pas aku mengetahui jika Sienna ingin datang ke sini juga, jadi sekalian saja aku mengundang dirinya. Karena dia pun ingin datang kesini" terang Keylin.


"Oh begitu. Tetapi kenapa dirinya ingin datang kesini? Apa kau tahu alasannya?" Keylin menggedikkan bahunya, memberi pertanda bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui jawaban dari pertanyaan yang Leri lontarkan.


"Ahh apa jangan-jangan dia ingin bertemu dengank--"


"Jangan ge-er! Sienna kesini karena dirinya ingin bertemu denganku. Karena kita akan membahas suatu pekerjaan" potong Zehran dengan cepat.


Ck pede sekali diriku. Jadi malu rasanya!


Tok tok tok...


Cklek


"Permisi" Leri mengalihkan asitensinya terhadap orang yang baru memasuki ruangan milik adiknya.

__ADS_1


"Hai, maaf mengganggu waktu kalian" Sienna melambaikan tangannya dengan pelan kepada semua orang yang tengah ada di ruangan yang saat ini tengah ia pijakan kakinya.


"Hahaha santai saja. Ayo kita makan siang bersama. Sungguh aku sangat menanti kedatangan mu" Keylin tersenyum riang, mendekatkan dirinya kepada Sienna dan mengajaknya tuk duduk dengannya di sebuah sofa panjang yang ada di ruangan Akbar.


"Menapa kalian hanya terdiam? Ayo kita mulai makan siangnya" tegur Keylin menatap aneh ketiga pria tersebut.


"Ahh ak-aku ada janjian dengan rekan bisnisku dan kurasa aku tidak bisa mengikuti makan siang bersama kalian" Leri tersenyum kikuk menatap tak enak adik iparnya tersebut.


"Setahuku jadwalmu kosong setelah jam makan siang. Kenapa kau bilang ada pertemuan lagi? Kau bilang kau ingin bermain basket bersama Andre" Zehran mengerutkan keningnya bingung.


Dasar tidak peka. Siial!


Leri mengumpat kesal di dalam hati menatap garang adiknya itu.


"Ahh mungkin aku lupa. Kurasa aku bisa bergabung dengan kalian" Leri mendudukkan tubuhnya di atas sofa paling ujung sebelah kanan di samping Keylin.


"Hei menyingkirlah! Kau seperti suami Keylin saja!" suruh Zehran saat dirinya melihat Leri yang menempatkan tubuhnya di samping tubuh Keylin.


"Kau kan bisa di samping Sienna. Apakah kau tidak takut? Jika Akbar akan membogemmu!" decak Zehran dan melangkahkan kakinya ke arah Leri serta menyeret lengan kakaknya itu agar pria tersebut bangkit dari duduknya.


"Nah disini, kau lebih cocok untuk duduk disini agar kau tidak mengganggu pasangan lain" Zehran memindahkan tubuh Leri di samping Sienna, sengingga al hasil pria yang bernotabe kakaknya tersebut kini tengah duduk di sofa paling ujung di sebelah kiri.


"Kau itu!" seru Leri sebal saat dirinya disuruh pindah dengan cara paksa.


"Berisik! Lebih baik kau diam! Aku tidak ingin menabokmu kembali!" sinis Leri.


Zehran terkekeh geli di dalam hati saat dirinya melihat wajah Leri yang sudah sangat kesal kepada dirinya


Jujur saja, sebenarnya dirinya bukannya tidak peka dengan kode yang Leri lontarkan kepada dirinya. Malah sedari tadi dirinya lansung menyadari bahwa ada sesuatu yang sedang tidak beres di antara kedua orang tersebut


Namun bukan Zehran namanya jika menanyakannya hal tersebut dengan gamblangnya. Dan inilah salah satu caranya agar dapat menghilangkan kecanggungan yang ada di antara kedua orang tersebut.


"Baiklah mari kita makan" seru Keylin dan mulai membuka kotak makanan yang ia bawa.


Dan akhirnya makan siang pun berjalan dengan tenang, diiringi dengan obrolan obrolan singkat diantara kelima orang tersebut.


"Ahh kenyang sekali diriku. Terimakasih karena telah mengundangku untuk makan siang dengan kalian. Masakanmu sungguh enak" ujar Leri dengan senyuman manis yang mengembang di bibirnya.


"Ya aku sangat setuju. Ini benar-benar enak" tambah Sienna yang seketika membuat pipi Keylin menjadi merona.


"Terimakasih banyak atas makan siangnya. Kurasa aku harus segera pergi sekarang. Key... terimakasih banyak" Leri membangkitkan tubuhnya dan mengambil beberapa dokumen yang ada di atas meja.

__ADS_1


"Ya sama-sama" Keylin menganggukkan kepalanya seraya tersenyum manis ke arah kakak iparnya tersebut.


"Kalau begitu aku pergi dulu ya bye" Leri melangkahkan kakinya ke arah pintu meninggalkan ruangan Akbar.


"Ekhem kalau begitu aku dan Sienna juga akan pergi. Terimakasih untuk hari ini. Leri benar masakanmu sangat lezat" Zehran tersenyum samar dan membangkitkan tubuhnya bersamaan dengan Sienna.


"Terimakasih" ucap Sienna yang seketika membuat keylin menganggukkan kepalanya.


"Yasudah kalau gitu kita permisi dah" Zehran dan Sienna berlalu pergi setelah mengatakan hal tersebut sehingga al hasil tinggallah Akbar dan Keylin yang hanya tersisa di ruangan tersebut.


"Mas" panggil Keylin


"Kenapa?"


"Apakah ada sesuatu di antara Bang Leri dan Sienna? Sepertinya mereka terlihat begitu aneh hari ini. Apa ini hanya perasaanku saja" ucap Meylin seraya mengusap usap tengkuknya dengan pelan.


"Hnn" sahut Akbar seraya mengambil serauk kacang dan memasukannya kedalam mulut.


"Kok hnn... Hnn doang sih! Kan aku lagi nanya" Keylin mendelik sebal saat mendengar deheman yang Akbar keluarkan.


"Terus kau maunya aku menjawab apa?" Akbar menatap datar istrinya itu.


"Sudahlah lupakan saja. Aku malas berdebat dengan Mas!" ketus Keylin yang dapat membuat Akbar menatap malas istrinya itu.


"Oh iya mas" dengan riang Keylin menatap suaminya itu dengan tatapan manjanya.


"Bagaimana masakanku? Sedari tadi hanya Bang Leri, Sienna dan Zehran saja yang memujinya. Apa Mas tidak suka dengan masakanku?" Keylin memeluk lengan Akbar dari samping seraya menumpukan kepalanya di bahu suaminya itu.


"Apakah itu penting?" Akbar menaikan satu alisnya.


"Tentu saja! Justru aku lebih mengharapkan jika pujian itu datang dari suamiku. Bukannya malah dari orang lain" Keylin menoel-noel lengan Akbar dengan bibir yang sudah memberengut kesal setelah mengatakan hal tersebut.


"Menurutku..."


Cklek


"Maaf ponsel ku ketinggalan" Leri datang tiba-tiba membuka pintu ruangan Akbar membuat Keylin seketika langsung menjauhkan tubuhnya dari tubuh Akbar.


"Ahh ma-maaf karena tidak mengetuk pintu dulu" Leri membuang wajahnya kesamping saat dirinya melihat wajah Keylin yang sudah bersemu merah setelah kedatangannya.


Cerobohnya aku! Jangan jangan aku sedang mengganggu acara romantisme mereka lagi!

__ADS_1


Ucap Leri dalam hati dan merutuki kebodohannya sendiri.


........


__ADS_2