My Cold Husband Is Gentleman

My Cold Husband Is Gentleman
36. SI PALING GENGSI


__ADS_3

...Selamat membaca....


....


"Ahh tidak apa-apa, saya tau jika pengusaha sukses seperti anda pasti banyak sekali sudah bertemu dengan orang-orang penting. Maaf karena telah mengganggu waktu anda. Saya adalah karyawan biasa, jadi wajar saja anda tidak mengingatnya" ucap Angel dengan nada penuh penyesalan dan menatap Akbar dengan tatapan teduhnya.


"Bukan itu maksud saya" Akbar mengusap tengkuknya dengan pelan.


Keylin menaikan satu alisnya.


"Apa maksud dia berkata seperti itu?" tanya Keylin dalam hati dan menatap aneh wanita yang bernama Angel tersebut.


"Ngel, kenapa kau ada disini?" seorang laki-laki tampan yang datang dengan membawa dua cup kopi di genggamannya dan menyapa Angel dengan ramahnya.


Angel mengalihkan tatapannya dari Akbar kepada laki-laki yang tengah berdiri disampingnya saat ini.


Dirinya melemparkan senyuman tipis untuk pria tampan tersebut.


"Pak Akbar, apa Anda sudah mengingatnya? Saya Angelina, sekertaris Pak Alman Grasal. Kita baru saja bertemu dua hari yang lalu" dengan senyuman manisnya Angel memperkenalkan dirinya lagi dan menunjuk pria yang tengah berdiri di sampingnya dengan nada yang begitu lembut.


Akbar mengerutkan keningnya dan menatap kedua orang tersebut.


"Ya aku mengingatnya" cetus Akbar dan tersenyum tipis menyambut kedua orang tersebut.


"Wahh kita bertemu lagi disini. Ck ternyata dunia begitu sempit" ucap Alman dan memeluk Akbar dengan gaya khas lakinya.


"Kau, sedang apa disini?" tanya Alman dan mulai menduduki dirinya bersama Angel di kursi sebrang Akbar dan Keylin duduk.


"Aku disini sedang membeli beberapa makanan. Kata seseorang disini makanannya lumayan enak" jawab Akbar seraya melirik singkat istrinya itu.


"Ya, kau benar. Makanan disini benar-benar sangat lezat. Percayalah kau tidak akan kecewa jika mencobanya" Alman menyahut ucapan Akbar dengan girangnya dan tersenyum riang menatap rekannya itu.


''Benarkah?" sebelum Akbar menjawab, Keylin sudah lebih dahulu menyahut ucapan Alman dengan begitu antusiasnya. Membuat Alman dan Angel seketika langsung tersadar, bahwa ada satu orang lagi yang kini tengah duduk bersama mereka di satu meja yang sama.


"Kau?" tanya Alman seraya menunjuk Keylin dengan tatapan menyelidiknya.


"Kau Adiknya Pak Akbar?" lanjut Angel dengan gamblangnya wanita tersebut menanyakan hal tersebut.


"Bukan dia is.."


"Ya kau benar" potong Keylin yang seketika membuat Akbar mendelik tajam menatap istrinya itu.


"Hufs syukurlah" gumam Angel yang masih dapat Keylin dengar samar-samar.


Keylin mengerutkan keningnya setelah dirinya mendengar hal tersebut.


Jujur saja ada rasa tak suka yang sedang menyelinap ke dalam hatinya, saat Angel menggumamkan kata-kata tersebut.


"Ahh kau manis sekali. Berapa umurmu? Apakah kau anak kuliahan? Semester berapa?" tanya Alman seraya melemparkan tatapan menggodanya kepada Keylin.


"Hahaha kau bercanda? Berapa umurmu?" Keylin terkikik geli saat mendengarnya dan lansung melontarkan pertanyaan tersebut kepada Alman.


"Aku?” tunjuk Alman ke dirinya sendiri.


"Tentu saja umurku sama dengan Kakakmu" sahut Alman dengan lugasnya.


"Dan aku satu tahun lebih muda darinya" Keylin mengedipkan satu matanya ke arah Alman dan tersenyum jenaka kepada pria tersebut.


Alman menatap tak percaya.


"Se-serius?" Keylin mengangguk-nganggukan kepalanya dengan semangat.


"Gila! Kau begitu imut di umurmu yang segini" decak Alman kagum. Membuat mata Akbar semakin menajam melihat percakapan antara dua manusia tersebut.


"Jadi, maksudmu aku tidak pantas begitu?" Keylin mengerucutkan bibirnya, berpura-pura kesal terhadap teman suaminya itu.


"Buk-bukan itu maksudku. Maksudk-"


"Maksudnya kau terlihat sangat pendek dan kekanak-kanakan di seusiamu yang sekarang ini. Jadi Alman menganggap, kau sama sekali tidak cocok berperilaku seperti ini di usiamu yang sudah setua ini" cerocos Akbar memotong ucapan Alman dengan wajah juteknya.

__ADS_1


Keylin menatap tajam suaminya itu.


"Hahaha ternyata Pak Akbar pandai bercanda juga ya. Kalian benar-benar kakak beradik yang sangat dekat " dengan tawa garingnya, Alman menatap jenaka rekannya tersebut.


"Permisi ini pesanannya" seorang pelayan datang menghentikan percakapan di antara mereka berempat, membawa beberapa kantong makanan dan menaruhnya di atas meja Keylin.


"Jadi berapa Mas?" Akbar mengambil kantong makanannya dan menggenggamnya seraya mengeluarkan dompet, dari saku celananya.


"Jadi 250 ribu Mas" ucap pelayan tersebut seraya memberikan secarik kertas yang berisi bon dari makanan yang Akbar dan Keylin pesan.


"Nih" Akbar menyodorkan uang 300 ribuan kepada pelayan tersebut.


"Kau ambil saja sisanya" lanjutnya dengan wajah datarnya seraya bangkit dari duduknya, setelah pelayan tersebut mengucapkan kata terimakasih kepadanya.


"Key ayo pulang!" dengan wajah juteknya Akbar mengatakan hal tersebut kepada Keylin


"Maaf kami harus pulang. Pesanan kami sudah siap. Kami duluan, maaf permisi" ucap Akbar tanpa mendengar sahutan dari lawan bicaranya seraya mengambil tangan Keylin agar dirinya lebih mudah untuk menyeret istri nakalnya itu.


"Sekali lagi kami minta maaf, permisi" Akbar menyeret Keylin dengan paksa dan meninggalkan kedua rekannya begitu saja.


"Apakah mereka benar-benar kakak beradik?" tanya Alman setelah dirinya melihat Akbar dan Keylin pergi menjauh dari meja yang saat ini tengah ia tempati.


Angel menengokkan kepalanya ke samping saat Alman mengatakan hal tersebut.


"Menurutku mereka benar-benar terlihat seperti kakak beradik ah. Apalagi jika melihat perilaku Pak Akbar seperti tadi. Dia seperti tengah melindungi Adiknya dari rayuan maut buaya cap kakap seperti Anda. Dan kurasa itu wajar saja bukan... jika seorang Kakak melindungi adiknya dari predator predator darat seperti Anda" celetuk Angel seraya terkekeh geli setelah dirinya mengucapkan hal tersebut.


"Kau..." delik Alman.


"Benar-benar menyebalkan!" ketusnya dan menatap sebal sekertarisnya tersebut.


"Hahaha saya benar kan Pak?" goda Angel yang membuat Alman mendengus kesal saat mendengarnya.


...


Blam


Keylin terperanjat kaget, saat Akbar menutup pintu kamar mandi yang ada di dalam kamarnya dengan begitu kencang.


Keylin menggaruk-garukkan kepalanya dan terkekeh geli.


Awalnya dirinya bingung sekali dengan suaminya itu. Entah kenapa sejak mereka pulang dari restoran tadi, suaminya itu tiba-tiba saja berubah dan menjadi sangat dingin kepada dirinya.


Apalagi ketika dirinya menanyakan soal Angel dan Alman. Suaminya itu pasti akan langsung memasang tampang juteknya dan hanya mengeluarkan kata-kata singkat kepada dirinya.


Dan sekian lama dirinya mencari letak kesalahannya, tak lama kemudian dirinya pun mulai mengerti dimana letak kesalahannya.


Keylin tersenyum evil.


"Cieee ada yang sedang cemburu" kikik Keylin dalam hati.


Keylin menghembuskan nafas gelinya seraya bangkit dari duduknya, berjalan ke arah lemari tuk menyiapkan pakaian ganti suaminya.


Setelah selesai mengambil pakaian Akbar, Keylin pun meletakan pakaian suaminya itu di atas tempat tidur mereka seperti biasa dan dirinya pun mulai membersihkan kamar tidurnya yang terlihat sedikit berantakan.


Cklek


Pintu kamar mandi terbuka, membuat Keylin seketika langsung mengalihkan asitensinya kepada suaminya itu.


Dirinya pun mengambil pakaian Akbar seraya menghampiri suaminya yang tengah berdiri di depan pintu kamar mandi yang ada di dalam kamarnya.


"Nih Mas" Keylin menyodorkan pakaian ganti kepada Akbar yang langsung di terima oleh sang empunya.


"Kau lihat ponselku? Bukankah tadi aku menaruhnya di atas kasur?" tanya Akbar setelah dirinya memakai kaus yang tadi Keylin sodorkan kepada dirinya.


"Ngeliat, tapi rahasia" sahut Keylin dengan wajah datarnya.


"Dimana? Ada email yang belum ku balas. Jangan bermain petak umpat dengaku! Aku sedang banyak pekerjaan" ketus Akbar dan menatap malas istrinya itu.


Keylin menahan senyumannya.

__ADS_1


Well selalu seperti itulah jika suaminya itu sedang ngambek kepada dirinya. Pasti kerjaanlah yang selalu dijadikan alasan agar pria tersebut dapat menghindar dari dirinya. Keylin pun sampai-sampai hapal dengan kelakuan suaminya itu.


"Mas kenapa sih sensi banget? Mas lagi kesel ya sama aku?" goda Keylin.


Ck sudah tau, pakai nanya lagi!


Akbar mendengus dan berlalu dari hadapan Keylin.


"Si paling gengsi. Bilang aja kalik kalau lagi cembukur" ledek Keylin yang seketika membuat Akbar langsung menghentikan langkahnya yang ingin pergi ke ranjang.


Akbar membalikan tubuhnya menghadap ke Keylin dan tersenyum sinis kepada istrinya.


"Ngapain cemburu. Kau kan Adikku!"


Keylin membulatkan matanya.


Wahh kini Keylin semakin yakin, Akbar benar-benar kesal karena kejadian tadi.


"Mas, Mas beneran marah ya?" tanya Keylin dengan wajah pura-pura polosnya.


Akbar menaikan satu alisnya.


"Mana ada seorang Kakak yang mencemburui Adiknya sendiri. Bukankah itu aneh Key?" ucap Akbar dengan senyuman miringnya.


Keylin mendengus sebal.


Mendengar Akbar yang selalu mengungkit-ngungkit kata "Adik" dalam percakapan mereka, membuat dirinya lama-lama menjadi kesal saat mendengarnya.


Yah tidak salah juga sih, karena awalnya dirinya juga yang memulai perdebatan ini.


Keylin berjalan ke arah Akbar. Setelah sampai di depan suaminya, Keylin memegang wajah Akbar dengan kedua tangannya.


"Udah marahnya?" tanya Keylin dengan nada yang sangat lembut seraya tersenyuman manis kepada suaminya itu.


Akbar menyipitkan matanya. Rayuankah?


"Aha! Masih marah" pungkas Keylin dan terkikik geli saat Akbar tak merespond ucapannya.


Cup


Keylin mengecup bibir Akbar dengan lembut. Lalu beberapa detik kemudian dirinya pun melepaskan bibirnya.


"Jangan cemberut. Bibir Mas jadi maju beberapa senti" ucap Keylin seraya menunjuk bibir tipis Akbar.


Sial! Sepertinya hati Akbar kini mulai luluh saat Keylin mengatakan hal tersebut.


Keylin mengalungkan tangannya di leher Akbar, membuat Akbar jadi sedikit membungkukkan badannya agar menyamakan tinggi istrinya.


Cup


Keylin mencium pipi suaminya dengan penuh kelembutan.


"Maafkan aku. Tadi aku hanya bercanda. Aku pikir mereka tidak akan percaya jika aku adalah Adiknya Mas" Keylin mendongakkan kepalanya tuk melihat wajah Akbar yang terlihat masih memasang wajah datarnya.


Akbar menarik pinggang Keylin agar merapat dengan tubuhnya.


"Kau tau aku tidak suka. Lain kali jangan lakukan itu ok" dengan mata yang setajam pisau Akbar memperingati istrinya itu.


Keylin tersenyum lima jari. "Janji" ujarnya seraya mengangkat jari kelingkingnya.


Akbar menghembuskan nafasnya dan memeluk Keylin dengan erat.


"Kau selalu membuat kesabaranku habis" ucap Akbar yang membuat Keylin terkekeh geli di dalam dekapannya.


...


TBC


Arigato

__ADS_1


ヾ(^-^)ノ


__ADS_2