My Cold Husband Is Gentleman

My Cold Husband Is Gentleman
43. SIA-SIA?


__ADS_3

Keylin membuka pintu rumahnya dengan perlahan.


Mas Akbar pasti sudah pulang. Batin Keylin


Hufss


Seraya mengeluarkan hembusan nafas kasarnya, Keylin pun berjalan menuju pintu kamarnya dan membuka pintu kamarnya dengan pelan.


Kosong


Itulah yang Keylin lihat saat pertama kali dirinya menginjakan kakinya di dalam kamarnya.


Keylin berdecak kesal.


Heii apa yang kau harapkan? Apa kau mengira suamimu akan menyambut kepulanganmu, begitu? Hahaha sadarlah! Bahkan dia pun tidak perduli jika istrinya pulang selarut ini!


Batinnya tertawa miris.


Keylin melempar asal tas selempangnya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah dirinya membersihkan tubuhnya, kini Keylin pun merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya.


Hembusan nafas kasar keluar dari mulut Keylin saat lagi-lagi dirinya mengingat kejadian yang sudah terjadi beberapa jam yang lalu.


Keylin memejamkan matanya saat rasa kantuk dan lelah mulai menguasai tubuhnya. Rasa lelah, letih dan galau sudah melebur jadi satu di dalam dirinya.


Entah bagaimana dirinya akan menghadapi suaminya esok hari, yang jelas Keylin benar-benar lelah dengan kejadian yang telah menimpanya hari ini.


Namun belum sempat Keylin terjun ke alam bawah sadarnya. Tiba-tiba Keylin di kejutkan dengan suara pintu yang terbuka secara paksa yang sehingga dapat menghasilkan suara yang begitu nyaring di dalam kamarnya.


Sontak hal tersebut membuat Keylin seketika langsung terduduk dari tidurnya dan membuka matanya lebar-lebar.


Bersiap siap mengambil posisi, karena siapa tau saja yang sedang mendobrak pintu kamarnya itu adalah seorang maling.


"Mau apa ka--"


"KEY" dengan nada tingginya Akbar memanggil Keylin dan tergesa gesa mendatangi istri nakalnya itu.


"Kau kemana saja?!" bentak Akbar yang seketika membuat Keylin terjengkit kaget kala mendengarnya.


"Kemana saja kau hah! Jam segini baru pulang! Apa kau baik-baik saja?" Akbar menggapai kedua pipi mulus istrinya dan mengeceknya dengan teliti.


"Ak-aku.."


Tak


Akbar menyentil jidat Keylin dengan sedikit kencang.


"Aww" Keylin meringis kesakitan.


"Jangan bodoh kau" seru Akbar dan menjauhkan tubuhnya dari tubuh Keylin.


"Apaan sih Mas. Datang-datang menyiksa orang! memangnya ini tidak sakit?!" sinis Keylin seraya menunjuk jidatnya yang terasa sedikit perih karena bekas sentilan suaminya tadi.


"Jika kau tidak ingin aku perlakukanmu seperti tadi, maka berhentilah membuatku khawatir!" ucap Akbar dengan wajah datarnya seraya pergi melangkahkan kakinya ke arah pintu kamar mandi.


"Tunggu" tahan Keylin yang seketika membuat Akbar langsung menghentikan langkah kakinya.


"Hn?"


"Kemana Mas tadi?" tanya Keylin to the point yang seketika membuat Akbar langsung mengalihkan asitensinya dengan penuh kepada Keylin.


"Kenapa?" tanya Akbar dengan heran seraya mengangkat satu alisnya.


"Jawab saja" paksa Keylin.


"Tadi sore kan sudah aku katakan. Jika aku ada meetting dengan klienku. Apa kau lupa?" tanya Akbar menatap aneh istrinya itu.


"Dengan perempuan atau laki-laki?" Akbar semakin bingung kala mendengarnya.


"Laki-laki" jawab Akbar.


"Benarkah?" tanya Keylin.


"Ya" sahut Akbar.


"Oke" ucap Keylin dan menatap kecewa suaminya itu.


"Aku ngantuk Mas, maaf aku tidur duluan ya" ujar Keylin dan membaringkan tubuhnya memunggungi Akbar tanpa ingin mendengar sahutan dari suaminya itu.


"Key" panggil Akbar, namun hanya kesunyian lah yang Akbar dapati.


Akbar menghembuskan nafas lelahnya, menatap punggung Keylin dengan tatapan letihnya.

__ADS_1


Dirinya melangkahkan kakinya dan mendekati istri mungilnya itu


Cup


Akbar mencium belakang kepala Keylin dengan lembut.


"Tidurlah. Maafkan aku" bisik Akbar pelan.


..


Ting


Ting


Suara notifikasi dari ponselnya membuat Akbar seketika langsung mengalihkan tatapan matanya dari layar kaca komputernya kepada ponsel canggihnya itu.


Dirinya mengambil ponsel canggihnya yang terletak di atas meja dan mengecek siapa yang telah mengirimi pesan untuk dirinya.


Satu chat teratas yang bernama Keylin, membuat Akbar langsung membuka chat yang berasal dari istrinya itu.


Mas, hari ini aku pulang malam karena aku akan lembur. Aku minta maaf karena aku tidak bisa memasak untuk makan malam kita nanti.


Akbar menghela nafasnya dengan berat dan meletakan ponselnya kembali dengan asal di atas mejanya setelah dirinya membaca pesan tersebut.


Dirinya memijat mijat batang hidungnya saat rasa pusing mulai menghampiri dirinya.


Akbar melirik jam yang ada di tangannya, yang kini sudah menunjukan pukul setengah enam sore. Yang artinya sedikit lagi adalah jam pulang kerjanya.


Akbar berdecak sebal, kala dirinya lagi-lagi menatap pesan masuk yang berasal dari istrinya itu.


Ini sudah yang ketiga harinya istrinya itu selalu mengirimi pesan yang sama kepada dirinya.


Entah lah Akbar merasa jika akhir akhir ini, istrinya itu sepertinya memang sengaja ingin menghindari dirinya.


Akbar sangat bingung dan rasanya sangat kesal terhadap istrinya itu.


Semua perlakuan Keylin terasa begitu berbeda kepada dirinya beberapa hari ini.


Dirinya bingung apa yang telah membuat istrinya itu ingin sekali pergi menjauh darinya dan juga sangat kesal karena istrinya itu sudah mengabaikan dirinya.


Akbar telah berkali kali mencari tahu dimana letak kesalahannya kepada istrinya itu.


Namun nihil, bukannya ia mendapatkan jawaban, justru hal tersebut malah menambah beban di dalam pikirannya.


Biasanya istrinya itu selalu menyambut kedatangannya dengan suara lembut serta keceriaan di wajah wanita tersebut.


Namun sekarang..


Istrinya itu benar-benar tidak ingin dekat dengannya, bahkan menatap wajahnya saja sepertinya Keylin enggan sekali melakukannya. Membuat dirinya semakin frustasi dibuatnya.


Akbar menghembuskan nafas lelahnya seraya bangkit dari duduknya.


Dirinya mengambil barang-barang pentingnya seraya melangkahkan kakinya keluar dari ruangannya.


Akbar melirik jam yang tengah melingkar di tangan kirinya.


Ini masih jam setengah enam, lebih baik aku membeli kopi dulu.


Yah mungkin jika ia meminum kopi, rasa pusingnya akan sedikit berkurang


..


Keylin menghela nafasnya untuk yang kesekian kalinya, membuat Nindy mendengus kesal kala mendengarnya.


"Hentikan itu! Aku bosan mendengarnya!" ketus Nindy dan melanjutkan acara makannya lagi.


Hufs. Hela Keylin lagi.


Nindy berdecak sebal saat lagi-lagi sahabatnya itu malah mengabaikan ucapan yang keluar dari mulutnya.


"Sudah kubilang! Hentikan! Kau sungguh mengganggu acara makanku!" Nindy memutarkan kedua bola matanya dengan jengah, menatap sebal sahabatnya itu.


"Kan sudah ku bilang, dari pada kau galau galauan tidak jelas begini. Lebih baik kau tanya saja siapa wanita yang waktu itu suamimu bantu. Apa susahnya sih!" sungguh Nindy sudah tidak tahan lagi dengan sikap Keylin yang begitu plin plan dengan permasalahan rumah tangganya sendiri.


"Dia saja tidak ingin memberitahuku! Jadi untuk apa aku harus repot repot mencari tahu!" jutek Keylin  memutar mutarkan sedotan minumannya dengan kencang.


"Ck wajar saja dia tidak memberitahumu. Orang kau saja hanya menanyakan dengan siapa dia meeting. Bukan dengan siapa dia bertemu. Ah atau lebih tepatnya dengan siapa yang dia TOLONG!" greget Nindy.


"Dengar" Nindy menghela nafasnya dengan panjang.


"Jangan kekanak-kanakan Key! Kau bisa saja salah paham dengan Suamimu. Apa salah sih jika kau menanyainya hah? Lagian kan kau Istrinya jadi kau berhak untuk tau!" Nindy berujar dengan lembut, berusaha untuk meyakinkan sahabatnya itu.


"Lagian aku juga yakin kok. Suami mu itu bukan orang yang seperti itu. Dari pada kau galau galauan tidak jelas, lebih baik kau pulang dan menanyakan hal tersebut dengan baik-baik. Agar Suamimu juga dapat mengerti apa yang sedang kau rasakan" jelas Nindy panjang lebar, berharap agar Keylin dapat mengerti dengan apa yang di maksudnya.

__ADS_1


Keylin terdiam membisu setelah mendengarnya. Dirinya menghembuskan nafas panjangnya setelah mendengar penurutan yang tadi Nindy keluarkan untuk dirinya.


Keylin tersenyum menatap sahabatnya itu.


"Terimakasih" seutas senyum terbit di bibir Keylin setelah mengatakan hal tersebut.


"Kau benar, aku harus memperjelas ini" lanjut Keylin karena dirinya merasa bahwa ucapan Nindy ada benarnya juga.


"Nah itu baru temanku!" pekik Nindy menatap girang sahabatnya itu seraya menatap jam yang sedang melingkar ditangannya


"Ini sudah jam delapan malam, kurasa kau harus pulang. Pulanglah dan perbaiki hubunganmu" Nindy bangkit dari duduknya dan menarik lengan Keylin agar wanita tersebut mau berdiri dari duduknya.


"Ta-tapi" Keylin tergagap kala Nindy begitu tiba tiba menarik dirinya dengan paksa.


"Syutt diam. Tidak usah khawatirkan aku. Aku tau kau ingin bilang bagaimana dengan diriku kan? Sudahlah aku baik-baik saja. Sekarang kau lah yang sedang tidak baik baik saja. Tenang saja aku ini wanita yang kuat tau!" ujar Nindy dengan pedenya, membuat Keylin mendengus sebal kala mendengarnya.


"Pede sekali kau Nona!" decak Keylin yang seketika membuat Nindy terkekeh geli mendengarnya.


"Hahaha sudahlah pergi sana! Aku sudah bosan melihat wajah jelekmu tau!" usir Nindy terang tengan serta melemparkan tatapan mengejeknya kepada sahabatnya itu.


"Kau itu!" Keylin mencubit lengan Nindy dengan pelan dan tertawa setelah dirinya melihat sahabatnya itu meringis kesakitan.


"Ish jahat, ini sakit tau! SanaPergi saja kau! Kau sungguh tega padaku" lebay Nindy dan tak lama kemudian dirinya pun ikut ikutan terkekeh geli.


"Hahaha baiklah, aku pergi dulu. Terimakasih atas saranmu. Temanku yang sangat kuat" Keylin mengedipkan satu matanya setelah mengatakan hal tersebut seraya melangkahkan kakinya pergi meninggalkan sahabatnya itu.


"Huhh dasar" decak Nindy dan terkekeh geli kala dirinya menyaksikan kepergian sahabatnya itu.


..


Di sepanjang menuju perjalanan pulangnya, Keylin tak dapat membendung rasa bahagia yang tengah melingkupi hatinya.


Keylin merasa, ucapan Nindy tadi bagaikan angin segar yang telah menerpa hatinya. Sehingga rasa galau dan gelisah dapat menghilang begitu saja dari relung hatinya.


Mungkin seperti mendapatkan moodnya kembali, kini Keylin begitu bersemangat saat dirinya ingin bertemu dengan suami tampannya itu.


Keylin tersenyum senyum sendiri kala mengingat ucapan Nindy tadi.


Mungkin benar. Jika dirinya hanya salah paham dengan suaminya itu.


"Ini saja Mbak. Jadi berapa?" tanya Keylin kepada mbak-mbak penjual cake.


"Semuanya jadi 120.000 Kak" Keylin memberikan uangnya kepada pelayan tersebut.


"Makasih Mbak" ucap Keylin setelah dirinya membayar kue yang tengah ia pegang kepada mbak mbak penjual cake itu.


"Sama-sama" sahut penjual tersebut dengan ramah.


Keylin tersenyum senang setelah dirinya mendapatkan kue coklat yang sangat suaminya itu suka.


Sebelum pulang menuju rumahnya. Tadi, tiba-tiba Keylin teringat jika beberapa waktu yang lalu suaminya itu ingin sekali dibuatkan kue coklat dengannya


Karena dirinya tidak akan sempat jika harus membuat kue yang diminta oleh suaminya. Jadi Keylin memutuskan untuk membeli kue coklat kesukaan suaminya di toko langganannya.


Dirinya berharap, jika kue ini dapat membuat hubungan dirinya dengan Akbar bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya.


Yah itulah harapannya setelah dirinya membeli kue ini untuk suaminya itu.


Hufs semangat!


Keylin menyemangati dirinya sendiri seraya mulai melangkahkan kakinya ke arah luar toko kue yang saat ini tengah ia tempati.


Namun belum sempat dirinya sampai di depan pintu keluar toko kue yang saat ini tengah ia pijakan kakinya.


Tiba-tiba matanya menangkap suatu objek yang seketika dapat menghentikan langkah kakinya.


Senyuman yang senantiasa hadir di atas bibirnya tadi, kini seketika luntur dan hilang bak di telan bumi.


Keylin mengepalkan kedua tangannya saat dirinya melihat Akbar tengah berduaan dengan seorang wanita, yang kalau ia tidak salah jika wanita tersebut  adalah seorang wanita yang baru beberapa hari yang lalu ia jumpai di saat dirinya tengah berkumpul dengan teman temannya.


Keylin mengumpat dalam hatinya.


Akhhh bodohnya aku! Mengira jika ini hanya sebuah kesalahpahaman? Cih ternyata semuanya benar!


Erangnya dalam hati dan buru-buru keluar dari toko kue tersebut.


..


TBC


jangan lupa comment dan likenya ya guyss


see you

__ADS_1


__ADS_2