My Cold Husband Is Gentleman

My Cold Husband Is Gentleman
42. GALAU BERAT


__ADS_3

"Akhh jadi dimana letak kesalahanku?" pekik Keylin seraya meremas rambutnya karena saking frustasinya dirinya.


"Key sabar. Kau harus tenang dalam menghadapinya. Mungkin ada sesuatu yang telah kau lakukan hingga membuat Akbar menjadi kesal denganmu. Apa kau tidak ingat? Apa yang telah membuat Akbar bisa menjadi semarah ini?" tanya Seraline berusaha untuk menenangkan sahabatnya tersebut.


"Akh kalau aku sudah ingat. Mana mungkin aku bisa sefrustasi ini!" Keylin berdecak kesal dan mengalihkan tatapannya ke arah luar jendela dari kafe yang tengah ia tempati saat ini.


Tadi setelah Akbar pergi meninggalkan dirinya. Tiba-tiba Seraline menghubungi ponselnya dan mengajaknya ke sebuah restoran.


Dan tanpa pikir panjang pun, dirinya pun langsung menerima ajakan sahabatnya tersebut. Karena ia pikir, mungkin saja setelah bertemu dengan teman temannya kegalauannya akan menghilang.


Namun ternyata dugaannya salah besar. Bukan menghilang rasa galaunya, justru malah semakin menjadi jadi saja saat teman-temannya itu menanyai kabar suaminya.


"Key... sudahlah. Mungkin Akbar sedang banyak kerjaan, dan mungkin karena itulah moodnya sedang tidak bagus" Sienna mengusap-usap bahu Keylin dengan pelan, guna untuk menenangkan sahabatnya itu.


"Ya, Sienna benar. Mungkin saja suamimu sedang ada banyak pekerjaan. Sudahlah jangan dipikirkan, lebih baik kita senang-senang saja dan habiskan malam Minggu kita dengan bersenang senang" hibur Floren yang seketika membuat Jeylin tersenyum samar setelah mendengarnya.


"Maaf, karena aku telah merusak suasana disaat kita tengah berkumpul. Aku minta maaf, seharusnya aku tidak membawa masalah pribadiku di depan kalian" dengan wajah tak enaknya, Keylin memohon maaf kepada teman temannya tersebut.


"Hahaha santai saja. Kau ini seperti sama siapa saja" sahut Killa yang terkekeh geli kala melihat raut wajah Keylin.


"Ya Killa benar. Santai saja sis" ucap Anna seraya mengedipkan satu matanya ke arah Keylin yang membuat Floren, Killa, Seraline dan Sienna seketika langsung terbahak bahak saat melihatnya.


"Terimakasih. Kalian benar benar temanku yang sangat baik" ucap Keylin dengan tulus seraya menatap kawan kawannya itu dengan tatapan harunya.


"Sama-sama" sahut Floren dengan senyum jenakanya.


Dan akhirnya pun obrolan mereka berlangsung dengan begitu lamanya. Sampai sampai ke enam wanita cantik tersebut sampai lupa bahwa hari sudah menunjukan pukul sembilan malam.


"Sepertinya aku harus pulang" cetus Keylin di tengah tengah obrolan mereka.


"Kenapa? Ini kan malam minggu. Lagipula ini masih jam sembilan" tanya Seraline seraya melirik jam tangannya.


"Kau ini" Anna menyikut lengan Seraline dengan pelan.


"Ini pasti karena suamimu ya?" Anna tersenyum senyum dan menatap jail sahabatnya itu.


"Ahh ya" jawab Keylin dengan pelan.


"Ahh sayangnya" celetuk Killa dengan wajah sedihnya, menatap tak rela kepergian kawannya itu.


"Mau peluk?" Keylin merentangkan tangannya, menawarkan sebuah pelukan kepada wanita hamil tersebut.

__ADS_1


"Ya, aku mau" dengan antusiasnya Killa menjawab tawaran Keylin.


"Eits tapi bukan kau saja yang ingin memeluk Keylin. kita semua juga mau tau!" desis Anna.


Keylin tertawa pelan saat melihatnya.


"Baiklah baiklah sini kalian. Biar kupeluk semua ulu uluuuuu" Keylin merentangkan tangannya lebar lebar dan memeluk kelima wanita tersebut.


"Hahahaha kita seperti anak kecil saja" celetuk Sienna di tengah tengah pelukannya seraya terkekeh geli.


"Tak apa. Ini menyenangkan" sahut Floren dan semakin mengeratkan pelukannya kepada teman temannya tersebut.


"ADUH" pekikan kencang seorang wanita, membuat Keylin, Killa, Seraline, Floren, Anna serta Sienna langsung menghentikan aktivitas mereka sejenak.


"Kau tidak apa-apa?"


Deg


Suara itu.....


Keylin seketika langsung menajamkan indra pendengarannya.


Keylin menengokkan kepalanya ke arah sumber suara.


Deg


Bagaikan sedang di hantam batu yang sangat besar, tiba tiba tubuh Keylin seketika lemas setelah dirinya melihat, apa yang tengah terjadi di depan matanya saat ini.


Dia.. Suaminya itu. Kini tengah memeluk seorang wanita dengan begitu mesranya.


Sungguh kali ini hatinya begitu sakit kala menyaksikan hal tersebut. Keylin tau jika suaminya itu, hanya sebatas tengah menolong orang lain dan tidak sepantasnya pula jika dirinya mencemburui wanita itu sampai segininya.


Tapi...


Hei!


Lihatlah.


Suaminya itu begitu perhatian dengan wanita yang kini tengah ditolongnya.


Pria tersebut, bahkan sampai rela-rela berjongkok di depan wanita yang tadi ia tolong dan memijat kaki perempuan itu dengan begitu lembutnya.

__ADS_1


Apakah itu wajar?


Tentu saja tidak kan!


Mana ada seorang pria yang baru saja bertemu dengan wanita yang tidak dikenalinya dapat sebegitu perhatiannya kepada wanita yang notabenya baru saja suaminya itu kenal.


Bukankah itu aneh?


Keylin menghapus air matanya dengan kasar seraya memasukan barang-barang pentingnya ke dalam tas Selempangnya.


"Key" panggil Sienna dengan lirih saat dirinya baru menyadari bahwa kondisi sahabatnya itu sedang tidak baik baik saja.


"Ak-aku ingin pulang" dengan tergesa gesa Keylin merapikan barang barangnya untuk ia bawa pulang.


"Aku antar" cetus Seraline seraya mengambil kunci mobilnya.


"Jangan!" tolak Keylin yang membuat Seraline mengurungkan niatnya saat ingin mengambil kunci mobilnya.


"Aku bisa pulang sendiri" Keylin mengambil bebarapa lembar tissu dan mengelap sisa sisa air mata yang tengah menghinggap di pipinya.


"Key ini sudah malam. Sebaiknya aku antar kau pulang" Seraline sungguh khawatir saat dirinya melihat keadaan Keylin yang terlihat sedang tidak baik baik saja saat ini.


Karena siapapun bisa melihatnya dengan jelas, bahwa wanita berambut panjang tersebut terlihat sedang menahan rasa kesedihannya saat ini.


"Tidak apa apa. Aku baik baik saja heii" Keylin tertawa sumbang yang semakin membuat Floren dan yang lainnya ikut ikutan sedih kala mendengarnya.


Siapapun tahu, bahwa tawa yang tadi Keylin keluarkan, hanyalah sebuah tertawaan yang penuh dengan kepalsuan dari sang empunya.


"Hufs sudahlah biarkan Keylin pulang sendiri" ucap Killa yang membuat teman temannya itu langsung menatap dirinya dengan tatapan tidak setujunya.


"Tapi..."


"Aku yakin Keylin bisa menjaga dirinya sendiri. Pulanglah, hati-hati di jalan. Jika ada apa-apa kau bisa langsung menghubungiku" ucap Killa dan memeluk sahabatnya itu.


"Aku tau kau butuh waktu untuk menenangkan pikiranmu. Pergilah dan tenangkanlah hatimu. Aku tau Akbar bukan orang yang seperti itu" bisik Killa di telinga Keylin seraya menepuk-nepuk punggung mungil sahabatnya itu.


"Ya aku tau. Terimakasih kau sangat mengerti aku" Keylin membalas pelukan Killa tak kalah eratnya dan melepaskannya setelah dirasanya cukup.


"Baiklah aku pergi dulu. Maaf karena tidak bisa lebih lama dengan kalian, aku pergi dulu" Keylin melambaikan tangannya keapada teman temannya dan melangkahkan kakinya pergi meninggalkan kelima temannya tersebut.


..

__ADS_1


__ADS_2