My Cold Husband Is Gentleman

My Cold Husband Is Gentleman
47. DI PRANK


__ADS_3

Kuping Keylin terasa panas saat lagi-lagi dirinya mendengar kata-kata Akbar yang begitu menyebalkan di telinganya.


Dengan perasaan yang sangat dongkol, Keylin tetap melanjutkan acara masak memasaknya walau rasa sebal tengah menghinggapi hatinya.


"Key"


"Apa!" jutek Keylin.


"Zora menitipkan pesan padaku, jika ia meminta maaf kepadamu soal yang kemarin"


Keylin membalikkan tubuhnya dan menatap Akbar yang tengah duduk di atas kursi pantry.


Keylin menaikan kedua alisnya "Untuk apa? Bukankah dia sudah meminta maaf kepadaku kemarin?" ucapnya dan kembali tertuju pada kompor yang masih menyala.


"Kali ini berbeda" sahut Akbar, membuat Keylin semakin bingung dengan ucapan suaminya itu.


Maksudnya, berbeda apanya? Bukankah sama-sama minta maaf? Pikir Keylin.


"Beda? Beda apanya?" sahut Keylin seraya mengaduk aduk tumisan sayurnya.


"Ya, karena kali ini ia meminta maaf kepadamu karena ia takut jika dirinya akan membuatmu cemburu" sahut Akbar dengan lugasnya.


Keylin membulatkan matanya seraya menghentikan adukannya kepada sayuran yang sedang ia masak dan mematikan kompor yang sedang menyala.


What?


Jangan lagi!


Telinga Keylin terasa panas


Keylin membalikkan tubuhnya ke arah Akbar dan menaruh kedua tangannya di pinggang rampingnya.


"Mas bohong ya! Ini akal akalan Mas aja kan!" mata Keylin melotot tajam ke arah Akbar, tidak terima jika hal tersebut adalah sebuah kenyataan yang keluar dari mulut Zora.


"Memangnya aku suka berbohong hn?" Akbar menaikan satu alisnya, menghidupkan layar kaca ponselnya dan mencondongkan ponselnya kepada istrinya.


"Lihatlah, aku tidak berbohong kan?" Akbar tersenyum miring saat memberikan bukti tersebut kepada Keylin.


Keylin mengambil alih ponsel Akbar dan mulai membaca bukti pesan yang tadi Zora kirimkan kepada Akbar.


Selamat malam Bang Akbar yang tampan. Maaf putri cantik ini mengganggu waktumu. Begini, aku hanya ingin menitipkan salam kepada Kak Key yang manis itu. Kumohon katakan padanya jika aku meminta maaf padanya, karena telah membuatnya cemburu kepadaku. Maaf karena aku baru mengetahui ini. Soalnya baru saja Kak Eiko memberitahuku.


Aku minta maaf karena telah membuat Kak Key menjadi cemburu dan sakit hati karena telah melihat aku berdua bersama Bang Akbar, yah walau pada saat itu ada Bang Kenos juga. Hehehehe. Jadi aku benar-benar meminta maaf padanya karena telah membuat kesalahpahaman diantara kalian berdua.


Kumuhon sampaikan ini kepada Kak Key. Dan maaf sekali telah mengganggu waktu Bang Akbar. Hehehehe


Today


Pukul (11.00)


Itulah yang Keylin lihat pesan terakhir yang Zora kirim untuk suaminya itu.


Eh tapi tunggu!


Keylin mengerutkan keningnya dan mencoba membaca ulang jam dan hari saat pesan itu di kirim.

__ADS_1


Hari ini jam 11.00 siang? Keylin mengerutkan keningnya.


Keylin menatap kaget jam tersebut seraya menatap sengit suaminya itu.


"Jadi Mas ngerjain aku ya tadi!" wajah Keylin memerah padam karena rasa malu dan marah sudah melebur menjadi satu di dalam hatinya.


"Ngerjain? Untuk apa?" dengan santainya Akbar menanyakan hal tersebut kepada Keylin walau ia sudah tau jika sebentar lagi istrinya itu akan marah padanya.


"Ini" Keylin menunjukan jam pengiriman pesan Zora  kepada Akbar.


"Tepat pukul sebelas siang! Mas pikir aku tidak tau! ini kan jam sebelum kita pergi ke pantai. Jadi Mas sudah mengetahui semuanya?" Keylin menatap tak percaya suaminya itu. Sungguh kali ini ia merasa jika dirinya sudah dikerjai habis habisan oleh suaminya itu.


Akbar menahan senyumannya saat level kekesalan Keylin yang sepertinya sudah berada di puncaknya.


Wajah Keylin yang memerah karena menahan marah, menjadi hiburan tersendiri baginya.


Tak pernah ia bayangkan, jika reaksi Keylin akan sebegini terkejutnya jika mengetahui fakta tersebut. Ia kira istrinya itu akan biasa-biasa saja kala dirinya mengingat betapa cueknya Keylin.


Namun siapa sangka, ternyata istrinya itu benar-benar terkejut dengan fakta tersebut. Dan jika Akbar prediksikan, 99,99% istrinya itu akan dinyatakan ngambek kepadanya.


"AAA, AKU MALU!" pekik Keylin, melepaskan celemek yang ada ditubuhnya dan melempar celemek tersebut ke sembarang arah.


Menghentak hentakkan kakinya, Keylin menaruh ponsel canggih milik Akbar di atas meja pantry.


"MAS JAHAT SAMA AKU!" sewot Keylin seraya melangkahkan kakinya meninggalkan dapur dengan segumpal emosi yang tegah menghiggapi hatinya.


"Key, Keylin" panggil Akbar saat melihat istrinya itu semakin menjauh, pergi dari dapur rumahnya.


Akbar terkekeh geli setelah melihat kepergian Keylin yang sudah menghilang di balik tembok dapur rumahnya.


"Sudah kuduga" ucapnya dengan tawa pelan yang keluar dari mulutnya.


..


Akbar meletakaan nampan yang berisi makanan yang tadi Keylin masak untuk dirinya ke atas meja nakas yang ada di dalam kamarnya.


"Key" panggil Akbar, namun Keylin sama sekali tidak mengindahkan ucapannya.


Seperti dugaannya, sepertinya istrinya itu masih ngambek kepada dirinya.


"Kau tidak ingin makan malam?" Akbar mendudukan tubuhnya di samping Keylin yang tengah menonton TV di atas kasur.


Hening...


Keylin masih mengabaikan suaminya itu.


"Kau bilang, kau ingin makan malam bersamaku" ujar Akbar yang seketika membuat Keylin langsung menolehkan wajahnya kepada Akbar.


"Kata siapa?!" sengit Keylin


Yap, Keylin sudah terpancing oleh ucapan Akbar. Karena inilah taktik yang Akbar gunakan agar istrinya itu ingin berbicara kepadanya.


"Kata ku!" polos Akbar seraya mengambil nampan yang ada di atas meja makannya dan menaruh ke pangkuannya.


"Ishhh" Keylin mencebikan bibirnya dengan kesal.

__ADS_1


"Makanlah" Akbar menyendokan suapan nasi ke arah Keylin.


"Nanti saja Mas" tolak Keylin, mengabaikan suapan nasi yang suaminya itu sodorkan kepada dirinya.


Akbar menghela nafas panjangnya dan menaruh kembali nampan yang ada di pangkuannya ke atas meja nakasnya.


"kemarin aku sudah memesankan tiket untuk kita berdua ke Bali" Akbar menghentikan ucapannya, untuk melihat respond dari istrinya itu. Dan sepertinya istrinya itu agak sedikit tertarik dengan ucapannya. Karena hal itu terbukti saat Keylin mulai menolehkan wajahnya kepadanya walau hanya sedikit.


"Dan minggu depan kita akan berangkat" lanjut Akbar.


"Benarkah?" Keylin membulatkan kedua matanya. Dirinya seketika lupa jika saat ini, ia tengah marah kepada suaminya itu.


Hufsss akhirnya selesai.


Akbar menghembuskan nafas leganya saat reaksi Keylin yang sangat antusias setelah mendengar kabar darinya.


"Ya" Akbar kembali mengambil nampan yang ada di nakasnya dan meletakannya di atas pangkuannya kembali.


"Kalau begitu kita harus segera mengemas barang-barang" Keylin segera beranjak dari kasurnya.


Grepp


Gerakan Keylin tertahan kala Akbar menahan pergelangan tangannya.


"Kenapa?"


"Makanlah dulu, besok saja mengemasnya. Ini sudah malam" ucap Akbar yang seketika membuat Keylin terduduk kembali.


"Ini benaran kan Mas?" Keylin menerima sodoran sesuap nasi dari Akbar seraya menatap suaminya itu dengan tatapan berharapnya.


"Hn" jawab Akbar sekenanya dan mulai memakan bagian suapannya sendiri.


"Gak tipu-tipu nih" tuding Keylin menatap selidik suaminya itu.


"Hnn" Akbar masih berusaha sabar, saat istrinya itu menanyakan hal yang sama berulang ulang.


"Jan-"


Cup


Akbar mencium bibir Keylin sekilas.


"Bawel" dengus Akbar dan memakan makanannya kembali.


Keylin diam terpaku karena masih kaget dengan tindakan suaminya barusan.


Blusss. wajahnya memerah tanpa bisa ia tahan


Tahan Keylin. jangan sampai pipimu memerah di depan suamimu. Cikk begini saja sudah baper! Dasar lebay.


rutuk Keylin dalam hati.


..


TBC

__ADS_1


seee youuu


__ADS_2