My Cold Husband Is Gentleman

My Cold Husband Is Gentleman
31. ABANG TUKANG SATE


__ADS_3

Sudah satu bulan lamanya pernikahan Keylin dan Akbar berjalan. Pernikahan mereka berjalan dengan sangat tenang layaknya sepasang kekasih yang sedang kasmaran.


Walaupun terkadang mereka sering mendapati banyak perbedaan di antara keduanya, tetapi hal itu bukanlah masalah besar bagi keduanya.


Dan meskipun perbedaan itu kerap kali menimbulkan percekcokan diantara keduanya yang berakhir dengan Akbar yang selalu mengalah dan di salahkan oleh Keylin. Tetapi menurut Akbar dirinya sama sekali tidak keberatan dengan hal tersebut.


Justru baginya, hal tersebut malah menambahkan kesan berwarna di dalam rumah tangganya.


Selama satu bulan ini Akbar mengenal banyak tentang istrinya begitupun sebaliknya. Keylin pun lebih mengenal Akbar lebih banyak.


Banyak sekali hal-hal yang membuat Keylin jatuh cinta pada Akbar di setiap harinya. Entah bagaimana suaminya itu membuat dirinya semakin jatuh cinta kepada dirinya, yang jelas Keylin merasa sepertinya dirinya mulai jatuh cinta dengan suami kakunya itu.


Walau terkadang suaminya itu kerap kali membuat dirinya kesal akan sikap dinginnya, tetapi entah mengapa Akbar selalu mempunyai seribu satu cara untuk meluluhkan hatinya. Entah itu dengan kata-katanya atau perilakunya terhadap dirinya.


Keylin menghembuskan nafasnya kala melihat manusia yang sedang ada di sampingnya yang sedang fokus bermain game.


Saking fokusnya orang itu, dirinya sampai-sampai di acuhkan selama satu jam. Dan hal itulah yang membuat dirinya sangat jengkel dengan mahluk yang berada di sampingnya saat ini.


Hufs sudah cukup!


Kini kesabarannya semakin menipis kala melihat suaminya itu diam tak berkutik kala dirinya melontarkan aksi protesnya. Benar-benar sangat menjengkelkan!


"Mas aku bosan" Keylin merengek kesal, menatap Akbar dengan tatapan jengkelnya.


Wushhh


Sunyi tidak ada sahutan dari sang empunya.


Keylin mendelik kala dirinya tak mendengar sahutan dari Akbar.


"Mas aku marah nih!" ucap Keylin dengan wajah sewotnya. Namun hanya tatapan acuh yang Akbar keluarkan untuk merespond ucapan istrinya itu.


"Hn"


"Mas ish" sungut Keylin sembari mencubit paha Akbar dengan kencang yang membuat seketika Akbar memekik kesakitan.


"Shh" Akbar mendelik ke arah Keylin sembari mengelus-elus pahanya yang terkena cubitan maut istrinya. Jujur saja cubitan Keylin lumayan kencang dan itu membuat pahanya sedikit perih dan memerah.


Setelah rasa sakitnya sudah menghilang sedikit, Akbar pun langsung melanjutkan aksi bermain gamenya lagi, tanpa memperdulikan Keylin yang sedang mendumelkan dirinya.


"Mas aku marah ih. Sebenarnya Mas itu lebih sayang sama aku atau sama game sih?" tanya Keylin dengan nada yang sangat kesal.


Dengan mudahnya Akbar menjawab "Game lah" tanpa mengalihkan tatapannya dari layar kaca TV.


Mata Keylin membulat.


Cukup sudah! Kali ini kesabaran Keylin benar-benar sudah habis.


Nafas Keylin seketika memburu kala dirinya mendengar ucapan Akbar yang benar-benar sangat menjengkelkan di hatinya.


Seketika Pandangan matanya kini mulai mengabur, sepertinya matanya sedikit lagi akan mengeluarkan cairan bening yang akan mengalir di pipinya.

__ADS_1


Kampret! Kenapa tibahtiba perasaanya menjadi sensitif sekali.


Sial! Ini pasti karena efek dari datang bulannya.


Padahal ini hanyalah hal sepele, tapi entah kenapa dirinya ingin menangis hanya karena hal sepele seperti ini.


Bukankah itu sudah sangat biasa jika Akbar mencueki dirinya? Tapi entah kenapa hal itu sangat mengganggu perasaannya sekarang.


Keylin juga tidak mengerti akan perasaanya ini. Entah kenapa akhir-akhir ini dirinya mudah sekali baper pada apapun yang di lakukan oleh suaminya.


Dirinya pun juga sering di landa kebingunngan akan perasaanya, yang kadang-kadang senang, kadang-kadang sedih dan kadang-kadang marah terhadap Akbar.


Apa mungkin karena sekarang ruang hatinya sudah terisi oleh suaminya itu? Sehingga apapun yang di lakukan Akbar akan terasa begitu ber-efek kepadanya, walaupun itu hal itu hanyalah sebuah perlakuan belaka saja.


Keylin bangkit dari duduknya siap-siap untuk pergi ke kamarnya.


Namun belum satu langkah kakinya beranjak, tiba-tiba pergerakannya terhenti kala sebuah tangan besar menahan pergelanggan tangannya yang siapa lagi kalau bukan Akbar.


Jujur saja sedari tadi Akbar sudah menahan senyumannya kala melihat aksi merajuk istrinya yang mirip seperti anak kecil yang sedang merajuk kala tidak di belikan mainan kesukaannya.


Akbar menarik pergelangan tangan Keylin dengan lembut agar istrinya itu kembali duduk seperti semula. Tetapi kali ini usahanya gagal, sepertinya dirinya lah yang harus bangkit dari duduknya untuk menghampiri istri manjanya itu.


Setelah bangkit dari duduknya Akbar menatap wajah istrinya yang memerah, ntah itu karena marah atau karena hal lain.


"Maaf aku hanya bercanda, jangan marah" ucap Akbar sembari menarik keylin kedalam pelukannya.


"Hikss aku kesal sama Mas" ucap Keylin berusaha menatap Akbar mengabaikan air mata yang mengalir di pipinya.


"Maaf, aku hanya bercanda. Jangan menangis" Akbar mengusap sudut mata Keylin yang berurai air mata dan menenggelamkan kepala istrinya kembali ke dalam dada bidangnya.


Setelah beberapa menit kemudian, Keylin pun melepaskan pelukannya dari Akbar.


"Sudah?" ucap Akbar dengan senyuman mengejeknya.


Keylin memukul Akbar dengan pelan.


"Menyebalkan!" dengus Keylin yang seketika membuat Akbar tertawa ringan.


"Mas sebentar deh"


Keylin menatap Akbar lekat-lekat dan terdiam beberapa saat.


Tiba-tiba entah kenapa, dirinya sangat ingin memakan sate pinggiran yang ada di jalan dekat kantornya.


"Em Mas kayaknya enak deh sate deket kantor ku"


Akbar menaikan satu alisnya saat mendengarnya. Apa maksudnya? Apakah ini semacam kode? Pikirnya.


"Kau mau?" tanyanya langsung to the point.


Spontan Keylin menjawab. "Iya aku mau" ungkap Keylin dengan mata yang berbinar binar.

__ADS_1


Akbar menatap istrinya dengan heran. Entah sudah ke berapa kalinya dalam sebulan Keylin meminta di belikan ini dan itu. Apalagi jika dirinya melihat tatapan Keylin yang benar-benar menginginkan makanan tersebut, membuat dirinya benar-benar tidak bisa menolak keinginan istrinya itu.


Pernah suatu kali dirinya tidak membelikan makanan yang Keylin inginkan. Istrinya itu benar-benar langsung merajuk padanya selama semalaman dan menangis sesegukan hanya karena dirinya lupa membelikan makanan yang di pesannya.


Dan jika ia perhatikan akhir akhir ini istrinya itu sekarang mudah sekali menangis dan merajuk hanya karena hal hal sepele. Dirinya jadi bingung akan perasan Keylin yang tak menentu itu.


Apakah ini yang dinamakan mood swing? Yah sepertinya begitu. Batin Akbar dengan wajah malasnya.


"Kalau begitu ayuk" ucap Akbar lalu dirinya pun mengambil jaketnya yang tergantung di kamarnya dan memberikannya kepada Keylin.


Keylin mengerutkan keningnya.


"Untuk apa? Aku kuat kok, gak bakal kedinginan"


"Ini sudah malam. Kita akan pergi naik motor saja agar lebih cepat sampainya. Lebih baik kau pakai sepatu. Biar tidak kedinginan. Dan tidak ada protes! Atau tidak, kita tidak akan pergi" Akbar mengeluarkan ultimatumnya dan menatap Keylin dengan tatapan tajamnya


Yang membuat Keylin memberenggut kesal setelah mendengar ultimatum yang telah di keluarkan oleh suaminya itu. Padahal baru saja dirinya ingin melayangkan aksi protesnya.


.............


"Bang pesen sate ayam 50 tusuk sama lontongnya 2 piring" Akbar seketika langsung mendelik tajam saat mendengar perkataan Keylin barusan. Karena sejujurnya dirinya sedikit syok mendengar ucapan Keylin barusan.


"Kau yakin abis?" Akbar menaikan satu alisnya. Karena masih tak percaya dengan apa yang istrinya itu pesan.


Keylin menganggukkan kepalanya.


"Yakin. Kalau gak abis kan masih ada Mas. Mas kan suami aku, jadi harus bantu aku dong" ucap Keylin dengan manja sembari menaik dan menurunkan kedua alisnya, membuat Akbar seketika langsung menghembuskan nafas gusarnya setelah mendengarnya.


"Hn"


"Bang tolong banyakin bumbu kacangnya ya. Sama ayamnya tolong dibakarnya agak lamaan dikit biar ada gosong-gosongnya dikit. Terus tolong kasih sedikit jeruk nipisnya ya Bang, biar seger"


"Ohh iya Mbak, nanti saya bikinin maaf ya Mbak mungkin rada lama" ucap Abang tukang sate dengan sopan.


"Iya Bang gapapa" ucap Keylin dan tersenyum riang menatap tukang sate tersebut.


Akbar mendelik tajam ke arah Keylin ketika dirinya mendengar permintaan Keylin yang rada kurang masuk akal.


Pasalnya mana ada coba pembeli angkringan seperti ini meminta yang macem-macem. Memangnya dirinya sedang berada di restoran berbintang lima apa. Untung saja tukang satenya baik hati, kalau tidak mungkin pasti istrinya itu akan kena imbas dari Abang tukang sate tersebut.


"Maaf ya Bang, biasa Istri saya sedang ngidam. Maklum Ibu hamil jika tidak di turuti kemaunnya maka pasti akan ngambek" ucap Akbar dengan senyum tak enaknya.


Mendengar hal tersebut, Keylin langsung menatap tajam ke arah suaminya kala kata-kata sembarangan tersebut keluar dari mulut suami tampannya itu.


Rasanya ingin sekali dirinya meremas mulut Akbar dan melayangkan aksi protesnya, saat suaminya itu mengucapkan hal tersebut.


Tapi apa daya dirinya karena pada akhirnya dirinya hanya bisa tersenyum malu ke arah Abang tukang sate tersebut.


"Mas iss! Ngeselin banget sih jadi orang!"


"Aku bener kan, kalau kau itu memang seperti orang yang sedang mengidam. Banyak maunya!" ucap akbar enteng.

__ADS_1


Keylin mendengus kesal. Pasalnya memang benar dirinya kini sudah seperti ibu-ibu yang tengah mengidam dan dirinya tidak bisa menyangkal itu.


....


__ADS_2