My Cold Husband Is Gentleman

My Cold Husband Is Gentleman
49. Ucapkan Kata Terimakasih


__ADS_3

...Selamat menikmati. Jangan lupa like dan komennya ya....


...


"Sorry aku telat. Ada bajingan gila yang menahanku tadi" dengan tergesa-gesa seorang pria berbaju hitam menghampiri meja Agram


"Alasan! Bukankah kau yang bajingan gila?"


"Sialan kau!" desisnya dan kemudian duduk di samping bangku Agram.


Dahinya mengercit. "Kau sedang bersama wanita?" tanyanya saat ia melihat tas selempang wanita berwarna hitam .


"Hn, dia temanku dulu"


"Dulu?"


"Ya, itu dia. Flo kemari"


"Hai Flo, kenalkan ini temanku. Zehran"


Deg


Sejenak waktu seperti berhenti berputar bagi Floren. Tatapan yang kelam nan tegas membuat tubuh, Floren seketika membeku.


Begitu banyak pertanyaan yang berkecamuk di kepala Zehran dan Floren sehingga menciptakan suasana yang canggung di antara keduanya.


"Hei, ada apa dengan kalian. Apa kalian sudah saling kenal?" Agram sedikit terheran melihat reaksi kedua kawannya itu. Ada apa dengan keduanya? Seperti tengah melihat musuh saja. Keduanya tampak begitu tegang dan terkejut satu sama lain.


Zehran tersadar dari lamunannya. "Yah kau benar, aku memang sudah mengenalnya" ucap Zehran seraya mengalihkan tatapannya.


Ini sungguh suasana yang canggung di antara keduanya.


Floren sedikit menyunggingkan senyumannya. "Dia benar"


Sienna menghela nafasnya dengan pelan. Lagi-lagi sikap acuh Zehran tujukan padanya.


Yahh seharusnya dirinya memang tidak boleh berharap jika akan di perlakukan dengan baik oleh Zehran. Cukup bertemu seperti ini pun, adalah hal yang harus ia syukuri.


"Yasudah mengapa kalian bengong. Ayuk kita duduk" ajak Agram yng memecah kecanggungan di antara keduanya.


...


"Makanlah" Akbar menyodorkan satu nampan yang berisi lauk pauk serta nasi ke hadapan Keylin yang sedang duduk di atas ranjang.


"Sejak kapan Mas bangun?" Keylin menerima sodoran nampan dari suaminya dan menaruhnya di atas pangkuannya, seraya menatap Akbar dengan tatapan intensnya.


"Sejak dua jam yang lalu" sahut Akbar seraya menyalakan layar televisi yang ada di kamar dan mendudukkan tubuhnya di samping Keylin.

__ADS_1


Keylin memperhatikan Akbar dengan tatapan seksamanya.


Dirinya berdecak tak suka saat ia melihat Akbar yang begitu segar.


Terlihat, suaminya itu begitu tampan sehingga sangat berkebalikan sekali dengan keadaannya saat ini.


Ini tidak adil! Sungut Keylin dalam hati.


Tadi setelah Akbar menyelesaikan pekerjaan kantornya, Keylin benar-benar dibuat kewalahan oleh suaminya itu. Akbar benar benar menggempurnya habis habisan.


Keylin benar-benar kelelahan hingga rasanya, tubuhnya hampir remuk karena ulah suami dinginnya itu.


Disaat dirinya sangat kelelahan karena pertempuran mereka, namun suaminya itu justru terlihat biasa-biasa saja. Dan malah, sepertinya aura suaminya itu malah bertambah cerah dan sama sekali tidak menunjukan tanda tanda kelelahan seperti dirinya.


Keylin jadi kesal kala melihat hal tersebut. Bahkan ketika tubuhnya hampir remuk karena ulah pria tersebut. Tapi Akbar sama sekali tidak merasakan apapun pada tubuhnya.


Tidak seperti dirinya yang bahkan hanya untuk berdiri pun kakinya sudah gemetar tak karuan karena tak kuat untuk menopang tubuhnya sendiri.


"Mas udah makan?" tanya Keylin seraya menengokkan kepalanya ke samping.


"Sudah" jawab Akbar tanpa mengalihkan tatapannya dari layar kaca televisi.


Keylin mengangguk anggukkan kepalanya dan menaruh nampan yang ada di pangkuannya ke atas meja nakas yang ada di samping tempat tidurnya, setelah menghabisi seperempat dari makanannya.


"Kenapa tidak di habisi?" tanya Akbar saat dirinya melihat piring yang tadi ia bawa untuk Keylin masih tersisa banyak.


"Aku kenyang" ujar Keylin jujur dan meminum air putih yang tadi Akbar bawa untuknya.


"Ya" Keylin tersenyum manis dan menatap Akbar dengan tatapan yakinnya.


Akbar menghembuskan nafas panjangnya dan kembali mengalihkan tatapan matanya ke arah layar kaca televisi.


"Makanlah yang banyak! Aku tidak suka kalau kau kurus" ucap Akbar tanpa mengalihkan tatapannya dari layar kaca televisinya.


Keylin tersenyum setelah dirinya mendengar kata kata Akbar barusan. Tiba tiba hatinya menghangat setelah suaminya itu mengatakan hal tersebut. Meski Akbar terlihat sangat cuek dan acuh dari luar, namun ternyata suaminya itu memiliki sisi yang sangat perhatian dan sangat lembut terhadap orang yang ia sayang.


Cup


Keylin mencium pipi Akbar sekilas.


"Iya suamiku" bisik Keylin di telinga Akbar dengan nada yang terdengar seperti anak kecil.


Akbar menolehkan wajahnya ke samping setelah Keylin melakukan hal tersebut. Dan menatap wajah Keylin yang terlihat sangat pucat pagi ini.


Akbar mendekatkan tubuhnya kepada tubuh Keylin.


"Maafkan aku" Akbar menggapai wajah imut Keylin dan mengusapnya dengan lembut.

__ADS_1


"Untuk apa?" tanya Keylin, berpura pura tidak tahu walau sebenarnya ia sudah tahu kemana arah pembicaraan mereka akan di mulai.


"Untuk yang tadi malam" Akbar sungguh menyesal melihat Keylin yang begitu kelelahan pagi ini karena ulahnya tadi malam.


"Kenapa harus minta maaf?" Keylin menyingkirkan kedua tangan Akbar yang ada di pipinya dan menaruhnya di atas pangkuannya.


"Aku tidak suka jika Mas mengucapkan hal itu lagi kepadaku" Keylin menggapai kedua pipi Akbar dan menangkupnya dengan perlahan.


"Ucapkan saja terimakasih! karena itu akan membuatku sangat gembira" ucap Keylin dengan lembut seraya mengusap usap wajah Akbar dengan penuh kelembutan.


Keylin sangat tidak suka saat dirinya melihat rasa penyesalan di kedua mata suaminya itu. Baginya hal itu adalah suatu kewajiban yang harus ia lakukan untuk suaminya, karena itu adalah sebagian dari tugas dan bentuk baktinya kepada Akbar.


Cukup suaminya itu mengucapkan kata terimakasih padanya. Maka hal tersebut jauh lebih dari cukup baginya.


Akbar tersenyum tipis dan menghela nafas beratnya.


Dirinya menggenggam kedua tangan Keylin yang ada di pipinya dan mendekatkan wajahnya kepada wajah Keylin.


Cup.


Akbar m*nci*m bibir Keylin dengan lembut dan m*lum*tnya sedikit lebih lama.


"Terimakasih" ucap Akbar setelah dirinya melepaskan tautan bibirnya dari bibir Keylin.


Bluss. Wajah Keylin seketika bersemu merah dibuatnya. Akhhh kenapa suaminya itu tiba tiba jadi romantis begini?


Sungguh Keylin tidak tahan dengan detak jantungnya yang sepertinya sedang menggila di tempatnya.


Keylin membuang wajahnya ke samping saat wajahnya mulai memerah setelah Akbar melepaskan ciuman mereka.


"Ma-mas bolehkah aku meminta sesuatu kepada Mas?" Keylin masih mengalihkan tatapan matanya dari Akbar karena dirinya masih belum berani tuk menatap kedua bola mata suaminya saat ini.


"Apa?" ucap Akbar yang masih setia menatap wajah Keylin dengan tatapan intensnya


"Bolehkah aku keluar nanti malam? Aku ingin jalan jalan mencari cemilan"


"Hn boleh" jawab Akbar.


"Benarkah?" wajah Keylin langsung sumbringah dan menatap Akbar dengan tatapan antusiasnya.


"Hnnn" sahut Akbar dan kembali menatap layar kaca televisinya.


"Yes" pekik Keylin.


"Makasih Mas" Keylin mengalungkan tangannya di lengan Akbar dan menumpukan kepalanya di bahu suaminya itu.


..

__ADS_1


TBC


See you.


__ADS_2