
Di malam yang temaram ini, segerombolan pria berwajah tampan tengah berkumpul di atas rooftop dengan gelak tawa yang tengah menguasai bangunan teratas gedung tersebut.
"Hahaha kau ingat? Seperti apa wajahnya Milad ketika dia abis putus cinta? itu sungguh menggelikan bukan? Hahaha" Alfin memukul-mukul meja seraya memegangi perutnya yang terasa sakit akibat tawa gelinya.
"Ya itu benar-benar menggelikan! Bahkan aku saja sampai jijik melihatnya hahaha" Kenos menimpal dan mengejek kawannya tersebut.
"Berisik! Tidak bisakah kalian tidak mencemoh ku hah? Kalau tau seperti ini, lebih baik aku tidak usah datang saja kesini!" ketus Milad yang membuat gelak tawa Kenos dan Alfin semakin menjadi.
"Hei santai saja. Kau ini baperan sekali, seperti wanita saja" Bara merangkul bahu kawannya tersebut dan menepuknya dengan perlahan.
Milad menepisnya dan menatapnya dengan tatapan tajamnya.
"Jijik! Jangan menyentuhku. Itu membuatku mual!" sengit Milad dengan dengusan yang keluar dari mulutnya.
Bara mengangkat kedua tangannya
"Baiklah-baiklah. Jangan ngambek sayang" ejeknya yang seketika membuat semua kawanHkawannya itu tertawa sampai terbahak bahak.
Milad tersenyum masam kala dirinya menjadi bahan tertawaan sahabat sahabatnnya tersebut. Dengan satu ayunan penuh, dirinya pun mengarahkan tangannya ke kepala Kenos.
Plakkkk
"Shh sakit bodoh!" ringis Kenos dan mengusap kepalanya yang terkena teplakan Milad.
"Rasakan! Itulah balasannya, jika kau sering mendzolimi orang. Memangnya enak!" Milad tersenyum menang dan mengejek Kenos dengan tatapan mencemohnya.
Plakkkk
Bara menabok kepala Kenos dengan keras dan meniup tangannya setelah melakukan hal tersebut.
"Woiii sakit gila! Kalian itu tidak waras ya!" Kenos mengeram kesal dan menatap tajam kedua orang yang telah menganiayanya.
"Hah, memangnya sakit? Padahal aku pelan loh memukulnya" sahut Bara dengan wajah tanpa dosanya.
Nafas Kenos memburu dan mengeram kesal kala menyaksikan hal itu.
"Sudahlah, kalian ini seperti anak kecil saja! Kasian dia. Lihat"
"Bahkan dia sepeti orang yang tengah sekarat. Ck" ucap ian dan menatap kasian terhadap sahabatnya itu.
"Kau itu ingin mengejekku atau menolongku sih hah?" bengis Kenos menatapnya tajam.
"Mengejek lebih tepatnya" frontal Zehran yang membuat Kenos semakin kesal.
"Atau.... bisa dibilang dia hanya sedang kasihan denganmu" sahut Eyon menambahkan ucapan Zehran sebelumnya.
Kenos menatap sebal kawan-kawannya tersebut. Sungguh saat ini dirinya benar benar tidak terima! dengan semua perlakuan kejam teman temannya tersebut.
__ADS_1
Niat hati ingin datang untuk menghilangkan rasa suntuknya, namun malah perlakuan penistaanlah yang ia terima.
Menyesal!
Sungguh Kenos menyesal karena sudah datang kesini Jjika tau dirinya akan bernasib sesial ini, sudah pasti dirinya tidak akan datang ke tempat laknat ini.
"Hei hentikan. Nanti dia akan benar benar baper, sudahlah. Tidakkah kalian sadar? Jika ini sudah kebablasan" Leri angkat bicara untuk meredamkan rasa kesal yang tengah menghampiri sahabatnya itu.
"Hah kau selalu saja membelanya. Lihatlah, dia bahkan jauh lebih manja dari yang dulu" celetuk Zehran dengan wajah mengejeknya dan memutarkan kedua bola matanya dengan malas.
"Ya aku setuju denganmu" sahut Rans dengan wajah datarnya yang membuat Kenos seketika memekik kesal.
"Kakak ipar, lihatlah sekarang kau juga mengejekku. Akan ku adukan ini kepada kak Killa biar kau tau rasa!" ancam Kenos seperti anak kecil dan menunjuk Rans dengan wajah kesalnya yang membuat Eiko seketika langsung memutarkan kedua bola matanya dengan malas saat melihat hal tersebut.
Akbar menatap datar saat dirinya menyaksikan hal tersebut.
Benar dugaannya, hal ini pasti akan terjadi.
Inilah alasannya, mengapa dirinya jarang sekali ikut hadir dalam pertemuan sahabat sahabatnya tersebut.
Lihatlah.... betapa konyolnya dan kekanak-kanakan kawan-kawannya itu.
Walau apapun topiknya, tetap saja ujung-ujungnya pasti akan berujung seperti sekarang ini. Saling ejek-mengejek dan berujung pada penistaan yang tiada hentinya.
Dari jarak lima meteran Seraline mendengus sebal kala melihat aksi konyol kawan kawan SMA-nya tersebut.
"Konyol sekali!" Seraline mendengus sebal menatap sebelas pria tersebut dengan tatapan jengahnya.
"Itulah sebabnya aku menginginkan kita terpisah. Lihatlah... mereka begitu sembrono!" decak Seraline dan menggeleng gelangkan kepalanya.
"Bukankah mereka memang seperti itu sejak lama heh?" sahut Anna seraya menghisap sedotan minumannya.
"Ya tapi sekarang, rasanya mereka semakin konyol saja!" dengus Seraline dengan mata yang masih tertuju pada teman laki lakinya tersebut.
Keylin terkikik geli mendengar hal tersebut.
"Tapi menurutku mereka itu lucu. Lihatlah... mereka seperti saudara kandung"
Anna jadi ikut-ikutan tertawa kala mendengarnya
"Keylin benar, mereka memang lucu. Aku saja sampai iri melihatnya" cetus Floren dengan senyuman manisnya.
"Yang lucu itu temen-temen Leri atau Zehran?" dengan jail Sienna melontarkan kata-kata menggodanya yang seketika membuat sang empunya langsung gelagapan di buatnya.
"Ahh ka-kau pandai bercanda!" Floren tersenyum salting dan membuang wajahnya ke samping.
Killa cekikikan melihat wajah Floren yang sudah Semerah tomat.
__ADS_1
"Ah atau mungkin Leri yang lebih menggoda?" tanya Killa dengan satu kedipan nakal yang ia tujukan kepada Sienna.
Ma-mana mungkin! Hahaha" blusss sekarang wajah Sienna yang malah memerah.
"Ehh sepertinya ada yang tidak aku ketahui" Keylin mengerutkan keningnya dan menatap penasaran ke lima kawan barunya tersebut.
"Jangan-jangan kalian berdua suka ya sama Bang Leri dan Zehran ya?" Keylin menatap kedua perumpuan cantik tersebut dengan tatapan menyelidiknya.
"Eng-engak kok" elak keduanya secara bersamaan.
"Bohong!" Anna mendelik dan menunjuk Floren dan Sienna.
"Jangan bohong! Kalian benar-benar menyukainya kan?" tanya Anna yang membuat Floren dan Sienna saling membuang wajahnya kala di tembak oleh pertanyaan seperti itu.
"Se-sebenarnya..."
"Key" panggillan Leri yang dari kejauhan, seketika membuat ucapan Sienna terpotong dan ke lima temannya seketika langsung mengalihkan asitensinya ke arah pria tampan tersebut.
"Sini" panggilannya sekali lagi seraya mengibas ngibaskan tangannya, memberikan kode agar keenam wanita tersebut mendekat kearahnya.
Akhirnya Keylin dan ke lima temannya itu pun mendekat ke arah dimana Leri berada.
"Ada apa?" tanya Keylin seraya menatap kakak iparnya tersebut.
"Duduklah disini, untuk apa kalian duduk disana. Tidakkah kau lihat? Jika suamimu ini sejak tadi selalu saja memandang ke arahmu" ucap Leri seraya terkekeh geli yang seketika membuat Akbar mengeram kesal kala mendengarnya.
"Baiklah" jawab Keylin dengan senyuman manisnya.
Akhirnya Keylin pun dan kelima temannya duduk di tempatnya masing-masing.
"Kau.. Namamu siapa? Sepertinya aku belum pernah melihatmu?" tanya ian dan menatap Sienna dengan tatapan kagumnya.
"Sienna" jawab Sienna dengan wajah ayunya yang seketika membuat ian terkagum kagum kala mendengar suara lembut wanita tersebut.
"Kau manis sekali. Maukah Kau menjadi pacarku?" tembaknya seraya mengedipkan satu matanya tuk menggoda wanita ayu tersebut. Sehingga menghasilkan rona kemerahan di pipi wanita ayu itu.
Leri membulatkan matanya kala mendengar hal tersebut.
"Diam! Jangan coba-coba kau merayunya. Aku tidak Sudi menyerahkan Sienna kepada laki-laki sepertimu! Meskipun kau itu sahabatku!" Leri berucap ketus dan menepis tangan ian yang ingin menggenggam tangan Sienna yang tengah ada di atas meja.
........
...Terimakasih yang telah membaca...
...Jangan lupa like dan commentnya...
...see youu...
__ADS_1
...(❁´◡`❁)...