My Cold Husband Is Gentleman

My Cold Husband Is Gentleman
37. ALASKA


__ADS_3

"Key jangan berlari!" peringat Akbar. Karena baru saja dirinya membuka pintu kamar mandinya, tiba-tiba istrinya itu berlari ke arah dirinya.


"Mas" Keylin menunjukan foto yang ada di dalam ponselnya.


"Lihat Alaska. Dia sudah mulai bisa jalan. Mamah bilang bisakah kita pergi ke rumah Mamah besok?" tanya Keylin dengan wajah antusiasnya.


Akbar menatap istrinya sejenak. Ia kira ada sesuatu yang terjadi saat istrinya itu menghampiri dirinya dengan tergesa-gesa. Ternyata istrinya itu hanya ingin menunjukan hal tersebut.


"Bisa. Tapi aku ada meeting jam empat sore. Apakah boleh jika kita berangkat jam enam?" tanya Akbar dengan tangan yang sedang mengeringkan rambutnya yang basah.


"Di hari sabtu?" Keylin menaikan satu alisnya.


"Ya, karena klien ku adalah orang luar. Aku tidak bisa menolaknya karena dia sudah datang jauh-jauh"


Keylin mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti.


Setelah mengatakan hal tersebut Akbar pun melangkahkan kakinya ke arah ranjang.


"Mas" panggil Keylin.


"Hn?" sahut Akbar yang masih sibuk dengan aktivitasnya yang mengeringkan rambut.


"Boleh tidak, jika kita besok menginap di rumah Mamah? Aku pengen jalan-jalan bersama Alaska" tanya Keylin dengan suara pelannya.


Akbar menolehkan wajahnya ke arah Keylin.


"Jangan terlalu menyiksa Alaska Key. Nanti Bang David bisa memarahimu" ucap Akbar dengan wajah datarnya. Karena dirinya sudah tau motif tersembunyi istrinya itu.


"Mana ada! Aku kan sayang Alaska Mas" bela Keylin.


Akbar memasang wajah malasnya.


"Sini" suruh Akbar yang sedang berdiri di sisi ranjang. Keylin pun menurutinya.


"Kenapa Ma-"


Pletak


"Shhh Mas! Sakit!" rengek Keylin dengan bibir yang sudah maju beberapa senti.


Akbar mencondongkan wajahnya ke arah Keylin.


"Jangan bandel Key!" ucap Akbar dengan wajah datarnya. Setelah mengatakan hal tersebut dirinya pun merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Keylin bersungut saat melihatnya. Enak saja! sudah membuat jidat kinclongnya kesakitan, kini dengan acuhnya suaminya itu berbaring di atas kasur.


"Jadi, apakah boleh aku menginap disana? Emh tidak maksudku kita. Aku dan Mas" walau dengan hati yang masih gondok, Keylin tak pantang menyerah dengan ide menginapnya tadi.


"Hn" sahut Akbar, membuat Keylin memutarkan kedua bola matanya dengan malas.


"Hn itu apa Mas?" dengus Keylin.

__ADS_1


"Iya" ucap Akbar.


Keylin tersenyum puas mendengarnya. Meski sudah terkena sentilan maut, setidaknya rencananya terlaksanakan. Lihat saja nanti, dirinya pasti akan memonopoli keponakannya itu.


Akbar menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat senyuman Keylin yang sangat mencurigakan. Walau istrinya itu tidak mengatakan strategi misinya, namun dirinya sudah bisa melihat dengan jelas apa yang tengah istrinya itu rencanakan.


Yahh dirinya hanya bisa berharap jika besok kakak iparnya tidak akan memusuhi istri mungilnya tersebut.


..


"Ulu uluuu, Alaska kenapa kau lucu sekali sih! Nanti Tante culik nih!"


Melihat Keylin yang tengah bercanda dengan keponakannya sendiri, Akbar jadi tersenyum lucu. Terlihat sekali jika istrinya itu tengah gemas dengan Alaska sang keponakan.


Semua orang yang melihat hal tersebut hanya tertawa pelan. Terkecuali sang ayah dari anak tersebut.


"Key, jangan di gigitin terus dong anakku! Nanti dia kesakitan!"


Keylin mengerucutkan bibirnya. Sedaritadi abangnya itu, selalu berkata seperti itu. Seperti tidak ikhlas sekali jika anaknya sedang bersamanya.


"Buat sana! Nanti terserah kau apakan saja anakmu!" ucap David yang sudah sangat gemas melihat tingkah Keylin yang sedaritadi memainkan anaknya seperti boneka.


"Abang!" protes Keylin.


David hanya menggedikkan bahunya.


"Gila! Bikin malu saja!" maki Keylin dalam hati.


Keylin tersenyum meledek.


"Huh! Memangnya enak!" ejek Keylin melalui tatapannya, dan David mengerti akan hal itu.


David mendengus sebal. Inilah alasannya mengapa dirinya selalu tidak ingin Alaska bertemu dengan Keylin. Karena adiknya tersebut pasti akan membuat anaknya seperti boneka kesayangannya.


Karena hari ini adalah jatah kumpul keluarga mereka, pastilah dirinya tidak bisa menyembunyikan anak semata wayangnya tersebut. Meski dirinya sangat menyayangi adik manjanya itu, tapi dirinya tetaplah seorang ayah yang sangat mencintai anaknya.


Hatinya selalu tak kuat, jika siapa saja yang mencubit atau memegang Alaska walau karena mereka gemas. Menurutnya itu adalah sebuah kekerasan pada anaknya.


"Alaska nanti besar jangan mau sama Tantemu ya. Soalnya Ayah gak suka kamu di aniaya sama dia" David mengambil Alaska dari tangan Keylin dan menggendongnya dengan penuh kasih sayang.


"David, kau mulai lagi" tegur Devan selaku sang ayah.


"Papah, jangan memarahiku! Alaska benci Ayahnya dimarahi!" bela David.


Hellen seketika tertawa pelan saat melihatnya. Yah selalu seperti ini jika keluarga mereka tengah berkumpul. Rasanya waktu begitu cepat berlalu saat melihat anak-anaknya yang sudah memiliki keluarga masing-masing.


Seperti baru hari kemarin, dirinya merasa jika kedua anaknya itu tumbuh dengan begitu cepatnya.


"Ada apa?" Devan merangkul Hellen dari samping.


"Tidak. Hanya saja lucu melihat mereka yang sudah memiliki keluarga kecil masing-masing. Aku tidak menyangka, jika waktu begitu cepat" ungkap Hellen yang membuat Devan hanya tersenyum.

__ADS_1


"Bukankah menyenangkan jika keluarga ini bertambah banyak?" ucap Devan yang hanya bisa di dengar oleh Hellen.


Hellen tertawa pelan. Dari perkataan Devan dirinya bisa mengerti dengan apa yang di maksud oleh suaminya itu. Meski waktu begitu cepat berlalu, tapi senang rasanya bisa melihat anak-anak mereka bisa tumbuh hingga memiliki keluarga seperti dirinya dan suaminya.


Hellen menyandarkan kepalanya di bahu Devan.


"Aku mencintaimu Devan" bisik Hellen yang seketika membuat Devan tersenyum tipis.


"Me too" sahut Devan, mengabaikan pertengkaran yang tengah terjadi di antara anak-anaknya.


...


Sesuai dengan rencana awalnya, pagi-pagi Keylin sudah menculik keponakan tampannya dengan alasan ingin pergi jalan-jalan di sekitar komplek perumahan sembari menjemur keponakannya itu.


Tentu saja pada awalnya sang ayah dari keponakannya ini, langsung menolaknya dengan tegas. Dirinya pun sudah membayangkan jika ijinnya pasti tidak semudah yang ia harapkan. Namun, karena kakak iparnya selalu memihak kepada dirinya, Keylin jadi tak perlu berlama-lama berdebat dengan kakaknya tersebut.


"nanynanana" dengan tangan mungilnya Alaska mencoba menggapai-gapai wajah Keylin.


"Hap" Keylin mengambil tangan Alaska dengan tangannya.


"Gemasnya! Anak siapa sih! Sini tante cium"


Cup


Cup


Cup


Keylin mengecup seluruh pipi gembul Alaska, sehingga anak berusia satu setengah tahun tersebut tertawa geli.


"Ini siapa?" tunjuk Keylin kepada dirinya sendiri.


"Tante. T-A-N-T-E, Tante. Alaska harus memanggil tante ya" ucap Keylin dengan tangan yang sembari mengunyel-unyel pipi Alaska.


Seraya mendorong stroller bayi, Akbar tak henti-hentinya memperhatikan interaksi Keylin dan Alaska yang menurutnya sangat lucu.


Seperti dugaannya, Keylin benar-benar menculik keponakannya itu. Dengan berbagai alasan yang istrinya itu kerahkan, akhirnya istrinya itu dapat meluluhkan hati sang kakak. Atau lebih tepatnya, istrinya itu dapat meluluhkan hati Lily hingga mau tak mau kakak iparnya pun menuruti kemauan istrinya itu.


Beruntunglah tadi pagi tidak terjadi perang antar saudara diantara istrinya dan kakak iparnya itu. Sehingga pagi ini, dirinya pun bisa bernafas lega karena tidak mendengar rengekkan Keylin yang tidak dapat memonopoli keponakannya tersebut.


"Mas, Mas mau gendong Aska?"


Akbar mengercitkan keningnya. "Aska?" tanyanya dengan wajah tak mengerti.


"Ah, karena nama Alaska terlalu panjang saat aku memanggilnya, jadi aku memutuskan untuk memanggilnya dengan nama Aska" ucap Keylin dengan cengiran khas lima jarinya.


Akbar tersenyum geli. Bisa-bisanya istrinya itu mengubah nama Alaska dengan se-enak jidatnya. Bisa ia bayangkan, bagaimana jengkelnya wajah David saat mengetahui ulah istrinya ini.


....


TBC

__ADS_1


__ADS_2