My Cold Husband Is Gentleman

My Cold Husband Is Gentleman
50. Hangout


__ADS_3

"Mas ini lucu sekali kan?" Keylin menyodorkan suatu baju couple kepada Akbar, dengan gambar yang melambangkan setengah hati di masing masing bajunya, dan jika baju itu disatukan maka terbentuklah sebuah hati yang sempurna.


"Key sudah kubilang, jangan membeli barang-barang yang tidak bermutu!" decak Akbar mendengus kesal. Karena sedari tadi istrinya itu sudah banyak membeli barang barang yang tidak penting menurutnya.


"Jangan begitu! Kau mana tau selera wanita!" desis Seraline dan menatap sebal kawannya itu karena dirinya kesal sekali dengan sikap Akbar yang sulit sekali untuk diajak bersenang senang. Padahal Malam ini, Keylin dan Kawan kawannya sudah sepakat untuk belanja barengan dan menghabiskan waktu mereka dengan bersenang senang.


"Hei mulut cabai! Jangan mengajarkan Keylin yang tidak-tidak! Kau ingin Keylin jadi durhaka ya pada suaminya?" ujar Alfin seraya menjitak kepala Seraline dengan sedikit kencang.


"Shhhh aw Alfin! Sakit tau!" Seraline mengusap usap kepalanya yang terkena jitakan Alfin.


"Sini kau! Akan kubalas kau!" Seraline menggapai gapai tangan Alfin yang saat ini tengah menghindar dari cubitan mautnya.


"Bleeeee gak kena! Gak kena. Sini dong kenain, blee cemen banget" ejek Alfin seraya menjulurkan lidahnya ke arah Seraline dengan wajah yang sangat menyebalkan.


"Alfin! sini kau!" Seraline masih berusaha menggapai gapai tubuh Alfin yang berusaha menghindar dari dirinya.


Leri menghembuskan nafas gusarnya saat melihat tersebut. Dirinya menatap jengah kedua temannya itu yang terlihat seperti anak kecil saat ini.


"Jor" Leri menyikut lengan Jordan.


"Hnnn" Jordan langsung mengerti dengan apa yang dimaksud Leri.


"Sayang" Jordan menarik tangan Seraline agar kedua manusia tersebut menghentikan aksi kekanak kanakan mereka.


"Ordannn liat Alfin. Dia jahat kepadaku" rengek Seraline seraya menarik narik lengan baju Jordan seperti anak kecil.


"Ordan! Ordan! NAMANYA JORDAN INCES SERALINE! Gak bisa baca nama orang apa!" gedeg Alfin saat dirinya melihat tingkah laku Seraline yang sungguh menggelikan dimatanya.


"TUH KAN! SAYANG......" adu Seraline pada sang kekasih


Rans tersenyum samar saat dirinya melihat drama tersebut. Dirinya sudah menduga hal ini pasti akan terjadi jika dirinya membawa Alfin dan Seraline secara bersamaan.


Seharusnya tadi dirinya tidak usah mengajak Alfin atau Seraline untuk diajak. Karena dirinya benar-benar lupa jika tikus dan kucing tidak akan pernah akur jika sedang bertemu.


"Sudahlah kalian ini seperti tikus dan kucing saja" kekeh Sienna tertawa geli, melihat kedua mahluk yang sedang bertengkar tersebut.


"Ta-tapi dia yang mulai Yenna!" decak Seraline dengan mata yang sedang melotot tajam ke arah mangsanya itu.


"Sayang" Jordan menghela nafasnya.


"Udah ya, kita kan sedang bersenang-senang. Memangnya kamu tidak ingin menikmati ini?" Jordan mengusap usap kepala Seraline berusaha untuk meredakan emosi kekasihnya tersebut.


"Ayo kita jalan-jalan, masih banyak kan yang ingin kau beli?" lanjut Jordan dengan nada yang penuh dengan kelembutan.


Sontak hal tersebut membuat Seraline langsung terdiam dan langsung menatap wajah sang kekasih yang tengah menatapnya dengan tatapan yang begitu lembut.


Seraline cukup tersentuh dengan perlakuan kekasihnya tersebut. Inilah alasannya, mengapa ia sangat mencintai pria tersebut.


Disaat dirinya tengah marah dan sangat tidak bisa mengendalikan emosinya, hanya Jordanlah yang dapat menenangkan hatinya.


Seraline jadi merasa bersyukur karena telah memiliki calon suami seperti Jordan. Pria dengan sejuta kehangatan yang pria itu miliki untuk dirinya dan selalu bersabar ketika menghadapi dirinya.

__ADS_1


"Hufss akhirnya" gumam Leri setelah dirinya melihat Seraline yang sudah di taklukan oleh pawangnya.


"Yasudah kalo gitu kita lanjut belanja lagi yukk" ajak Killa dengan semangat 45 saat situasi di antara mereka semua sudah mulai membaik.


"Ahh ya kau benar, lebih baik kita lanjut belanja lagi yukk" sahut Keylin tak kalah semangatnya dari Killa.


"Lagi?!" tanya Leri, Akbar, Alfin, Jordan dan Rans secara bersamaan.


"Ya, tentu saja" jawab Keylin, Killa, Sienna dan Seraline secara bersamaan


Oh tidak! Alarmn berbahaya kini mulai muncul di kepala masing masing kelima pria tersebut.


Sial! kakiku mulai pegal. Batin Alfin


Ohh tidak! Ini pasti akan berjalan dengan lama. Decak Leri dalam hati.


Hufss untung saja kau sedang mengandung anakku. Gumam Rans pelan


Ckkk mulai lagi! Decak Jordan dalam hati.


Hufs sudah kuduga. Batin Akbar menatap lesu istrinya tersebut.


..


Saat ini Keylin tengah berada di suatu toko cemilan terbesar yang ada di sekitar kotanya.


Dirinya menyempatkan waktunya bersama Akbar untuk membeli beberapa cemilan, tuk dibawa pulang olehnya, sebagai tambahan stock snack di rumahnya yang mulai habis.


"Mas, ini enak sekali. Cobain deh" Keylin menyodorkan suatu cemilan ringan ke depan mulut Akbar yang sedang bermain ponsel.


"Sudah! Berhenti! Dari tadi kau sudah membuatku hampir mencoba semua cemilan yang ingin kau beli!" keluh Akbar.


"Kau tau? Perutku sudah kenyang" decak Akbar menatap malas istrinya itu.


"Mas, tapi kali ini cemilannya sungguh enak. Mas harus mencobanya!" paksa Keylin dan masih bersikeras menyuapkan suaminya itu dengan tester cemilan yang ia ingin beli.


"Tidak!" tolak Akbar dengan cepat.


"Mas ishhh" rengek Keylin.


"Kali ini terakhir! Janji deh!" tawar Keylin seraya menaikan jari kelingkingnya, memberikan simbol bahwa dirinya benar benar akan memegang teguh janjinya.


"Kau janji?" tanya Akbar seraya menaikan satu alisnya.


"Hn janji!" Keylin mengangguk dengan semangat


Akbar menghela nafasnya dan mulai membuka mulutnya saat Keylin mulai menyuapi cemilan tersebut kedalam mulutnya.


"Bagaimana? Enak tidak?" tanya Keylin tak sabaran.


Enak

__ADS_1


"Hmm lumayan" jawab Akbar seraya membuang wajahnya ke samping.


"Hah, kok lumayan sih! padahal ini enak banget loh" Keylin cemberut dan menatap sebal suaminya itu.


"Ishh tau ah! Males aku minta pendapat dari Mas!" Keylin menghentak hentakan kakinya dengan kesal seraya pergi ke kasir untuk membayar semua total biaya tagihannya.


Akbar yang melihatnya pun hanya menggedikan bahunya dengan acuh dan menatap datar istrinya tersebut.


Setelah membayar semua tagihannya Keylin pun datang menghampiri Akbar dengan membawa beberapa kantong plastik di tangannya.


"Ayuk Mas"


"Sini" Akbar mengambil semua kantong plastik yang ada di tangan Keylin dan memindahkan semuanya ke tangan kanannya.


"Ayuk" Akbar mengambil tangan Keylin menggunakan tangan kirinya dan menggenggamnya dengan erat, yang seketika membuat Keylin tersenyum senang saat di perlakukan seperti itu oleh suaminya.


"Aduh" Keylin mengaduh kesakitan saat tiba tiba seorang pria bertubuh tinggi menabrak dirinya.


Dirinya seketika kehilangan keseimbangannya saat tubuh kekar tersebut menabrak tubuhnya dengan kencang.


Untung saja ada Akbar disampingnya, sehingga dengan sigap suaminya itu langsung menangkapnya dan dirinya terhindar dari adu jotos antara bokongnya dengan lantai toko yang begitu keras.


"Kau tidak apa apa?" Akbar menelisik penampilan Keylin dari atas sampai bawah. Memastikan agar keadaan istrinya itu baik baik saja.


"Emhh ya" sahut Keylin sekenanya seraya memegang bahu kanannya yang terasa sakit.


"Bahumu sakit?" tanya Akbar dan memegang bahu kanan Keylin dengan perlahan.


"Ya, sedikit" cicit Keylin.


"Ma-maafkan aku"


Akbar dan Keylin seketika langsung menghentikan pembicaraan mereka, kala mereka mendengar seseorang yang telah menabrakeylin mengucapkan kata maaf kepada Keylin.


Akbar menatapnya dengan datar seraya melemparkan tatapan tajamnya kepada pria tersebut.


"Gunakan matamu! Kau hampir mencelakai istriku" ucap Akbar dengan pelan dan menusuk kepada pria tersebut.


Pria tersebut pun seketika langsung membungkukkan tubuhnya di hadapan Keylin dan Akbar setelah dirinya mendengar ucapan menusuk dari Akbar.


"Ma-maafkan aku. Aku minta maaf padamu" ucap pria tersebut dengan takut takut saat ekspresi wajah Akbar yang semakin lama, semakin mengintimidasi dirinya.


"Pergilah!" dengan gaya arogantnya Akbar berucap seperti itu dan menatap sinis pria tersebut.


"Te-terimakasih" ucap pria tersebut seraya bergegas pergi dari hadapan Akbar dan Keylin.


"Mas" panggil Keylin setelah pria tersebut telah pergi dari hadapannya.


"Kenapa? Bahumu sakit sekali?" Akbar seketika langsung mengalihkan asitensinya terhadap Keylin dan menatap lembut istrinya itu.


Berbeda sekali dari tatapan yang tadi, saat Akbar menatap pria yang telah menabrak istrinya itu.

__ADS_1


.......


TBC


__ADS_2