My Fantasy Hero

My Fantasy Hero
Part 15: nggak Peka??


__ADS_3

Mereka berdua berjalan melewati lorong kelas, menuju ke kelas mereka.


"Felix, kamu duluan saja. Aku mau ke toilet dulu," ucap Floey sambil merapatkan tas di pundaknya.


"Ouh, yaudah," jawab Felix dengan senyuman.


Floey berlari menuju ke toilet. Saat dia berada di salah satu bilik toilet, dia mendengar suara percakapan


"Qilla, lo kemarin jadi nonton sama Kieran?" tanya seseorang


"Enggaklah, bioskopnya sudah disewa, jadi nggak bisa nonton," jawab Qilla dengan nada sedikit kesal


"Yah, gagal dong buat lo berdua sama dia?"


"Iyalah, sudahlah, ayo ke kelas," ajak Qilla


Mereka berdua keluar dari kamar mandi dan kembali ke kelas.


"Jadi, bener kemarin itu Kieran, hmm, sudahlah," gumam Floey dalam hatinya.


Di kelas...


"Selamat pagi anak-anak, sekarang ibu mau menjelaskan materi pelajaran hari ini..." Bu guru memberikan penjelasan kepada siswa-siswi di kelas.


Kringgg... Bel istirahat berbunyi.


"Baik, ibu cukupkan sekian sampai jumpa di pembelajaran berikutnya," ucap Bu guru sambil meninggalkan kelas.


Floey melirik Kieran dan ingin mengajaknya ke kantin, tetapi


"Kieran, ayok kita ke kantin. Aku udah lapar nih, dengerin pembelajaran barusan," ajak Qilla yang mencubit gemas tangan Kieran.


"Yaudah, ayok!" jawab Kieran sambil tersenyum, dan mereka berdua pergi ke kantin.


"Kieran, kenapa ya?" tanya Floey, mencoba mencari jawaban atas kebingungannya.


"Dor," ucap Felix sambil menepuk pundak Floey.


"Whaaa, ihh, Felix!" protes Floey.


"Kenapa si bengong mulu?" tanya Felix dengan senyuman.

__ADS_1


"Tidak! Siapa bilang aku bengong?" balas Floey dengan sedikit kesal.


"Yaudah, kita makan ini aja," ajak Felix sambil membuka bekal dari zeora


Clekkk... Pintu kelas terbuka dan Becca masuk ke dalam kelas.


"Ayok, kita pergi," kata felix sambil menarik tangan Floey, berencana untuk keluar dari kelas.


"Felix," Becca memegang tangan Felix, "kenapa kamu selalu begini sama aku? Kamu benci sama aku? Sampai segitunya kamu menghindar dari aku!" tanya Becca sambil menatap Felix dengan tatapan penuh kebingungan.


"Maksud?" tanya Felix, dengan cepat mengalihkan pandangannya dan menarik Floey keluar dari kelas.


"Ihh Felixxx!" teriak Becca, tapi mereka sudah pergi dan tidak mendengar teriakan Becca.


🍃🍃


Di atap sekolah, angin berhembus kencang membuat rambut panjang gadis berkulit putih itu berterbangan. Mereka berdua, Floey dan Felix, duduk di pinggir atap, menikmati suasana yang tenang.


"Kamu kenapa sama Becca?" tanya Floey sambil menatap Felix dengan rasa penasaran.


"Nggak," jawab Felix singkat.


"Bohong!! Kamu marahnya sama dia? Emang masalahnya apa sampai kamu menghindar dari Becca?" tanya Floey dengan nada mengejek, sambil menatap Felix tajam.


"Sinii," kata Floey sambil menarik kotak bekal yang dibawa Felix dan membukanya. Di dalamnya terdapat seporsi nasi goreng yang terlihat enak dengan berbagai lauk pelengkapnya.


"Woah, Felix, sini makan!" ajak Floey dengan semangat.


"Aku nggak lapar. Kamu aja yang makan," ucap Felix dengan sedikit mengernyitkan bibirnya.


"Yaudah, aku makan sendiri nih. Mmm, enakkk," goda Floey sambil memasukkan sejumput nasi goreng ke mulutnya dengan sendok


Felix semakin merasa kesal dan mendelekkan matanya ke arah lain, tidak ingin menunjukkan perasaannya. Namun, keinginan Floey untuk menyuapinya membuatnya semakin bingung.


"Aaa," Floey mencoba menyuapi Felix.


"Aku nggak lapar," ngambek Felix dengan tegas.


"Lihat, kasian nih nasinya, pada nangis," goda Floey sambil memperhatikan nasinya dengan berpura-pura sedih.


"Yaudah, kamu aja yang makan," ucap Felix dengan sedikit kesal.

__ADS_1


"Ih, pegel nih. Yaudah, kalau nggak mau, aku aja yang makan,"


dengan spontan felix langsung melahap makanan yang berada dalam sendok yang dipegang Floey


"Felix, katanya nggak mau makan???" tanya Floey sambil memegang sendok.


"Aku nggak mau kalo nggak disuapin," jawab Felix dengan memelas.


"Ih, nih makan sendiri," ucap Floey sambil menjauhkan sendok dari Felix.


"Yaudah, giliran aku yang suapin kamu. Sini, sendoknya," Felix berinisiatif merebut sendok dari tangan Floey.


"Eits, nggak mau. Aku mau makan sendiri aja," Floey memegang erat sendok tersebut.


"Ih, sini, aku lapar," desak Felix.


"Kalo nggak mau," Floey beranjak menjauh dari Felix.


"Awas nih, aku tangkap kamu," ancam Felix sambil mengejar Floey.


"Aaaa, haha, nggak kena!" seru Floey sambil menghindar dengan lincah.


Namun, saat Floey berusaha menghindar dari Felix, dia tidak sengaja menginjak tali sepatunya. Tubuhnya menjadi tidak seimbang, dan Felix dengan cepat menangkapnya, sehingga Floey jatuh ke pelukan Felix. Mereka saling menatap.


"Floey!" ucap Kieranza yang tiba-tiba berdiri di belakang mereka setelah naik ke atas atap, terkejut melihat Felix memeluk tubuh gadis cantik itu dan mereka saling bertatapan.


Mereka berdua sontak menoleh dan felix segera melepaskan pelukannya


"Kieranza, kamu ngapain di sini?" Floey terbata-bata sambil mencoba memulihkan diri dari kejutan tadi.


"Ayok, ikut aku," ajak Kieranza sambil mendekat dan menarik tangan Floey.


"Floey, ini makananmu," teriak Felix sambil mengulurkan kotak bekal yang masih ada di tangannya.


Mereka berjalan ke taman sekolah, mencari tempat yang nyaman untuk duduk dan berbicara.


"Kamu ngapain di atas sana?" tanya Kieranza, masih penasaran dengan kejadian tadi.


"Aku lagi makan, emangnya kenapa?" jawab Floey sambil tersenyum.


"Kamu sekarang akrab sama dia?" tanya Kieranza dengan suara yang agak meninggi.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2