
Ju-hwan mengandeng tangan So-hyun dan mengajaknya masuk kedalam. Betapa indahnya Dekorasi penuh dengan lampu kelap-kelip namun So-hyun merasa asing disana karena tidak ada orang yang ia kenal.
"Mereka siapa?" Tanya So-hyun.
"Tenang saja nggak usah takut mereka teman-teman ku, ayok!"Ju-hwan mengajak So-hyun untuk duduk disalah satu meja yang disediakan.
"Kamu duduk disini ya!" Ucap Ju-hwan sembari mempersilahkannya duduk.
"Hmm Ju-hwan Selamat Ulang tahun dan selamat untuk kemenangan kandidatnya! Nih aku punya sesuatu buat kamu!" So-hyun memberikan kotak Hadiahnya.
Ju-hwan menerima kotak tersebut Dan tersenyum manis yang membuat So-hyun menjaga salah tingkah.
"Hmm makasih ya, aku buka ya!" Ju-hwan membuka Hadiahnya ia tampak bahagia melihat isi kadonya.
"Apa kamu suka?" Tanya So-hyun.
"Hm makasih banyak ya!"
"Sini biar aku bantu pasangkan!" So-hyun mengambil jam tangannya dan memasangkan di tangan Kiri Ju-hwan.
"So-hyun! Ada yang aku mau tanyakan!"Ju-hwan menatap lekat mata So-hyun.
"Tanyakan soal apa?"
Ting ting suara ketukan sendok dan gelas membuat semua orang tertuju ke salah satu orang yang membunyikan suara itu.
"Ekhemm perkenalkan saya Edwin Sebagai MC acara ini mengucapkan terimakasih kepada tamu undangan yang telah hadir ke acara ini dan dipersilahkan yang mempunyai acara ini untuk naik ke panggung yaitu Ju-hwan! " Ucapnya diatas panggung kecil dekat kolam.
Akhirnya Ju-hwan naik ke atas panggung.
"Baik terimakasih kepada kalian sudah bisa datang ke acara ini dan Saya akan menyanyikan salah satu lagu untuk gadis cantik yang duduk disana!" Ju-hwan menunjukkan ke so-hyun Dan membuat orang-orang memperhatikan so-hyun sehingga so-hyun menjadi salah tingkah dan malu.
Author: Sekalian karaokean sama Ju-hwan ya!😅
"Waktu pertama kali
Kulihat dirimu hadir
Rasa hati ini inginkan dirimu
Hati tenang mendengar
Suara indah menyapa geloranya hati ini tak ku sangka
Rasa ini tak tertahan
Hati ini selalu untukmu
Terimalah lagu ini dari orang biasa
__ADS_1
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Hari hari berganti
Kini cintapun hadir
Melihatmu memandangmu bagai bidadari
Lentik indah matamu
Manis senyum bibirmu
Hitam panjang rambutmu anggung terikat
Rasa ini tak tertahan
Hati ini slalu untukmu
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cinta ku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Terimalah cintaku yang luar biasa tulus padamu."
Tepuk tangan meriah di pengakhir lagu Ju-hwan turun dari atas panggung dan menghampiri So-hyun ia bertekuk sebelah kaki posisi setengah duduk dan mengeluarkan kotak cincin dari sakunya.
__ADS_1
"So-hyun aku tahu kita masih sekolah tapi setidaknya aku ingin tahu tentang perasaanmu!" Ucap lembut Ju-hwan.
"A apa ini yang mau dikatakan Ju-hwan??""So-hyun apakah kamu mau bertunangan denganku?"Pertanyaan Ju-hwan malah membuat bingung perasaan So-hyun."Kenapa dengan perasaanku kenapa seakan perasaanku menolak semua ini!""Emm."Saat so-hyun mau menjawab tiba-tiba omongannya terputus gara-gara."Berhenti!!" Teriak Alex yang keluar dari salah satu pintu dengan keadaan babak belur."Alex?" So-hyun terkejut."Ya so-hyun ini aku!"Ju-hwan kaget karena ia heran kenapa Alex bisa bebas.30 menit yang lalu sebelum kedatangan so-hyun.......Terdengar suara ribut-ribut diluar yang membuat Ju-hwan kesal dan membuka pintunya."Woy siapa berisik banget!" Ju-hwan membuka pintunya dan Melihat tangan Ye-bin yang di tarik Alex."Ju-hwan?" Ye-bin kaget."Ye-bin? Kamu kenapa bawa lelaki ini?" Tanya Ju-hwan."A aku nggak mengajaknya dia terus mengikuti ku dan ia katanya nyuruh aku mengundurkan diri jadi wakil ketua OSIS." Jawab Ye-bin."Apa? Hey siapa lo ini nyuruh dia buat ngundurin ngga tahu malu, hmm lo berani-beraninya masuk kedalam kandang musuh lo!" Ju-hwan menarik Ye-bin untuk masuk sedangkan anak teman-temannya se pergaulan malah mengerumuni Alex.Bukk plak teman-teman Ju-hwan menghajar Alex dan mengurungnya di salah satu ruangan."Ye-bin kamu nggak apa-apa? dia nggak berbuat sesuatu kan?" tanya Ju-hwan."ya aku baik-baik saja emm Ju-hwan boleh ya aku pinjam toilet kamu?""ya boleh lah yaudah sana!" jawab Ju-hwan.Ye-bin langsung berlari ke kamar mandi."Hmm gimana sekarang Alex kenapa dia mau aja sih ngelakuin semuanya!" ucap Ye-bin didalam Toilet. Dan saat Ye-bin ingin keluar ada yang mengunci pintu toilet dari luar."Loh kok nggak bisa dibuka!" teriak Ye-bin."Sutt Lo diem aja di sono gue tahu lo udah baikan sama so-hyun kan! Mendingan lo diem dari pada gue suruh Ju-hwan buat ngusir lo!" ucap Bora sambil melengos pergi."Ishh apa gue telepon Felix! tapi itu akan menggagalkan Rencananya!" keluh Ye-bin....Bersambung...
"So-hyun apakah kamu mau bertunangan denganku?"
Pertanyaan Ju-hwan malah membuat bingung perasaan So-hyun.
"Kenapa dengan perasaanku kenapa seakan perasaanku menolak semua ini!""Emm."Saat so-hyun mau menjawab tiba-tiba omongannya terputus gara-gara."Berhenti!!" Teriak Alex yang keluar dari salah satu pintu dengan keadaan babak belur."Alex?" So-hyun terkejut."Ya so-hyun ini aku!"Ju-hwan kaget karena ia heran kenapa Alex bisa bebas.30 menit yang lalu sebelum kedatangan so-hyun.......Terdengar suara ribut-ribut diluar yang membuat Ju-hwan kesal dan membuka pintunya."Woy siapa berisik banget!" Ju-hwan membuka pintunya dan Melihat tangan Ye-bin yang di tarik Alex."Ju-hwan?" Ye-bin kaget."Ye-bin? Kamu kenapa bawa lelaki ini?" Tanya Ju-hwan."A aku nggak mengajaknya dia terus mengikuti ku dan ia katanya nyuruh aku mengundurkan diri jadi wakil ketua OSIS." Jawab Ye-bin."Apa? Hey siapa lo ini nyuruh dia buat ngundurin ngga tahu malu, hmm lo berani-beraninya masuk kedalam kandang musuh lo!" Ju-hwan menarik Ye-bin untuk masuk sedangkan anak teman-temannya se pergaulan malah mengerumuni Alex.Bukk plak teman-teman Ju-hwan menghajar Alex dan mengurungnya di salah satu ruangan."Ye-bin kamu nggak apa-apa? dia nggak berbuat sesuatu kan?" tanya Ju-hwan."ya aku baik-baik saja emm Ju-hwan boleh ya aku pinjam toilet kamu?""ya boleh lah yaudah sana!" jawab Ju-hwan.Ye-bin langsung berlari ke kamar mandi."Hmm gimana sekarang Alex kenapa dia mau aja sih ngelakuin semuanya!" ucap Ye-bin didalam Toilet. Dan saat Ye-bin ingin keluar ada yang mengunci pintu toilet dari luar."Loh kok nggak bisa dibuka!" teriak Ye-bin."Sutt Lo diem aja di sono gue tahu lo udah baikan sama so-hyun kan! Mendingan lo diem dari pada gue suruh Ju-hwan buat ngusir lo!" ucap Bora sambil melengos pergi."Ishh apa gue telepon Felix! tapi itu akan menggagalkan Rencananya!" keluh Ye-bin....Bersambung...
"Emm."Saat so-hyun mau menjawab tiba-tiba omongannya terputus gara-gara.
"Berhenti!!" Teriak Alex yang keluar dari salah satu pintu dengan keadaan babak belur.
"Alex?" So-hyun terkejut.
"Ya so-hyun ini aku!"
Ju-hwan kaget karena ia heran kenapa Alex bisa bebas.
30 menit yang lalu sebelum kedatangan so-hyun.......
Terdengar suara ribut-ribut diluar yang membuat Ju-hwan kesal dan membuka pintunya.
"Woy siapa berisik banget!" Ju-hwan membuka pintunya dan Melihat tangan Ye-bin yang di tarik Alex.
"Ju-hwan?" Ye-bin kaget.
"Ye-bin? Kamu kenapa bawa lelaki ini?" Tanya Ju-hwan.
"A aku nggak mengajaknya dia terus mengikuti ku dan ia katanya nyuruh aku mengundurkan diri jadi wakil ketua OSIS." Jawab Ye-bin.
"Apa? Hey siapa lo ini nyuruh dia buat ngundurin ngga tahu malu, hmm lo berani-beraninya masuk kedalam kandang musuh lo!" Ju-hwan menarik Ye-bin untuk masuk sedangkan anak teman-temannya se pergaulan malah mengerumuni Alex.
Bukk plak teman-teman Ju-hwan menghajar Alex dan mengurungnya di salah satu ruangan.
"Ye-bin kamu nggak apa-apa? dia nggak berbuat sesuatu kan?" tanya Ju-hwan.
"ya aku baik-baik saja emm Ju-hwan boleh ya aku pinjam toilet kamu?"
"ya boleh lah yaudah sana!" jawab Ju-hwan.
Ye-bin langsung berlari ke kamar mandi.
"Hmm gimana sekarang Alex kenapa dia mau aja sih ngelakuin semuanya!" ucap Ye-bin didalam Toilet. Dan saat Ye-bin ingin keluar ada yang mengunci pintu toilet dari luar.
"Loh kok nggak bisa dibuka!" teriak Ye-bin.
"Sutt Lo diem aja di sono gue tahu lo udah baikan sama so-hyun kan! Mendingan lo diem dari pada gue suruh Ju-hwan buat ngusir lo!" ucap Bora sambil melengos pergi.
"Ishh apa gue telepon Felix! tapi itu akan menggagalkan Rencananya!" keluh Ye-bin.
__ADS_1
...Bersambung...