My Fantasy Hero

My Fantasy Hero
Part 19: Sakit


__ADS_3

Suster yang memasuki ruangan Felix mengira bahwa lelaki muda itu tertidur pulas. Namun, saat suster itu mendekat dan ingin mengecek suhu tubuh Felix, ia merasakan keanehan. Tubuhnya terasa sangat dingin, dan tidak ada respons apa pun dari Felix.


"Felix?" panggil suster dengan nada cemas.


Tottt tottt... Suster segera menekan tombol panggilan untuk meminta bantuan.


Beberapa menit kemudian, seorang dokter datang untuk memeriksa Felix. Dokter itu segera menghubungi ayah Felix.


"Dokter, ada apa ini sebenarnya?" tanya Zergan, ayah Felix, dengan kebingungan melihat Tabung oksigen di hidung putranya.



"Pasien mengalami serangan mendadak. Kondisi ini bisa disebabkan oleh trauma mendalam. Apakah ada sesuatu yang pernah terjadi pada Felix?" jelas dokter dengan serius.


"Ya, dulu waktu Felix masih berumur 7 tahun, dia mengalami kecelakaan yang mengakibatkan cedera pada bahunya," jawab Zergan dengan kekhawatiran yang semakin mendalam.


"Dalam kasus ini, kita harus menjaga Felix agar tidak mengingat masa lalunya. Hal ini dapat memengaruhi kesehatannya secara keseluruhan. Baiklah, saya akan meninggalkan ruangan sekarang," kata dokter tersebut sambil meninggalkan ruangan dengan hati-hati.


"Iya, dokter. Terima kasih," ucap Zergan dengan perasaan campur aduk, saat dokter pergi meninggalkan ruangan.


Zergan duduk di samping tempat tidur Felix, menatap putranya yang terbaring lemah dan rapuh. Ia merasa tak berdaya, namun tekadnya untuk melindungi dan menyembuhkan Felix semakin menguat.


🍃


UKS di sekolah ini terletak dalam satu ruangan yang cukup besar, diukur setengah dari ukuran kelas normal. Ruangan itu terasa nyaman dan tenang, dengan beberapa tempat tidur dan peralatan medis yang tersusun rapi di sekelilingnya.


Perawat UKS selesai memeriksa pasien yang baru saja datang.


"Pasien hanya mengalami dehidrasi akibat kekurangan asupan cairan. Saya akan memasang infusan, dan setelah itu pasien boleh kembali ke kelas," ucap perawat dengan ramah.


"Guru mengangguk dengan penuh rasa terima kasih. "Ouh begitu, terima kasih banyak," ucapnya sambil tersenyum.


Perawat itu meninggalkan ruangan tersebut, meninggalkan guru sendirian bersama pasiennya yang masih terbaring di tempat tidur. Ruangan itu sejenak menjadi sunyi, hingga terdengar suara Kieran.


"ouh iya!!"


"Kenapa, Kieran?" tanya guru dengan rasa penasaran.


"Tadi Floreylla belum sempat sarapan, jadi saya pergi membeli makanan dulu, Bu!" jawab Kieran dengan wajah riang.

__ADS_1


"Guru tersenyum penuh pengertian. "Ouh, ya sudah, silakan," ucapnya sambil memberikan izin.


Kieran keluar dari ruangan tersebut dan beberapa menit kemudian, Floreylla membuka matanya dan memandang sekeliling ruangan dengan perlahan. Ia merasa agak bingung dengan apa yang terjadi sebelumnya. Matanya berhenti pada sosok guru yang duduk di sampingnya.


"Bu guru?" panggil Floreylla dengan suara pelan.


Guru tersenyum lembut. "Floey, kamu sudah siuman?" tanya guru dengan rasa perhatian.


"Emangnya saya kenapa, Bu?" tanya Floreylla dengan wajah polos.


"Guru menjelaskan dengan sabar. "Kamu tadi pingsan, nanti setelah infusan selesai, kamu boleh kembali ke kelas," jelasnya dengan lembut.


Tiba-tiba, telepon genggam guru berbunyi. Guru itu mengambil ponselnya dan menjawab panggilan dari Tante Felix.


"Dari Tantenya Felix! Hallo Bu," sapa guru dengan antusias. Namun, wajahnya segera berubah menjadi khawatir ketika mendengar berita yang disampaikan oleh Tante Felix. "Ouh, kenapa, Bu? Felix sakit! Sakit apa? Ouh begitu, semoga Felix segera sembuh," ucap guru dengan nada khawatir, lalu menutup telepon.


Floreylla langsung memperhatikan ekspresi cemas guru. "Felix sakit apa, Bu?" tanyanya dengan khawatir.


Guru menggelengkan kepala. "Felix demam. Ouh, iya Floey, ibu harus menghadiri rapat dengan guru-guru lain. Apakah kamu baik-baik saja di sini sendirian?" tanya guru dengan rasa khawatir.


Floreylla memberikan senyuman yang mencoba menenangkan. "Ouh, iya Bu, aku baik-baik saja," jawabnya dengan mantap.


"Floey, nih, makan dulu rotinya," kata Kieran sambil memberikan roti pada Floreylla.


"Wah, banyak banget makanannya. Emangnya aku makan sebanyak itu?" tanya Floreylla kaget.


Kieran tersenyum hangat. "Ya, terus kalau nggak makan banyak, kenapa tadi aku ngendong kamu berat banget?" ucapnya sambil tertawa.


Floreylla mengernyitkan kening. "Ihhh, emangnya aku berat?" protesnya.


Kieran tertawa. "Berat lah, coba kamu ngendong sendiri!" godanya.


"Ih, mana bisa, Kieranza!" balas Floreylla sambil tertawa.


"Ahaha, sudah, nih, makan dulu, buka mulutnya," kata Kieran sambil menyuapi Floreylla.


"Mmm, aku juga bisa sendiri," kata Floreylla sambil berbicara dengan mulut penuh makanan.


"Shh, udah, jangan bicara dulu," kata Kieran sambil tersenyum.

__ADS_1


Saat mereka sedang asik makan roti dan bercanda, tiba-tiba seorang murid laki-laki masuk ke ruang UKS.


"Huh, panas banget di luar! Woah, ngapain kalian berdua di sini sendirian?" tanya murid laki-laki itu kaget.


"Eh, nggak lihat dia sedang sakit. Lu bisa nggak teriak-teriak?" sindir Kieran.


"Ya maaf, gue kaget tadi," jawab murid laki-laki itu sambil meminta maaf.


"Terus, lu mau ngapain kesini?" tanya Kieran penasaran.


"Mau istirahat lah, cape udah lari-larian di lapangan tadi," jawab murid laki-laki itu.


"Ouh, yaudah, cari tempat lain, jangan ganggu di sini," kata Kieran dengan sedikit kesal.


"Iya kali, siapa yang mau ganggu kalian," ucap murid laki-laki itu sambil merebahkan diri di kasur sebelah.


Serelet... Kieran menutup gorden kasur sebelah untuk memberikan privasi kepada Floreylla



"Dih, kenapa ditutup! Kanya yang mau malam pertama aja!" canda seorang murid laki-laki yang melihat Kieran menutup gorden di ruang UKS.


"Ehhh, lu ngomong dijaga dong," sewot Kieran dengan nada kesal.


"Kieran, kita ke kelas aja. Lagian, cairan infusnya udah habis," usul Floreylla dengan suara lemah.


"Tapi kamu belum selesai makan, Floey," ucap Kieran dengan kekhawatiran.


"Udah, nanti di kelas aja, yuk," ajak Floreylla


"Aduh, sama cewek aja pakai aku kamu giliran sama cowok gue elu" sewot murid laki-laki itu dengan wajah kesal.


"Eh, lu bisa diem nggak? Lama-lama gue bekap lu," ancam Kieran dengan nada serius.


"Ih, maen bekap-bekepan aja, emangnya lu penculik," balas murid laki-laki itu dengan nada bercanda.


"Ih, bawel," jawab Kieran sambil dengan cepat membekapnya menggunakan bantal yang ada di dekatnya.


Floreylla tertawa kecil melihat keisengan Kieran, tapi segera menarik Kieran keluar dengan tangan lemasnya.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2