My Fantasy Hero

My Fantasy Hero
#63.Felix pahlawan itu?


__ADS_3

Ju-hwan masuk kedalam pusat mesinnya dan mencoba menghidupkan control bianglala nya. trek trek bianglala agak sulit dihidupkan dan beberapa saat kemudian Bianglala itu berfungsi dan mulai pelan-pelan berjalan berputar keatas. So-hyun yang ada di dalam bianglala itu hanya ketakutan.


"lah! bianglala nya berfungsi! ini gimana! Ju-hwan!! Ju-hwan kemana sih! Ju-hwan!! "So-hyun berteriak memanggil Ju-hwan.


Namun Ju-hwan hanya melihat so-hyun yang ketakutan dari pusat mesinnya dan merekam video so-hyun itu lalu mengirimkannya ke nomor Felix .




Tringgg📱 notif pesan masuk ke hp felix.


Mendengar notifikasi masuk felix langsung mengambil hpnya dan melihat layar hpnya.


"Nomor siapa ini?? ini so-hyun??" Felix beranjak dari kasurnya.


Tutttttt tutttttt Felix mencoba menghubungi So-hyun namun tidak ada jawaban.


"Ishh so-hyun angkat!! angkat...Argh." Felix melemparkan smartphone-nya ke kasur Dan langsung bergegas mengambil kunci mobilnya dan segera ketempat yang di share nomor tidak dikenal itu.


🍃 Sesampainya di tempat terlihat banyak orang-orang yang berkumpul berusaha menghentikan mesin bianglala tersebut dan tidak diketahui keberadaan Ju-hwan ada dimana🍃


Felix mulai berjalan dengan perlahan dan...


Trekk Felix menghentikan waktunya


seketika dengan gesekan tangannya.




Dan langsung loncat terbang menghampiri So-hyun.


So-hyun yang terkejut dengan keberadaan Pahlawan berhodie nya itu hanya terdiam. Felix langsung menggendong tubuh so-hyun dan turun kebawah dengan perlahan dengan kekuatannya.




Betapa terkejutnya so-hyun saat melihat wajah pahlawannya Yaitu Felix. Felix turun agak jauhan dengan taman bermain itu.



So-hyun hanya terdiam dan tidak bisa menjawab apa-apa ia hanya terus menggenggam tangan Felix.


Trek... waktu kembali berjalan seperti semula.

__ADS_1


"Eh gadis yang di bianglala itu kemana?"tanya salah seorang warga.


"iya kemana Dia? barusan dia masih disana?? bianglala nya masih berputar tapi kemana gadis itu??" Jawab salah satu warga.


"Apa jangan-jangan itu gadis jadi-jadian lagi??" sanggah wanita disana.


Dengan Cepat mereka (warga) meninggalkan taman itu karena mereka ketakutan atas menghilangkannya gadis yang terjebak itu.


Sementara itu Felix mengajak So-hyun duduk di salah satu tempat yang agak sepi.


"Kamu baik-baik saja??" tanya Felix yang menatap lekat mata So-hyun.


"hmm." So-hyun tidak menjawab apa-apa dan langsung memeluk erat tubuh Felix.


"Hmm Maafnya So-hyun dulu aku nggak bisa kasih tahu kamu."


So-hyun melepaskan pelukannya.


"iya tidak apa-apa aku juga mengerti kenapa kamu menyembunyikannya."


Felix memegang erat tangan So-hyun dan tidak sengaja melihat luka goresan ditangan so-hyun.


"Ini kenapa bisa terluka seperti ini??" Felix mengambil tisu basah dari sakunya.



"Sebenarnya kenapa kamu bisa ada disana?? Dan tadi juga aku dapat pesan dari orang yang nggak dikenal."


"Emm kalo aku memberitahukan semuanya pasti Felix akan berantem dengan Ju-hwan.""So-hyun! kenapa melamun? aku tahu ini pasti gara-gara Ju-hwan kan? kenapa kamu mau dekat dengannya lagi?"So-hyun menundukkan kepalanya dan menjawab "Maaf Felix!! tapi kamu nggak akan berantem dengannya kan?""Hmm iya aku tidak akan berantem dengannya! Yasudah ayok pulang ini sudah larut malam." Felix menggenggam tangan So-hyun.Sesampainya di 🏡......Clekkk 🚪 So-hyun dan Felix masuk melalui pintu toko, Mereka kira tidak ada siapa-siapa disana namun mereka salah ternyata ada pak Han yang sedang duduk-duduk santai."Loh So-hyun! kamu habis ngapain dari Luar?? ayah ngga lihat kamu keluar tadi!!" tanya pak Han." t tadi aku keluar lewat sini masa ayah ngga lihat??" jawab terbata-bata."ouh iya? Terus kamu jalan sama Felix malam-malam begini??""enggak om kita barusan ketemu di toko sebelah buat beli ini." Felix menunjukkan jajanannya."Ouh seperti itu! mentang-mentang besok libur jadinya kalian malam mingguan!""Kan om juga bisa sama tante Nara!""kamu ini! mana mungkin dia mau diajak malam mingguan!""Apa!! (nara yang mendengar perkataannya langsung menghampiri) enak aja! kamu nya tuh yang nggak peka!" ucap Nara yang langsung kembali ke dapur."eh aku bercanda!!" Han mengejar Nara."Haduh mereka kanyak yang lagi pacaran ya!!""hmm iya So-hyun aku pamit pulang ya udah malam.""Ya Felix hati-hati dijalan!"👋Sementara itu di atas Rofftop sebuah gedung...."Arghhhhh sia-sia gue menjebak so-hyun diatas sana dan sialnya pahlawan itu tidak berhasil gue rekam!!" gumam kesal Ju-hwan."Oh jadi lo dalangnya!"Ucap Felix yang ada dibelakang Ju-hwan.dan Refleks Ju-hwan terkejut dan membalikkan badannya."Hah sudah kuduga lo orang itu!!" ketawa licik Ju-hwan."Sialan lo pengecut!!" Felix mendekati Ju-hwan dan menarik kerah bajunya Ju-hwan."Hah? pengecut?? bukannya lo yang pengecut terus bersembunyi sebagai pahlawan Dan membuat So-hyun menjadi terjerumus semakin dalam dalam genap hati gue!!" sindir Ju-hwan."Tutup mulut lo!! kalo Lo benci sama gue hadapi gue didepan jangan menjadikan so-hyun sebagai pancingan!!" "Hah? Haha jadi pancingan?? bukannya lo yang membuat So-hyun kebingungan dengan sosok pahlawannya dan ia mengira kalau pahlawan itu gue!!" Ju-hwan menepis Tangan Felix."Jadi selama ini lo sengaja membahayakan So-hyun agar memancing gue datang??""menurut lo??" Ju-hwan berjalan menuju pintu Rofftop."Dasar Brengsek!!" Felix yang terlanjur menaruh dendam Langsung menghajar Ju-hwan dengan menendang punggung belakang nya.Brukk... Seketika Ju-hwan tersungkur."heh jadi lo mau duel sama gue??" ucap Ju-hwan sembari menyeimbangkan tubuhnya kembali. " Ayok sini maju!!" sambung Ju-hwan....Bersambung...


"So-hyun! kenapa melamun? aku tahu ini pasti gara-gara Ju-hwan kan? kenapa kamu mau dekat dengannya lagi?"


So-hyun menundukkan kepalanya dan menjawab "Maaf Felix!! tapi kamu nggak akan berantem dengannya kan?"


"Hmm iya aku tidak akan berantem dengannya! Yasudah ayok pulang ini sudah larut malam." Felix menggenggam tangan So-hyun.


Sesampainya di 🏡......


Clekkk 🚪 So-hyun dan Felix masuk melalui pintu toko, Mereka kira tidak ada siapa-siapa disana namun mereka salah ternyata ada pak Han yang sedang duduk-duduk santai.


"Loh So-hyun! kamu habis ngapain dari Luar?? ayah ngga lihat kamu keluar tadi!!" tanya pak Han.


" t tadi aku keluar lewat sini masa ayah ngga lihat??" jawab terbata-bata.


"ouh iya? Terus kamu jalan sama Felix malam-malam begini??"


"enggak om kita barusan ketemu di toko sebelah buat beli ini." Felix menunjukkan jajanannya.

__ADS_1



"Ouh seperti itu! mentang-mentang besok libur jadinya kalian malam mingguan!"


"Kan om juga bisa sama tante Nara!""kamu ini! mana mungkin dia mau diajak malam mingguan!""Apa!! (nara yang mendengar perkataannya langsung menghampiri) enak aja! kamu nya tuh yang nggak peka!" ucap Nara yang langsung kembali ke dapur."eh aku bercanda!!" Han mengejar Nara."Haduh mereka kanyak yang lagi pacaran ya!!""hmm iya So-hyun aku pamit pulang ya udah malam.""Ya Felix hati-hati dijalan!"👋Sementara itu di atas Rofftop sebuah gedung...."Arghhhhh sia-sia gue menjebak so-hyun diatas sana dan sialnya pahlawan itu tidak berhasil gue rekam!!" gumam kesal Ju-hwan."Oh jadi lo dalangnya!"Ucap Felix yang ada dibelakang Ju-hwan.dan Refleks Ju-hwan terkejut dan membalikkan badannya."Hah sudah kuduga lo orang itu!!" ketawa licik Ju-hwan."Sialan lo pengecut!!" Felix mendekati Ju-hwan dan menarik kerah bajunya Ju-hwan."Hah? pengecut?? bukannya lo yang pengecut terus bersembunyi sebagai pahlawan Dan membuat So-hyun menjadi terjerumus semakin dalam dalam genap hati gue!!" sindir Ju-hwan."Tutup mulut lo!! kalo Lo benci sama gue hadapi gue didepan jangan menjadikan so-hyun sebagai pancingan!!" "Hah? Haha jadi pancingan?? bukannya lo yang membuat So-hyun kebingungan dengan sosok pahlawannya dan ia mengira kalau pahlawan itu gue!!" Ju-hwan menepis Tangan Felix."Jadi selama ini lo sengaja membahayakan So-hyun agar memancing gue datang??""menurut lo??" Ju-hwan berjalan menuju pintu Rofftop."Dasar Brengsek!!" Felix yang terlanjur menaruh dendam Langsung menghajar Ju-hwan dengan menendang punggung belakang nya.Brukk... Seketika Ju-hwan tersungkur."heh jadi lo mau duel sama gue??" ucap Ju-hwan sembari menyeimbangkan tubuhnya kembali. " Ayok sini maju!!" sambung Ju-hwan....Bersambung...


"kamu ini! mana mungkin dia mau diajak malam mingguan!""Apa!! (nara yang mendengar perkataannya langsung menghampiri) enak aja! kamu nya tuh yang nggak peka!" ucap Nara yang langsung kembali ke dapur."eh aku bercanda!!" Han mengejar Nara."Haduh mereka kanyak yang lagi pacaran ya!!""hmm iya So-hyun aku pamit pulang ya udah malam.""Ya Felix hati-hati dijalan!"👋Sementara itu di atas Rofftop sebuah gedung...."Arghhhhh sia-sia gue menjebak so-hyun diatas sana dan sialnya pahlawan itu tidak berhasil gue rekam!!" gumam kesal Ju-hwan."Oh jadi lo dalangnya!"Ucap Felix yang ada dibelakang Ju-hwan.dan Refleks Ju-hwan terkejut dan membalikkan badannya."Hah sudah kuduga lo orang itu!!" ketawa licik Ju-hwan."Sialan lo pengecut!!" Felix mendekati Ju-hwan dan menarik kerah bajunya Ju-hwan."Hah? pengecut?? bukannya lo yang pengecut terus bersembunyi sebagai pahlawan Dan membuat So-hyun menjadi terjerumus semakin dalam dalam genap hati gue!!" sindir Ju-hwan."Tutup mulut lo!! kalo Lo benci sama gue hadapi gue didepan jangan menjadikan so-hyun sebagai pancingan!!" "Hah? Haha jadi pancingan?? bukannya lo yang membuat So-hyun kebingungan dengan sosok pahlawannya dan ia mengira kalau pahlawan itu gue!!" Ju-hwan menepis Tangan Felix."Jadi selama ini lo sengaja membahayakan So-hyun agar memancing gue datang??""menurut lo??" Ju-hwan berjalan menuju pintu Rofftop."Dasar Brengsek!!" Felix yang terlanjur menaruh dendam Langsung menghajar Ju-hwan dengan menendang punggung belakang nya.Brukk... Seketika Ju-hwan tersungkur."heh jadi lo mau duel sama gue??" ucap Ju-hwan sembari menyeimbangkan tubuhnya kembali. " Ayok sini maju!!" sambung Ju-hwan....Bersambung...


"Apa!! (nara yang mendengar perkataannya langsung menghampiri) enak aja! kamu nya tuh yang nggak peka!" ucap Nara yang langsung kembali ke dapur.


"eh aku bercanda!!" Han mengejar Nara.


"Haduh mereka kanyak yang lagi pacaran ya!!"


"hmm iya So-hyun aku pamit pulang ya udah malam."


"Ya Felix hati-hati dijalan!"👋


Sementara itu di atas Rofftop sebuah gedung....



"Arghhhhh sia-sia gue menjebak so-hyun diatas sana dan sialnya pahlawan itu tidak berhasil gue rekam!!" gumam kesal Ju-hwan.


"Oh jadi lo dalangnya!"Ucap Felix yang ada dibelakang Ju-hwan.


dan Refleks Ju-hwan terkejut dan membalikkan badannya.


"Hah sudah kuduga lo orang itu!!" ketawa licik Ju-hwan.


"Sialan lo pengecut!!" Felix mendekati Ju-hwan dan menarik kerah bajunya Ju-hwan.



"Hah? pengecut?? bukannya lo yang pengecut terus bersembunyi sebagai pahlawan Dan membuat So-hyun menjadi terjerumus semakin dalam dalam genap hati gue!!" sindir Ju-hwan.


"Tutup mulut lo!! kalo Lo benci sama gue hadapi gue didepan jangan menjadikan so-hyun sebagai pancingan!!"


"Hah? Haha jadi pancingan?? bukannya lo yang membuat So-hyun kebingungan dengan sosok pahlawannya dan ia mengira kalau pahlawan itu gue!!" Ju-hwan menepis Tangan Felix.


"Jadi selama ini lo sengaja membahayakan So-hyun agar memancing gue datang??"


"menurut lo??" Ju-hwan berjalan menuju pintu Rofftop.


"Dasar Brengsek!!" Felix yang terlanjur menaruh dendam Langsung menghajar Ju-hwan dengan menendang punggung belakang nya.


Brukk... Seketika Ju-hwan tersungkur.

__ADS_1


"heh jadi lo mau duel sama gue??" ucap Ju-hwan sembari menyeimbangkan tubuhnya kembali. " Ayok sini maju!!" sambung Ju-hwan.


...Bersambung...


__ADS_2