My Fantasy Hero

My Fantasy Hero
part 36: Apa semua ini??


__ADS_3

Beberapa menit sebelum kejadian.....



"Nah itu dia mereka." ucap bora sambil memegang karung


"Hey..."


"Hah??"(terkejut dan menoleh)


"Lo lagi merencanakan sesuatu untuk membuat so-hyun terluka kan?? dan seolah-olah Ju-hwan itu pahlawannya."


" hmm jadi lo udah tahu? baguslah."


"maksudnya?? berhenti nggak."(mendekati Bora)


"Kalo lo maju gue bakalan jatuhin barang² ini semua."


"Hmm benarkah??"(perlahan mendekat)


Dan dengan sigap Alex langsung menangkap Bora tapi sayangnya Karung yang ada di pinggir malah jatuh kebawah dan menimpa Ju-hwan.


"Awasssss."(ucap Ju-hwan sambil memeluk so-hyun)


"Astaga😯 gimana ini?."(Bora mencoba kabur)


"Hey mau kemana lo , harus tanggung jawab."(menahan tangan Bora)


"Hmm harus aku? bukannya kamunya??"(dengan cepat Bora melepaskan tangan alex dan segera mengambil tongkat dan memukul Bahu Alex hingga pingsan)


Bukk....


"Hey..." hilang kesadaran dan jatuh pingsan.


"Hmm bagus." (Bora mengambil tongkatnya untuk dibuang dan pergi ke tangga belakang Rofftop dan tidak sengaja melihat Felix yang jatuh pingsan)


[Begitulah kejadian sebelum terjadinya tragedi, Sekarang kembali ke rumah sakit.]


Di ruang menunggu.



"Gimana ini?? Ju-hwan aku Mohon kamu bertahan."


"So-hyun."(ucap ye-bin sambil berlari mendekati)


"Ye-bin??"


"So-hyun kamu nggak kenapa-napa kan?? nggak ada yang terluka kan?" (ye-bin memutari badan so-hyun)

__ADS_1


"nggak aku nggak kenapa kenapa, Tapi..."(memeluk ye-bin)


"iya aku sudah tahu, ngomong-ngomong aku minta maaf sudah merobek lembaran kertas yang dibuku ini."


"Buku itu?? kenapa bisa ada di kamu?"


"Sebenarnya..."


Ye-bin menceritakan semuanya...


"Jadi Ju-hwan yang menyuruhmu untuk merobek buku ini??"


"Iya tapi aku juga nggak tahu kenapa kenapanya."


"So-hyun hello."


"Hah, iya kamu lihat felix nggak??"


"Ouh iya lihat, disana di ruang inap lagi dijagain sama Bora."


"Emangnya felix sakit?"


"iya tadi kata orang-orang Felix pingsan dibelakang sekolah."


"Aku akan kesana."(beranjak dari kursi)


"hmm."(melamun)


"Ayok duduk, kamu tenang saja kata dokter felix cuman trauma dengan cederanya."


"hmm."(berkaca kaca)


"So-hyun jangan menangis."


Ye-bin memeluk so-hyun.


"maaf gara-gara aku Ju-hwan jadi celaka, seharusnya dari dulu aku nggak usah deket-deket sama Ju-hwan."


"nggak boleh ngomong begitu,, aku juga mau minta maaf sama kamu selama aku slalu mengabaikan kamu."


Beberapa menit kemudian......


Dokter keluar dari ruangan dan memindahkan Ju-hwan ke ruang inap di sebelah felix.


"Ayok."(ye-bin menarikmu)


So-hyun melihat Bora sudah tidak ada di ruangan felix dan memutuskan untuk menjenguk Felix terlebih dahulu.


Di kamar inap felix....

__ADS_1



"Felix (memegang tangannya) kenapa kamu nggak bilang kalau kamu ada cedera."


Felix sadar karena mendengar ucapan mu.



"nggak usah menangis."(mengusap air mata)


"Felix!! kamu udah sadar??"


"Ya karena ada kamu disampingku."


Ucapan Felix barusan membuat jantung mu jadi berdegup kencang nggak karuan.


Sementara itu di kamar inap Ju-hwan...



"Argh kepalaku."(sadar)


"Ju-hwan kamu udah sadar jangan banyak bergerak."


"ye-bin sejak kapan kamu ada disini??"


"sejak tadi."


"Argh ngomong-ngomong dimana so-hyun??"


"Dia di ruang sebelah lagi jenguk felix."


"memangnya Felix juga dirawat??"


"iya tadi pingsan dan dilarikan ke RS oleh Bora."


"Si Bora itu (memaksakan duduk) argh."


"pelan pelan sini aku bantuin."


ye-bin membantu membenarkan bantal agar Ju-hwan bisa duduk sambil bersender.


"makasih".


"Kenapa kamu jadi dingin begini? aku Suapin kamu makanya?"


Ye-bin menyuapi Ju-hwan.


__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2