My Fantasy Hero

My Fantasy Hero
Part 37: Rencana licik


__ADS_3

"Kok kamu bisa begini??" tanya ye-bin


"emm" Ju-hwan membisu


"Iya aku tahu kok kamu melindungi so-hyun, nggak usah di sembunyikan aku juga udah tahu."


"Hmm, udah nya aku mau tidur."


"Yaudah minum obat dulu."


Setelah meminum obat Ju-hwan berbaring kembali dan tertidur.



Sementara itu di ruangan felix......


"Hmm 😊."(Felix terusan tersenyum melihatmu)


"Kenapa ngeliatnya begitu???"


"Nggak, aku lapar nih."


"Yaudah makan dulu nanti makan obatnya."


"Yaudah Suapin."


"Ih kan kamu punya tangan."


"Kan tangan aku sakit jadi Suapin dong."


"ih yaudah iyaaa."


SKIP...


"nih obatnya sesudah ini tidurnya aku mau ke kamar Ju-hwan."


"Kamu boleh kekamar nya kalo aku udah tidur."


"ih kok gitu?"


"iyalah harus."


"Yaudah iya."


Kamu menunggu sampai Felix tertidur.



__ADS_1


"szzzt 💤💤💤😪."


"Haha Felix tidurnya gini banget ya."



"Aku ke Ju-hwan dulu."


Clekkk...kamu membuka pintu dan melihat Ju-hwan tidur dan tampak ye-bin kelelahan sambil mengantuk.


"Ye-bin giliran aku yang jaga Ju-hwan kamu makan saja kamu belum makan kan?" berbisik


"Baiklah makasih ya so-hyun."(ye-bin pergi keluar)


Kamu terus melihat wajah Ju-hwan yang sedang tertidur.


"Kenapa Ju-hwan melindungiku? apa Ju-hwan hero dari buku itu? tapi kalo Ju-hwan pahlawannya terus kenapa Felix bisa sakit karena buku itu di robek?" dalam batinmu.



"So-hyun" Ju-hwan terbangun.


"Ju-hwan? kamu bangun."


"kamu kenapa?"


"Ju-hwan maaf gara-gara aku kamu jadi begini, kenapa juga kamu harus melindungiku."


"Anehnya kenapa bisa botol-botol itu jatuh dari atas sedangkan tempat sampah daur ulangnya kan di bawah."


"Hmm nggak tahu." Ju-hwan terlihat tegang


"kamu kenapa? sakitnya?? yaudah kamu tidur lagi aja."


"nggak kok."


Sementara itu Bora kembali ke sekolah dan Langsung Di panggil ke ruang kepala sekolah.


Clekkk... bora membuka pintu.


"itu dia pak dia tadi yang sudah menjatuhkan botol-botol itu dari atas dan memukul pundak saya memakai tongkat."


"Hah??"


"Bora sini duduk ada yang mau papah omongin."


Bora duduk di kursi.


"Apa bener kamu yang melukai Ju-hwan dan merencanakan tentang kecelakaan itu?"

__ADS_1


"ya enggak lah pah masa aku sejahat itu?"


"Jangan ngeles lo, pak beneran dia Yang ngelakuin itu."


"Buktinya mana?? Udah ketahuan kan kamu yang celakain Ju-hwan malah nuduh nuduh gue."


"Tadi dia makai tongkat pak buat mukul saya."


"terus mana tongkatnya?? nggak ada kan."


"Suttt terus tadi kenapa kamu bisa di belakang sekolah?"


"kan papa tahukan hari ini aku piket perpustakaan terus tadi aku ke belakang sekolah buat buang sampah terus liat Felix pingsan."


"bohong Dia pak, dia tadi yang ngejatuhin karung itu."


"hmm kalo aku mukul kamu terus mana bekas mukulnya??"


"Hah??"


"iya Alex kalo kamu dipukul pasti ada bekasnya." ucap kepala sekolah


"Ini pak di sebelah sini."


Ayah bora kemudian melihat sekitar bahu alex dan tidak ada bekas lebam apapun.


"Nggak ada kok."


"apa?? tapi ini masih terasa sakit pak"


"nggak ada bekas apa-apa disini."


"tuh kan pah dia ngarang, udah jelas-jelas dia yang ngelakuin itu, sudahlah pa keluarin aja dari sekolah ini."


"hmm, Alex Karena kamu telah mencelakakan salah satu saingan mu jadi dengan terpaksa saya mengeluarkan mu dari peserta Ketua Osis."


"Pah kenapa nggak dikeluarin aja dari sekolah sih pah?"


"jangan dong Bora, mungkin alex tidak sengaja menjatuhkan karung itu."


"tapi pah"


"yaudah sekarang kalian sudah boleh kembali ke kelas masing-masing, bapak udah dapat kabar Ju-hwan udah sadar dan mau menjenguknya."


Alex keluar dari ruangan tersebut dan pergi ke toilet. Alex bercermin dan melihat bekas lukanya.


"kok ngga ada, hmm ada yang nggak beres."


Alex mengusapkan air ke bahu dan benar saja ada bahan makeup di bahunya.

__ADS_1


"apa?? hmm Bora!! awas saja kamu, aku akan membalas semuanya."


...Bersambung...


__ADS_2