
"ide apanya??" kamu bertanya
"ide em ide apanya? Ouh iya buku antik itu masih kamu simpan?" Sudah 2 hari Felix menanyakan hal yang sama.
"Hah iya ada, kenapa emangnya?" Tanya So-hyun.
"A aku boleh lihat nggak? Mau lihat mereknya aja aku mau beli yang sama." Felix sengaja berbohong karena ia tahu kalau so-hyun ngga akan membiarkan salah seorang membaca bukunya.
"Ouh boleh tunggu aku ambil." So-hyun mengambil buku itu.
So-hyun kembali dan menunjukkan merek yang ada di buku tersebut.
"Merek yang asing." Ujar Felix.
"So-hyun Kesini." Terdengar suara ibu so-hyun memanggil.
"Sebentar ya?." So-hyun beranjak dari duduknya dan pergi ke dapur.
Dan saat itu juga felix memanfaatkan waktu itu untuk membaca buku itu.
"Apa so-hyun menulis ini? Apa yang aku rasakan dia juga akan merasakannya dan juga sebaliknya! Kenapa dia menulis seperti ini jadi kalau diriku terluka dia juga akan merasakan, mana ngga bisa dihapus lagi apa aku harus merobeknya? Walaupun ini menyakitkan." Ucap felix
Saat felix mau merobek halaman tersebut terlihat so-hyun kembali dari dapurnya sambil membenarkan rambutnya.
"Gimana kamu mau beli buku yang sama?" Tanya So-hyun sambil duduk.
"Ahh iya tapi aku nggak tahu tokonya dimana, ngomong-ngomong kamu beli dimana buku ini?" Felix bertanya.
__ADS_1
"Sebenarnya aku nggak beli itu dikasih nenek-nenek yang Pernah aku tolong, apa kamu mau kerumahnya siapa tahu nenek itu punya banyak buku seperti ini."
"Kamu tahu baiklah ayok kita coba tanyakan."
Sesampainya di rumah 🏡 nenek tersebut dan sudah beberapa kali mengetuk pintu dan tidak ada jawaban sama sekali.
"mungkin dia lagi pergi terus gimana?" tanya So-hyun.
"Felix! eh malah ngelamun terus kamu mau belinya dimana?"
"Hah mungkin lain kali yaudah kita pulang aja yuk." ujar Felix.
"Terus gimana?" tanya So-hyun.
"Gimana kalo kita memainkan beberapa permainan di mall itu bosen lama-lama di mobil." aja felix
"Ya baiklah."
"Pak kita ke mall dulu bapak cari tempat untuk parkir aja." ucap Felix kepada supirnya.
Skip... setelah memainkan beberapa permainan dan sudah terkumpul banyak hadiah mereka memutuskan untuk pulang.
Di perjalanan🚗.......
__ADS_1
"ouh iya hari kamis nanti aja pencoblosan ketua OSIS kamu mau pilih yang mana?" so-hyun bertanya.
"hmm tadinya mau pilih Alex tapi alex nya sudah nggak calonkan lagi jadi aku nggak bakalan milih." jawab Felix.
"Loh kenapa? kan masih ada dua calon lagi."
"nggak mereka nggak ada yang bagus bilangnya mau melindungi siswa dari bulying eh tahunya mereka yang merencanakan semuanya." jawab kesal Felix.
"kamu ini berburuk sangka aja terus."
"nggak berburuk sangka emang itu kenyataannya." jawab felix.
"hmm baiklah terserah kamu aja."
Beberapa hari kemudian.....
Dalam pencoblosan ketua OSIS...
"Felix ayolah kita harus memilih calon ketua OSIS." bujuk so-hyun.
"Kamu aja sana aku males ketemu Ju-hwan, aku nggak mau memilih." jawab felix.
"Hm mentang-mentang ayah kamu CEO Dewan komite sekolah."
"Hehe biarin wlee." Felix meledek.
... Bersambung...
__ADS_1