
Keesokan harinya di sekolahπ«
Di lorong menuju kelas Ye-bin berjalan sendirian dan dibelakangnya diikuti oleh Alex dan langsung menghampiri Ye-bin sambil merangkul pundaknya.
"pagi." Sapa Alex.
"Ih apaansih lo baru datang udah maen rangkul-rangkul aja." Ucap Ye-bin sembari melepaskan rangkulannya.
"Hehe enggak gue cuman mau ngucapin selamat atas kemenangan kandidat lo." Ucap Alex.
"Hm jadi lo ngaku kalah sekarang?" Tanya Ye-bin.
"Iya gue punya hadiah buat kemenangan lo Ayok." Alex menarik tangan Ye-bin ke kelasnya.
Sesampai di kelas Alex langsung mendudukan Ye-bin di kursi.
"Ih apaansih lama-lama lu nyebelin juga." Omel Ye-bin.
"Sutt jangan ngomel sekarang nanti aja ngomelnya kalau udah nonton ini." Alex menunjukkan Vidio permainan Ju-hwan dan Bora.
Betapa terkejutnya Ye-bin saat menonton Video tersebut dan langsung menggebrak meja.
"Gila! Jadi dia cuman manfaatin wanita, kerjaan mereka dibelakang gue begitu! Hah gue nyesel udah sia- siakan sahabat gue gara-gara dia persahabatan gue hampir hancur, gue harus minta maaf sama so-hyun." Ucap Ye-bin.
"Makanya gue nunjukin ini supaya kalian itu sadar kalian cuman dimanfaatin oleh dia dan kalian juga dijadikan bahan loncatan kesuksesannya." Ucap Alex.
"Besok ngga sudi gue hadir ke acara ulang tahunnya, gue juga mau ngundurin diri jadi wakil ketua OSIS." Ujar Ye-bin sambil mengendalikan emosinya.
"Ulang tahun? Apa so-hyun juga diundang?" Tanya Alex.
"Iya gue harus temuin so-hyun dan cegah dia datang ke pesta itu." Ye-bin beranjak dari kursi.
Alex langsung memegang tangan Ye-bin.
"Tunggu, gue punya rencana agar bisa gagalin acara ulang tahunnya apa lo bersedia kerja sama?" Tawar alex.
"Hmm boleh." Jawab Ye-bin Sambil tersenyum kecil.
πππππππ
__ADS_1
Sementara itu sesampainya di sekolah Felix langsung mencari so-hyun dimulai dari kelas sampai kantin ia tidak menemukan so-hyun.
"Hah dimana dia? Aku harus melarangnya dekat dengan Ju-hwan." Gumam Felix sambil mengatur nafasnya.
"Dorrr." Bora memegang bahu Felix.
"So! (Menoleh) Bora? Ada apa?" Tanya felix.
"Hehe maaf aku mau nunjukin tanaman yang mau ditanam disekolah ini." Jawabnya.
"Hah?" Felix bingung
"Ih kata kamu kita harus menjaga kestabilan lingkungan jadi nanti kita akan tanam semua tanaman ini dengan para siswa lain apa kamu lupa?" Tanya Bora.
"Ahaha iya nantinya." Felix ketawa julid.
"Haha iya ih." Bora menepuk tangan Felix.
Dari kejauhan so-hyun melihat kebersamaan felix dan bora.
"Hmm meskipun dia cuman pura-pura kenapa aku cemburu? Kita kan nggak punya hubungan apa-apa." Gumam so-hyun.
"Nih buat kamu!" Ucap Ju-hwan.
"Buat aku? Harusnya aku yang ngasih kamu kado." Tanya So-hyun.
"Nggak apa-apa kali ayok ikut aku." Ju-hwan menarik tangan so-hyun.
Sesampainya di Rofftop......
"Kenapa kamu ngajak aku kesini?" Tanya So-hyun.
"Enggak apa-apa kelihatannya kamu sedang kesal jadi aku ngajak kamu kesini biar menghilangkan rasa kesal kamu." Jawab Ju-hwan.
__ADS_1
"Caranya?" Tanya So-hyun.
"Caranya aaaaaaaa." Ju-hwan teriak.
"Ih Ju-hwan nanti kalau orang denger gimana?" So-hyun panik
"Enggak bakalan ayok cobalah."
"Baiklah aaaaaaaaa aku benci kamuuu." Teriak so-hyun.
"Kamu benci siapa?" Tanya Ju-hwan.
"Hah? Enggak bukan siapa-siapa." So-hyun terbata-bata.
Dan angin berhembus kencang sehingga mata so-hyun terkena debu.
"Aduh." Mengucek mata.
"Jangan di kucek sini aku tiupin." Ju-hwan meniup mata so-hyun dengan pelan-pelan.
Dan saat itu juga Felix melihat Ju-hwan terlihat dekat dengan Ju-hwan.
"Ekhem So-hyun kamu sudah tahu semuanya kenapa masih dekat dengannya?" Ucap Felix sembari menjalan mendekat dan langsung menarik tangan so-hyun.
"Tahu apa maksud kamu?" Tanya So-hyun sambil melepaskan genggaman Felix.
"Kemarin Alex sudah ceritakan sama kamu bukan?" Tanya felix.
"Hmm kalau kamu nggak suka sama Ju-hwan ngga usah mengarang cerita dan aku mau kamu yang ceritakan bukan Alex." Ucap so-hyun sembari melengos pergi.
"Hmm." Ju-hwan tersenyum licik sembari mengejar so-hyun.
"Arghh apa Alex belum sempat menceritakannya?" Felix menggaruk kepalanya.
__ADS_1
...Bersambung...