
Tuttttttttt📱 tuttttttttt suara hp Felix yang menghubungi so-hyun.
"Halo."
"Halo so-hyun kamu benar-benar mau pergi ke pesta Ju-hwan?"tanya felix yang seakan melarang so-hyun untuk datang.
"Iya sebentar lagi, kenapa emangnya? Kamu pasti mau larang aku kesana, bukannya kamu sibuk dengan Bora!"
"Maksudnya?" Felix tidak paham.
"Sudahlah berhenti menuduh Ju-hwan yang tidak tidak urusi saja urusanmu dengan Bora" So-hyun menutup teleponnya dan langsung berangkat menuju rumah Ju-hwan.
Sesampainya di rumah Ju-hwan So-hyun malah diajak ke Rofftop rumahnya dan.
"So-hyun!" Ju-hwan membuka pembicaraan
"Ya?" Menoleh.
"Kalau aku menyatakan cintaku apa kamu ingin menerimanya?" Tanya Ju-hwan tanpa melihat so-hyun dan hanya melihat pemandangan malam.
"Hmm entahlah aku benar-benar bingung dengan perasaan ini aku nggak tahu harus memilih siapa!" So-hyun menundukkan kepalanya.
Ju-hwan menoleh dan menatap so-hyun sembari memegangi kedua bahu so-hyun.
"Baiklah aku akan membantumu mencari jalan keluarnya!, Makasih banyak telah berjasa dalam kehidupanku."
"Maksudnya?"
Pelan-pelan Ju-hwan mendorong tubuh so-hyun hingga so-hyun mulai terjatuh dari atas Rofftop.
"Ju-hwan!!!" Meneteskan air mata.
"Tidakkkkk!!!!" Felix terbangun dari tidurnya.
__ADS_1
"Hah??? So-hyun!" Felix langsung bergegas mengambil hpnya dan menelepon so-hyun.
Drettt 📳 Drett hp so-hyun berdering tetapi So-hyun tidak mendengar kalau hpnya mengeluarkan suara karena dirinya sedang asik bernyanyi dengan Ye-bin.
For You
For you
gei ni quan bu wen rou
pei zhe ni zou,
zai ni zuo you,
bu guan ren he shi hou hui tou
For you
gei ni zheng ge yu zhou
Oh oh oh oh..... ohh ohh ohmmmm
"ishh angkat so-hyun!!!!" Felix langsung bergegas mengambil kunci mobilnya dan langsung turun kelantai bawah menggunakan lift.
"Oh hai ,baru aja aku mau keatas." Sapa Bora
"Ka kamu ngapain disini?"
"Loh kok nanya gitu? Bukannya kamu yang ajakin aku buat ambil bibit tanaman buat taman sekolah."
"Hah? Bukannya sudah kemarin? Dan kamu juga sekarang harus ke pestanya Ju-hwan kan?"
"Pestanya besok, kamu ini kenapa kamu sakit?" Bora mengecek dahi Felix.
Felix yang sadar kalau tadi itu cuman mimpi langsung menepis tangan Bora dari dahinya.
"Ah sorry gue ngelindur Lo bisa langsung ketaman aja gue mau mandi dulu." Felix langsung menutup liftnya dan kembali ke kamarnya.
Di kamar So-hyun......
"Hadeuh udah lama ya kita nggak main kanyak gini!" Ye-bin mengatur nafasnya.
__ADS_1
"Iya aku senang kamu mau kembali."
"Hmm." Ye-bin memeluk erat So-hyun.
" A aduh sesek nih."
"Yaudah aku pamit pulang ya udah sore, sampai jumpa besok ya."
"Ya hati-hati."
So-hyun duduk di kursi meja belajarnya dan melihat begitu banyak panggilan tak terjawab dari Felix.
"Banyak sekali!!." So-hyun mencoba menghubungi Felix dan.
"Halo." Ucap Bora.
So-hyun yang kaget langsung memutuskan panggilannya.
"Ish dasar aneh." Bora mengembalikan hp Felix ke tempatnya semula.
"Apa aku salah nomer? Tapi benar kok ini nomer Felix tapi kenapa yang ngangkat suara nenek sihir?"
🍃🍃keesokan harinya 🌄.....🍂🍂
Dirumah Felix....
"Ye-bin dimana sih? lama banget." keluh Alex
"Apa dia munafik lagi gimana?" tanya Felix.
"masa iya enggak mungkin lah."
ting tong seseorang memencet bel.
"nah mungkin itu dia." Alex langsung membuka pintu dan ternyata Ye-bin membawa pak Han ke rumah felix.
"Loh om!" felix bingung.
"ceritanya panjang banget!! nanti aku ceritakan." ucap Ye-bin.
__ADS_1
...Bersambung...