My Fantasy Hero

My Fantasy Hero
#56.penyadap


__ADS_3


Clekkk Felix mengajak semua masuk dan betapa terkesan nya Alex melihat ada sebuah bioskop didalam rumah.



"Eh buset ini rumah atau mall? Ada bioskopnya segala." Kagum Alex.


"Heh ngga usah norak deh lu."ucap Ye-bin.


"Ih lu ya lama-lama ngeselin juga!"


Semua orang dipersilahkan duduk dan Ye-bin mulai membuka pembicaraan.


"Jadi gini kenapa gue ngajak pak Han kesini itu karena pak Han adalah ayah kandungnya so-hyun dan ia juga merasa curiga sama Ju-hwan." Belum selesai bicara Alex langsung memotong pembicaraan Ye-bin.


"Apaa??? Jadi pemilik cafe langganan gue ternyata punya ayahnya so-hyun?" Alex langsung bersalaman kepada pak Han.


"Ish gue belum selesai juga!!" Ye-bin kesel


"Jadi om ayah kandungnya so-hyun itu! Yang waktu itu!". Tanya felix.


"Iya berkat kamu juga om bisa ketemu dengan so-hyun makasih ya."


"Jadi sekarang apa Rencananya?" Tanya Alex.


Felix mengambil nafas panjang dan.


"Jadi gini sekarang yang pertama Ye-bin sekarang kamu kerumah Ju-hwan berpura-pura membantu menyiapkan pestanya nah saat dia lengah cepetan pasangin kamera penyadap ini ke sudut dimana semua orang akan terlihat." Rencana dari Felix.


"Oke semangat!!"


Sesampainya di depan rumah Ju-hwan.


"Huhh tenang Ye-bin tenang!!"

__ADS_1


Ting tong Ye-bin memencet bel rumah. Dan beberapa saat Ju-hwan membuka pintunya dengan keadaannya yang baru bangun tidur dengan rambut khas acak-acakan.


"Hoamm!! Ye-bin ngapain pagi- kesini?"


"Hah? Sekarang udah jam 8! Kamu baru bangun??"


"Hmm iya semalam aku main game dan ada urusan apa Kesini??" Tanya Ju-hwan yang sembari menggaruk kepalanya.


"Aku mau bantuin kamu mendekor." Ye-bin menunjukkan perlengkapan dekorasi.


"Hah ngapain harus didekorasi segala inikan cuman pesta kecil!!"


"Ahh ayolah." Ye-bin menarik Ju-hwan kedalam.



"Dimana aku harus mendekor nya??"


"Di dekat kolam biar pemandangan enak dilihat"


"Oke kamu mandi saja biar aku yang ngurus! Sono sono!" Ye-bin mendorong Ju-hwan naik tangga.


Saat Ju-hwan sedang mandi Ye-bin langsung mendekorasi dinding dekat kolam dan memasang kamera penyadap dengan sembunyi-sembunyi.


"Yeah berhasil!!"


Truk truk..👣 suara langkah kaki menuruni tangga Ye-bin langsung mengambil posisi mendekorasi dinding disudut.


"For You


For you


gei ni quan bu wen rou." Ye-bin bersenandung kecil.


Dengan sekuat tenaga Ju-hwan menepuk pundak Ye-bin.

__ADS_1


"Dorrrr!!!"


"Hyaaaaaaa." Ye-bin berteriak.


"Hehe wah lo kerjain semuanya! Hmm lumayan makasih ya!"


"Hmm iya ngomong-ngomong bunda Lo kemana?"


"Ouh dia lagi temenin ayah meeting besok baru pulang."


"Ouh pantesan lo main game sampe larut malam."


"Hehe kali-kali!, Makasih ya udah repot-repot mendingan lo pulang sana siapin hadiah buat gue dan dandan yang cantik!".


"Hmm baiklah dahh."


Ye-bin keluar dari rumah Ju-hwan dan langsung kembali ke rumah Felix.



Clekkk Ye-bin masuk keruangan bioskop dan langsung duduk.


"Hadeuh capek gue!!"


Felix langsung menyalakan layar bioskopnya dan pemasangan kamera Sangat pas mereka bisa melihat dari segala arah. Dan saat mereka sedang memantau keadaan rumah Ju-hwan ada seorang yang menghampiri Ju-hwan.


"Eh dia ngapain kesana??" Alex menunjuk tangannya ke layar.


"Eh sutt!!".


"Ju-hwan ini pesenan lo! Dan ngomong-ngomong lo jadi ngomong sesuatu sama so-hyun nanti malam?" Tanya Bora sembari meletakkan kuenya.


"Jadi dong dan lo tolong awasi jangan sampai Felix mengikuti so-hyun kemari."


"Baiklah tenang saja!!"

__ADS_1


"Wahh mereka benar-benar licik!! Dan kanyak nya kita harus punya Rencana yang lebih kuat!" Saran Ye-bin.


...Bersambung...


__ADS_2