
Clekkk...kamu masuk ke ruangan Ju-hwan.
Ju-hwan terbangun dan terlihat bahagia saat kamu datang menjenguknya.
"So-hyun." (tersenyum hangat)
"kata ye-bin kamu nggak mau makan ya?"
" eng enggak mau ini mau makan."
"yaudah deh aku Suapin, muka mulutnya."
"aaaa." Ju-hwan makan dengan lahap dan menghabiskan semua makanannya.
"tinggal beberapa hari lagi pencoblosan ketua Osis kan? kamu harus cepat sembuh."
"Baiklah perawat cantik."
"ih apaansih sih gombal." (mencubit tangan Ju-hwan)
"aaa, sakit."
"maaf maaf, itu tadi ye-bin kenapa kok cemberut?? kamu sakiti dia ya??"
"Enggak, aku juga nggak tahu dia kenapa."
"ouh ya, aku minta maaf soal nggak nurut untuk jauhi Alex."
"iya nggak apa apalah, tapi kamu harus hati-hati agar tidak di manfaatkan oleh Alex lagi ya , aku nggak mau kalau kamu terluka."
"ih apaansih, Alex nggak bakalan berbuat jahat lagi soalnya dia udah di kasih teguran sama sekolah."
"ouh begitu, yaudah kalau kamu setiap hari jenguk pasti aku cepet sembuh."
"tuh kan gombal lagi! udah ah kamu tidur gih, aku mau pulang nanti aku bilangin ke Bu Ji-yeon kalau kamu udah makan obat."
"yaudah hati hati dijalan."
__ADS_1
"iya."
Saat keluar dari rumah sakit dijalan tiba-tiba ada Alex yang mendekat dan menarik tanganmu.
"So-hyun!"
"ih apa??, lepasin tangan aku."
"aku bakal lepasin tapi kamu harus dengerin perkataan aku, please."
"yaudah iya."
"yaudah ayok jangan disini bicaranya."
Alex mengajak ke taman dan mulai menceritakan semuanya kejadian yang terjadi sebelum insiden.
"Jadi, itu semua Rencana jahat Ju-hwan?"
"iya sekarang kamu percaya kan?"
"ttapi!"
"tapi apa lagi."
"so-hyun udah berapa kali aku bilang sama kamu aku itu dijebak."
"Aku akan percaya kalau ada bukti Ju-hwan melakukan itu." (beranjak dari kursi dan pulang)
Semua pernyataan Alex membuatmu Sangat bingung harus percaya sama siapa.
"ishhhhh hummm aku harus percaya sama siapa, ouh iya aku harus cepat cepat mandi dan pergi ke rumah sakit lagi."
Skip....
Setelah selesai bersiap-siap kamu langsung berangkat ke rumah sakit untuk mengantar Felix pulang.
Clekkk.....🚪
"eh calon mantu ibu udah datang." (ucap ibu felix)
__ADS_1
"Apaan sih Bu."
"hehe selamat sore Tante."(bersalaman)
"sebentar ya Tante Beresin barang² nya Felix dulu,kamu duduk aja."
"Baik tan."
Diruangan Felix begitu tampak keceriaan dan Ju-hwan yang sedang berjalan tidak sengaja melihat dari jendela pintu.
"itu So-hyun! dia tampak senang sekali bertemu Felix."
Ju-hwan langsung kembali ke ruangannya dan berbaring di kasurnya.
"Dengan semua luka dan pengorbanan ini semuanya tidak berarti, aku hanya mensia-siakan waktu hanya untuk So-hyun."(meneteskan air mata)
Clekkk....🚪 kamu membuka pintu dan melihat Ju-hwan sedang tertidur.
"hmm ternyata masih tidur."
"tidak aku belum tidur."(jawab Ju-hwan dengan nada lurus)
"Ouh, kalau begitu aku simpan disini ya titipan dari ye-bin nanti kamu makanya."
"hmm baiklah."(tidak menatapmu sama sekali)
"kamu kenapa sakit lagi??"
"enggak, kamu pergi saja dan bilang sama ye-bin cepetan Kesini."
"ouh baiklah nanti aku sampaikan."
kamu pergi dan menutup pintu.
__ADS_1
"Hmsss (menghela nafas) So-hyun! apa segitu pentingnya Felix dimata kamu?"
...Bersambung...