
"Cih, So-hyun apa kamu percaya dengan bualannya?" tanya Ju-hwan yang tersenyum licik.
"So-hyun kamu harus percaya dengan perkataan ku apa kamu tahu dalang dari kecelakaan waktu dibelakang sekolah? dalangnya adalah Ju-hwan dia yang menyuruh Bora untuk menjatuhkan semua karung-karung itu." Ucap Alex.
"Hey jaga mulut kamu! (Bora menghampiri Alex) mana mungkin aku bersekongkol dengannya! Dan kamu menuduhku begitu apa buktinya?" Tanya Bora.
"Hmm ya aku punya semua buktinya yaitu sidik jari yang tertempel di luar karung itu dan tongkat yang kamu gunakan untuk memukulku sampai jatuh pingsan diatas Rofftop."
"Jadi? Ju-hwan selama kejadian yang aku alami itu semua rencana kamu? Apa kamu sangat suka melihat ku menderita?" So-hyun tidak sanggup menahan air matanya.
"Tidak bukan begitu maksud ku so-hyun, Dulu kita sangat dekat dan Hanya aku lelaki yang selalu ada melindungi mu tapi semenjak kedatangan Lelaki itu ia merubah segalanya, orang-orang tertuju hanya kepadanya dan kita menjadi asing gara-gara lelaki itu."
"Jadi maksudnya Kamu ingin mengambil simpati orang-orang Dan kamu menjadikan aku sebagai Batu loncatan untuk ketenaran mu?" So-hyun meneteskan air matanya.
Ju-hwan mengambil nafas panjang.
"Huhft Maaf so-hyun aku terlalu egois kamu bisa menolak pertunangan ku! aku tidak pantas menjadi pasangan mu, Aku juga mau mengundurkan diri jadi ketua OSIS Dan aku juga mau mengaku kalau aku dalang dari kejadian itu." ucap lemas Ju-hwan.
"Dasar Bego lu ya! Kalau misalkan Lo ngaku terus nasib bokap gue gimana? Dan Bu Ji-yeon juga akan dipecat jadi Secretaris sekolah,Gue ngga mau ngelakuin hal konyol begitu!" Bora memalingkan wajahnya.
"Tapi Bora gue nggak mau terus terusan begini lagi pula so-hyun udah tahu semuanya gue nggak mau berbuat lebih jahat lagi!"
"Hmm baiklah kalau itu mau lo silahkan, Tapi karena lo sudah menjadi orang yang berhianat dari klub lo harus diberi pelajaran! Anak-anak!" Suruh Bora Kepada tamu yang hadir.
"Klub? Maksudnya?" Tanya So-hyun.
"Ya so-hyun ia salah satu anggota dari klub malam." Jawab Alex.
Dengan cepat para tamu undangan (teman-teman Ju-hwan) mengerumuni Ju-hwan dan memberikan pelajaran kepadanya.
"Ju-hwan!!, Semuanya tolong hentikan!" Teriak So-hyun.
Alex memegangi tangan so-hyun dan mengajaknya pergi dari sana.
"Ayok so-hyun kita harus keluar dari sini Dia biarkan saja!" Ucap Alex.
"Tapi lex!"
Bora yang menyadari so-hyun dan Alex ingin melarikan diri dari tempat itu langsung memanggil separuh temannya untuk menangkap Alex.
"Eits mau kemana lo?" Ucap salah satu orang yang menarik kerah baju Alex.
So-hyun yang terkejut Alex ditangkap langsung berlari menuju jalan keluar namun Bora berhasil mencegahnya pergi.
__ADS_1
"Mau kemana lo? Jangan harap lo bisa lari dari tempat ini!" Bora menarik kasar tangan So-hyun.
So-hyun mencoba melawan Bora dengan melepaskan genggamannya.
"Euhh Bora cukup!" So-hyun menghentikan langkahnya.
"What! Hm jadi lo sekarang udah berani berbicara? Baguslah sekarang apa kata-kata terakhir yang mau lo sampaikan." Tanya Bora yang mengambil segelas minuman.
"Tolong lepaskan Ju-hwan aku mohon! Berhentilah menyiksanya!"
"Hem hahaha gue ngga salah nih denger seorang gadis gembel memohon kepadaku? Baiklah aku akan mengambulkan permintaan Lo itu tapi apa balas Budinya kalau gue mengambulkan itu?" Bora berjalan mendekat dengan segelas minumannya.
"Hmm Sudah lama aku bisa menahan semuanya tapi sekarang aku sudah lelah menahannya!" Ucap So-hyun yang merebut gelas berisi minuman dari tangan Bora dan.
🍷💦💦 So-hyun menumpahkan minuman itu ke baju Bora.
"Wah! Sekarang lo udah berani mengotori bajuku! Apa lo tahu berapa mahalnya baju ini bahkan air matamu saja itu tidak mampu untuk membayar cucian baju ini!" Omel Bora.
Pring... So-hyun menjatuhkan gelas tersebut dihadapan Bora.
"Aku tidak peduli dengan harga bajumu!" Ucap So-hyun yang berjalan menyenggol bahu Bora .
"Whattt!!" Bora memegangi bahunya dan benar-benar murka. Bora langsung berjalan mendekati so-hyun yang ingin menyelamatkan Ju-hwan.
Dengan sekuat tenaga Bora menarik so-hyun .
Jbur...🌊 So-hyun terjatuh kedalam kolam karena di dorong oleh Bora.
"Hmm jangan macam-macam denganku! Lihatlah seberapa murahannya dirimu itu." ucap Bora yang berjongkok di depan kolam.
"So-hyun!!! Bora Lepaskan so-hyun!! Aku mohon." Mohon Ju-hwan yang kesakitan.
Bora yang mendengar Ju-hwan memohon Langsung berdiri dan mengambil sesuatu dari dalam tasnya Dan berjalan mendekati Ju-hwan.
"Baiklah! Aku akan melepaskannya dengan satu syarat lo harus meminum pil ini! Guys Tolong sekalian bawa Alex kesini dan pegangin ketua tangannya!" Suruh Bora.
"Argh mau apa lo dengan pil itu?" ronta Alex
"Tenang saja ini cuman pil tidur!" ucap Bora yang semakin mendekati mereka.
Tiba-tiba Dor.. 🔫 suara tembakan pistol ke atas langit yang menandakan datangnya para polisi.
"Tolong semuanya Angkat tangan!" ucap Felix yang datang bersamaan polisi.
__ADS_1
karena takut ditangkap mereka langsung berpencar untuk meloloskan diri dan Ju-hwan langsung menendang orang-orang yang memegangnya dan langsung membantu so-hyun yang beranjak dari kolam renang.
"Huhft makasih Ju-hwan!" ucap lega so-hyun.
Dengan Refleks Ju-hwan langsung memeluk erat tubuh so-hyun.
"Aku senang kamu baik-baik saja! Maafkan aku So-hyun!" Ucap Ju-hwan.
Felix yang cemburu melihat mereka pelukan dari kejauhan langsung menghampiri dan melepaskan So-hyun dari pelukan Ju-hwan.
"Hey lo jangan Dekati lagi So-hyun! apa tidak puas Lo membuatnya menderita?" nada tinggi Felix.
"Hah? Datang-datang maen tarik tarik aja lepaskan!" Ju-hwan merapikan bajunya.
"Ini semua gara-gara Lo, Kalau saja Lo nggak ngajak So-hyun kesini ngga bakalan kejadian seperti ini!"
"Hmm hahaha bukannya Lo yang harus mendampingi so-hyun setiap saat? Bukannya lo itu imagination Hero?" sindir Ju-hwan.
"Apa?" So-hyun bingung.
"Hmm gue sengaja ngajak So-hyun kesini biar bisa mancing Lo tapi sepertinya Lo takut ketahuan jadi manggil para polisi, So-hyun apa kamu tahu pahlawan yang ditulis dibuku itu adalah dia! Dan dialah pahlawan sesungguhnya bukan aku!" Jawab Ju-hwan.
"Ngomong apaan sih lu? kebanyakan minum ya?" Alex mengalihkan pembicaraan.
"hm minum apanya dari tadi gue nggak minum kali! kalau kalian mau lihat yang sebenarnya Gue akan tunjukan dengan membuat So-hyun dalam bahaya dan otomatis dia akan jadi pahlawan bukan? So-hyun kemari lah akan ku tunjukkan semuanya" Ucap licik Ju-hwan yang sambil berjalan mendekati so-hyun.
Karena Takut so-hyun kenapa-napa Felix langsung bergegas menghampirinya dan melemparkan pukulan. Buk💢👊.
"Arghh jadi lo mau menyembunyikan kekuatan lo? Lihatlah aku telah menggenggam tangan So-hyun cepat tunjukkan kekuatanmu dan lepaskan so-hyun dari genggaman ku!" tantang Ju-hwan.
Melihat Suasana yang gaduh para polisi terpaksa membekuk Ju-hwan dan menggabungkannya dengan para anggota klub itu.
Dan Pak Han menghampiri so-hyun dan memberikannya Jaket.
"Pakailah pasti kamu kedinginan." Ucap pak Han sembari memakaikan jaketnya.
"Pak Han? "
__ADS_1
"Ya so-hyun pak Han yang telah membantu kita!" ucap Felix.
...Bersambung...