
Dipagi hari yang indah kamu terbangun dan langsung mandi bersiap-siap untuk bekerja.
"Apa aku sarapan dulu aja biar ibu nggak curiga."
kamu langsung turun kebawah untuk sarapan pagi.
"Udah rapi kamu mau kemana?" tanya ibu
"a aku mau lanjut kerja kelompok sama felix."
"Ouh yaudah tapi lain kali belajar kelompoknya di sini saja."
" baiklah nanti aku sampaikan."
"Ouh iya Felix nya mana belum jemput?"
" emm yaudah biar aku aja yang kesana ngga usah dijemput." kamu menjawab dengan terbata-bata.
Setelah selesai makan kamu langsung bergegas berangkat menuju cafe.
saat dijalan kamu menelpon Felix.
"Halo"
"Halo Felix, kalau mau ketemu aku di cafe aja ya jangan kerumah."
"ouh baiklah maafnya aku nggak bisa nemenin kamu kerja."
saat mau menjawab pandangan kamu teralihkan karena melihat Bora yang bersama seorang laki-laki masuk kedalam sebuah gedung.
"Halo so-hyun?"
"Hah iya, sudah dulu ya dah." kamu menutup teleponnya.
"So-hyun aneh, apa terjadi sesuatu padanya?" ucap felix.
"itu Beneran Bora kan??"
Saat kamu mau masuk kedalam ternyata harus menunjukkan kartu VIP room.
__ADS_1
"ah yaudahlah ngapain juga aku harus mengikutinya, ouh iya aku harus cepat cepat ke cafe."
Kamu berlari menuju cafe. Dan sesampai di depan cafe.
"Lah masih dikunci, ouh iya kuncinya di chef aku lupa." kamu terduduk di kursi.
Sedangkan Felix memantau diatas Rofftop.
"So-hyun so-hyun kebiasaan banget ya kamu, tapi sikap kamu yang begini yang membuatmu semakin gemas." ucap felix.
🍃Beberapa menit kemudian....
"So-hyun."
"Chef!"
"maafnya aku telat datangnya, kamu udah disini aja."
"i iya chef aku kepagian."
Chef membuka pintunya dan kamu langsung Pergi ke toilet untuk mengganti seragam kerja dan langsung ke atas Rofftop untuk mengelap meja-meja diatas.
Dan kamu melihat laki-laki yang ber hodie hitam.
"Halo kamu siapa?" ucap kamu sambil memegang punggung baju orang itu
"Gawat." dalam batin felix
Felix langsung meloncat ke bawah.
kamu yang kaget hanya terdiam dan langsung melihat kebawah.
"dia Kemana? apa tadi itu pahlawan itu? dia tahu keberadaan ku??"
Saat kamu sedang bicara sendirian tiba-tiba ada yang memegang bahumu.
__ADS_1
"So-hyun!"
"Aaaa." kamu langsung menoleh
"Kenapa teriak?"
"ouh pak Han, enggak pak saya cuma terkejut aja yaudah saya permisi."
"tunggu dulu."
" i iya pak?"
"Besok kamu tidak perlu bekerja lagi."
"loh kenapa pak saya dipecat?"
" tidak bukan begitu, pegawai saya sudah kembali dari pulang kampungnya. dan saya juga tidak diperbolehkan untuk memperkerjakan seorang siswi sekolah."
"Tapi pak gajinya kebesaran."
"yaudah ngga apa-apa, itu gaji pertama kamu kerja disini nanti kalo sudah lulus sekolah kamu yang akan mengelola cafe ini."
"Hah??"
"amm tidak kamu teruskan saja bekerjanya."
"ouh iya pak." kamu turun kebawah.
"Hampir saja keceplosan, so-hyun ternyata kamu sudah dewasa maafkan ayah ya nggak bisa liat kamu tumbuh dari kecil." ucap pak Han sambil menahan tangis.
Sementara itu di taman...🪑🌿
Felix duduk di kursi taman.
"Huh hampir saja so-hyun lihat wajah aku, lain kali aku harus lebih berhati-hati."
Saat Felix sedang bersantai ia melihat Alex sedang berjalan menujunya tetapi berbalik lagi.
"Loh kenapa dia balik lagi? hey Alex!"
Felix mengejar Alex.
...Bersambung ...
__ADS_1