
Plak... pukulan felix tepat mendarat di wajah tampan Ju-hwan, dan sebaliknya Ju-hwan membalas dengan pukulan-pukulannya.
π€Όπ€π¨π€........
Beberapa menit kemudian.... mereka berdua sama-sama kelelahan dan berbaring di atas lantai rooftop.
"Huhh huhh kenapa lu nggak pakai kekuatan untuk menghajar gue??" ujar Ju-hwan sembari menepuk perut sixpack Felix.
"Kekuatan itu untuk menolong orang bukan untuk menyakiti orang, nggak kebayang kalo elu yang punya kekuatan ini!!"jawab felix.
"Hmm Sorry!" Ju-hwan berdiri sembari membersihkan bajunya."Lo jaga So-hyun baik-baik gue cabut duluan"
"Lu mau pergi jauh?? kalo So-hyun tahu dia pasti sedih"tahan felix.
"So-hyun nggak bakalan sedih! gue banyak salah gue udah banyak nyakitin dia, sampaikan permintaan maaf gue, gue pergi dulu."
Beberapa bulan kemudian.......
Han dan Jang Nara mengucapkan janji pernikahannya dan saling memasangkan cincinπ.
Sementara itu So-hyun hanya tersenyum bahagia duduk dikursi yang disediakan.
"So-hyun! selamat ya! " ucap felix.
"Makasih banyak ya!"
"Ouh iya aku punya sesuatu." Felix memberikan sebuah kotak kepada So-hyun.
"Ini apa? kalau mau memberi kado langsung ke ayah saja!"
"Bukan!! itu buat kamu"
"Buat aku?? siapa yang nikah siapa yang dikasi kado" ucap So-hyun sembari membuka kotaknya dan ternyata isinya adalah buku antik miliknya.
"Loh?? inikan? kenapa bisa ada di kamu??" memasang tatapan tajam.
__ADS_1
"Yaaa kalo nggak aku simpan, pasti aku nggak bakalan bisa nolongin kamu waktu itu."
"Ya yaudah makasih! tapi kamu nggak baca kan??"
"Tentu tidak!"
"Huh syukurlah" So-hyun mengelus dadanya.
"Tentu tidak sekali! aku baca itu berkali-kali"
"Apaaa??"
Felix langsung membekap mulut So-hyun.
"Sutt π€« diliatin orang."
So-hyun langsung memantau sekelilingnya tampak Ye-bin dan Alex memperhatikannya.
"Kamu membacanya??" tanya So-hyun.
Felix menganggukkan kepalanya dan seketika wajah So-hyun memerah dan menundukkan kepalanya.
Deg dug π Hati So-hyun berdebar kencang dan langsung memalingkan wajahnya.
"Enggak siapa yang sakit! kamu lancang membawa buku orang lain itu tidak sopan." terbata-bata.
"Ouh ya? tapi kamu membuat itu buat Ju-hwan kan?? Kamu tahu kalau dia--" Omongan Felix langsung terputus karena So-hyun langsung membekap mulutnya.
"Sutt diam!! lupakan, aku sudah memaafkannya kamu jangan pikirkan tentang tulisan ini!"
Mendengar So-hyun tidak ingin membicarakan Ju-hwan lagi Felix langsung tersenyum tanpa beban.
"Iya-iya aku nggak bakalan bahas soal tulisan itu lagiπ".
__ADS_1
"Jangan senyum begitu!"
"Kenapa emangnya?? Kenapa??" Felix mengedipkan matanya beberapa kali.
Dan membuat So-hyun salah Tingkah.
πππΈπΈπΈπΈπΈ
Dihari kelulusan sekolah.....
Siswa dan Siswi Lulusan terbaik..
Setelah pulang kelulusan Felix diajak oleh Han untuk mampir kerumahnya.
"Felix! setelah dipikir-pikir Om dan tante sudah mengambil keputusan merestui kalian untuk pacaran dan ingat jaga So-hyun baik-baik jangan sampai lupa belajar kuliahnya."
Dengan sigap Felix langsung menjawab.
"Siap om aku bakalan jagain So-hyun baik-baik di kampus" jawabnya sembari menghormat.
"Ih ayah ngomong apaansih!" malu So-hyun.
"Sudah kalian jalan-jalan sana! jangan pulang kemalaman awas ya!" ucap nara.
"Baiklah makasih banyak Tante om!" Felix menarik tangan So-hyun dan mengandengnya."
Dari kejauhan Han dan Nara memperhatikan putrinya sudah tumbuh dewasa dan telah mempunyai pacar yang baik serta tampan.
...***Tamat...
...Terimakasih telah membaca...
__ADS_1
mampir juga ke karyaku yang lainnya yaπ***