My Fantasy Hero

My Fantasy Hero
part 7: kotak apa ini??


__ADS_3

Floey terbangun dari tidurnya dan melirik ke arah jam di meja yang menunjukkan pukul 5.30. Ia merasa segar dan bergegas meninggalkan tempat tidur untuk segera mandi. Setelah mandi, ia menuju ruang makan untuk sarapan.


Namun, hari ini ia merasa tidak nafsu makan dan pikirannya terus menerus tertuju pada kotak yang kemarin ia temukan. Ia mencoba mencari kotak tersebut, tetapi sia-sia, kotak itu tidak ditemukan. Tiba-tiba, ada seseorang yang menepuk pundaknya.


"Aaa..."


"Floey, cepatlah makan. Nanti kamu akan terlambat," ucap orang tersebut.


"Hah, iya," jawab Floey. Ia segera makan dengan cepat dan bersiap pergi ke sekolah.


Sampai di sekolah, Floey membuka tasnya dan menarik keluar buku antiknya yang kuno.


"Apakah benar Felix itu pahlawan yang aku tulis di sini?" gumam Floey dalam hati.


"Eh, eh, ada yang lagi lihat buku jelek nih," ejek seseorang.


"Haha, Floey, sejak kapan lo suka buku antik seperti itu? Atau sekarang lo jadi kolektor barang antik?" canda Qilla.


"Qilla, kenapa kamu jadi begitu? Apakah aku melakukan kesalahan? Jika ada, aku minta maaf padamu. Tapi, tolong, kembalilah menjadi Qilla yang dulu," pinta Floey dengan tulus.


"Cih apaan sih lo so' Akrab" balas Qilla sambil pergi ke kursinya.


"Tuh kan, benar, dia tidak ingin berteman dengan lo. Sini, bukunya, gue mau lihat," kata Becca sambil merebut buku dari genggaman Floey dan mulai membacanya.


"Ssksksk, Hahahaha! DIA TERLAHIR KEMBALI? Hahahaha, ngapain sih nulis-nulis beginian? Tidak akan terwujud juga kali. Eh, sini, mana pensil?" ejek Becca.


"Buat apa?" tanya Floey.


"Ih, sini," jawab Becca sambil merebut pensil dan menulis di halaman paling belakang buku tersebut.


Becca menarik kursi dan duduk dengan santainya di kelas. Tiba-tiba, terdengar suara Brukkk! yang diikuti oleh teriakan,


"Ahhh, mamyyy!" ringis nya

__ADS_1


"Ahahahahahahahaha!" pekik semua siswa yang hadir, menertawakan Becca.


"Ih nih, ambil tuh buku kucel," ejek Becca yang melempar buku ke arah Floey.


Tanpa ragu, Floey menangkap buku yang dilemparkan tersebut.


Clekk...


Tepat pada saat itu, Felix dan Kieranza memasuki kelas dan langsung duduk di bangku mereka masing-masing. Mereka tidak begitu memperhatikan kejadian yang sedang terjadi di kelas.


Kringggg... bel pulang sekolah berbunyi, menandakan hari sudah berakhir.


🍁🍁


Di halaman rumah, Floey melihat ibunya sedang membakar sesuatu di belakang rumah. Ia penasaran dan mendekat untuk melihat apa yang sedang terjadi. Ternyata, ibunya meninggalkan sebuah kotak aneh yang terbakar dengan sendirinya.


"Huhhhh, huhhh," Floey menghembuskan napasnya untuk memadamkan api yang membara di kotak tersebut. Setelah api padam, Floey mulai mengeksplorasi kotak tersebut.


"Menarik... foto siapa ini?" gumam Floey sambil menelusuri isi kotak tersebut. Di dalamnya terdapat sejumlah foto yang tampak sangat kuno dan misterius. Salah satunya menarik perhatian Floey.




Terdapat sebuah benda kecil yang menarik perhatian Floey di dalam kotak tersebut. Ternyata, itu adalah sebatang gantungan kunci.


"Gantungan kunci! Apakah aku harus mencoba menanyakan kepada ibu tentang ayahku yang sebenarnya?" pikir Floey, merasa kebingungan dengan identitas ayahnya yang selama ini misterius.


Tepat pada saat itu, terdengar suara langkah kaki di depan rumah. "Floey, sudah pulang?" gumam ibu Floey dari luar.


"Hah, gawat," bisik Floey panik, berusaha menyembunyikan gantungan kunci.


__ADS_1


"Floey, cepat masuk," ucap ibu Floey dengan nada cemas.


Di dalam kamar mereka, Floey duduk di samping meja dan menatap gantungan kunci dengan penuh pertimbangan.


"Hmm," desis Floey, memandangi gantungan kunci dengan tatapan penuh tanda tanya. Ada sesuatu yang mengganjal di dalam hatinya, ingin tahu apa arti sebenarnya dari gantungan kunci tersebut.


"Floey, cepat antarkan pesanan ini. Orangnya sudah menunggu," ucap ibu Floey dari luar kamar.


"Iya," jawab Floey, sambil memasukkan gantungan kunci ke dalam saku celananya dengan cepat.


🍃


Setelah selesai mengantarkan pesanan, Floey segera berlari pulang dengan cepat. Namun, tiba-tiba saja,


Brukkk!


Floey bertabrakan dengan Felix di tengah jalan.


"Maaf, aku nggak sengaja," ucap Floey sambil memeriksa gantungan kunci di dalam sakunya. "Lohhh, kok nggak ada, gimana ini!"


Felix, yang memperhatikan Floey dari jauh, mendekatinya dari arah yang berbeda.


"Cari apa?" tanya Felix.


"Hah, nggak cari apa-apa kok," jawab Floey dengan sedikit kesal, lalu berusaha melewati Felix untuk pergi.


"Tunggu," kata Felix sambil menahan tangan Floey.


"Iiya, ada apa?" Floey bertanya dengan rasa penasaran.


"Sini, ikut!" ucap Felix sambil menarik tangan Floey dan mengajaknya naik ke dalam mobilnya.


Floey merasa bingung dengan situasi ini, namun rasa penasaran dan ketertarikan terhadap apa yang terjadi membuatnya memutuskan untuk mengikuti Felix.

__ADS_1


Mereka duduk di dalam mobil, dan Felix segera memulai perjalanan. Tidak ada kata-kata yang terucap di antara mereka berdua, tetapi kegugupan dan rasa ingin tahu melingkupi udara di dalam mobil tersebut.


... Bersambung...


__ADS_2