My Fantasy Hero

My Fantasy Hero
Part 38: anak sama ibu sama saja!


__ADS_3

Bora kembali ke kelasnya.


Clekk..... Bora membuka pintu dan Langsung disambut oleh Gengnya.


"Bora lo nggak di apa apain kan sama si alex."


"Apa bener lo yang ngelakuin itu?"


"Ya enggaklah mana mungkin gue ngelakuin itu dan emangnya Ju-hwan salah apa harus gue bunuh segala."bantah bora sambil duduk


"Hmm apa mungkin si Alex mau cemarin nama baik lo."


"mungkin kali."


"Sudahlah jangan dibahas lagi."


"Ouh iya cie ada yang udah berduaan sama Felix nih."


"Berduaan apanya orang Felix nya belum sadar, jadi gue ke sini aja."


"ouh iya ngomong-ngomong kenapa Felix bisa pingsan disana?."


"Kata dokter cedera yang dialami Felix kambuh lagi."


"Gue heran tadi di kelas si ye-bin itu robek robek buku si So-hyun yang antik itu loh dan pas itu juga ada kabar felix pingsan dan Ju-hwan celaka, kok bisanya?."


"Hmm lo nggak tahu aja kejadian sebenarnya" >batin Bora


"Benar juga si Bora gimana menurut lo aneh nggak sih?"


"Hah iya iya dari dulu juga gue heran ama buku itu."


Sementara itu di rumah sakit....


"Kamu udah makan?" menatapmu


"Hah Belum nanti saja."


"ngomong-ngomong kenapa kamu marah padaku tadi?"


"Marah? kapan aku marah?"


"Tadi waktu di belakang sekolah kamu terus menghindar dari ku, ada masalah apa??"


"Hah? kenapa ya mendadak aku lupa."

__ADS_1



"Hah? Haha kamu aneh ish."



"Hah?? hehe."


Clekkk πŸšͺ seseorang membuka pintu dan masuk ke ruangan dan ternyata itu adalah ayahnya Bora.


"Eh ada so-hyun."


"I iya pak say permisi."


"eh kenapa buru-buru kamu diam saja tungguin Ju-hwan."


"Hah? iya pak." kembali duduk.


"Ju-hwan ini benar-benar berjasa sekali, ia rela terluka demi menyelamatkan siswa yang kesusahan."


"Hah?? ." Ju-hwan terbata-bata.


Dan beberapa menit kemudian Ibu Ju-hwan membuka pintu dengan cepatnya ia langsung memeluk Ju-hwan.


"Ju-hwan sayang kamu nggak apa-apa kan nak?"


"ouh iya maaf bunda lupa, ehh ada kepala sekolah."


"iya bu Jiyeon, sekarang udah ada ibu Kalo begitu saya permisi."


"iya makasih banyak pak ."


"baiklah." meninggalkan ruangan


"Ju-hwan kalo begitu aku juga pamit mau ke sekolah lagi."


"iya makasih ya so-hyun udah jagain Ju-hwan."


"nggak usah makasih bu ini semua gara-gara saya, saya minta maaf."


"Hah??"


"nggak kok bun nggak ada apa-apa." mengkode


"yaudah saya permisi." meninggalkan ruangan

__ADS_1


"Maksudnya apaan Ju-hwan."


Ju-hwan menceritakan semuanya, dan rencananya.


"Jadi kamu terluka juga gara-gara rencana mu sendiri?"


"iya tadinya sih begitu tapi anehnya kenapa semua sampahnya jatuh."


"Di sekolah lagi ramai tentang Alex yang menjatuhkan barang-barang itu dari atas ."


"Jadi yang dituduh itu Alex?"


"Iya emangnya harusnya siapa?"


"nggak kok bun, hmm baguslah."


"Bagus apanya kamu terluka parah begini."


"Bunda jangan bilang sama siapa siapa ya, dan aku ingin so-hyun tetap bersamaku bunda bisakan??"


"Bisalah demi anak kesayangan bunda masa enggak, dan sepertinya bunda juga akan naik jabatan."


"Hmm." Ju-hwan tersenyum licik.


Sesampai di sekolahπŸƒπŸ‚πŸ‚πŸ‚


Kamu memutuskan ke kantin terlebih dahulu dan makan makanan disana.


"So-hyun" Alex berlari mendekatimu πŸƒβ€β™‚οΈ


Dan duduk di sampingmu.


"So-hyun, kamu jauhi Ju-hwan aku mohon ini demi kebaikanmu."


"iya aku akan jauhi kamu dan jangan pernah lukai Ju-hwan atau felix." beranjak dari kursi


"So-hyun." memegang tanganmu


"kenapa?"


"aku di jebak, itu semua bukan salahku tadi aku mencoba untuk memberhentikan semuanya."


"iya kamu terlambat dan tolong menjauh dariku." pergi meninggalkan alex.


"argh....(menggaruk kepalanya) awas aja lo Ju-hwan bora."

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2