My Fantasy Hero

My Fantasy Hero
Part 33: berhasil


__ADS_3

Saat kamu menyelusuri lorong menuju ruang laboratorium tiba-tiba Bora dan Gengnya datang menghampirimu dan menghentikan langkahmu.


"Eits mau kemana sih kamu??"


"Bor bukanya kamu diancam sama felix nggak boleh rundung so-hyun."


"ya,,, ini kan sepi nggak ada siapa siapa yang tahu."(menyudutkan so-hyun ke dinding dan mengelus rambutnya)


"Ya iya sih."


"So-hyun kamu itu pake pelet apaansih sampai direbutin sama felix dan Ju-hwan."


"Pelet? oh ternyata so-hyun pakai pelet."(ucap temanya)


"Bukan,, dia ini mengelabui Felix agar benci sama gue kan? jawab."(mendorong so-hyun ke dinding)


di sisi lain.....


"Duh si Alex lama banget sih nolongin nya kesian So-hyun."(ucap felix sambil merekam)



"Stop..."(ucap Alex mendekati so-hyun)


"loh kok dia kata kamu si ju- Phttt."(omongan terputus gara-gara bora menginjak teman yang berbicara)


"Kalian ini mentang mentang orang tua kalian punya hak tentang sekolah ini seenaknya aja buli buli teman."


"Haha terserah kita dong kita-kita yang ngebully lo yang sewot."


"gue peringatin sama kalian kalo kalian ngebully lagi so-hyun gue laporin ke guru."


Dan akhirnya Alex menarik so-hyun pergi dari sana.dan Felix mengirimkan videonya ke hp Alex.


Di tangga...


"kamu nggak apa-apa?"

__ADS_1


"nggak makasih ya."


"eh Alex bukanya hari ini ada rapat buat calon ketua Osis?"(ucap siswa).


"Ouh iya So-hyun aku duluan nya."(berlari)


Diruang Osis....


Clekkk... alex membuka pintu


"Maaf pak saya terlambat."


"lihat pak apa bisa dia menjadi ketua yang teladan dirinya aja slalu telat."(bantah Ju-hwan)


"maaf pak tapi saya terlambat Karena tadi saya nolongin so-hyun yang dirundung oleh Bora."


"ini pak tadi salah satu temannya saya ada yang rekam."


Skip...


Ju-hwan keluar dengan keadaan kesal dan menemui Bora ditaman.


"Hey bora, kenapa lo ngelakuin itu tidak dengan sepengetahuan gue."


"Lah lo sendiri yang bilang di pajuin."


"Kapan??"


"nih liat... "(Bora memperlihatkan semua percakapan kalian di hp)


"lah perasaan gue belum nulis apa apa di hp."


"Ah lo yang salah malah nyalahin gue."


"apa jangan-jangan Felix?"Si Alex, mana ngancem gue lagi.""Ya tadi pas dirapat juga nunjukin video lo ke pak Woo-bin.""Apa? bisa-bisa duh... "(menggaruk kepalanya dan pergi meninggalkan Ju-hwan)"hmmm ternyata semua yang dikatakan Alex benar.""Apa felix kerjasama dengan Alex? awas aja lo gue kasih pelajaran yang setimpal."(Ju-hwan menendang pohon)"Gawat."(Felix kabur)Kelihatannya Ju-hwan sangat marah dan masuk ke dalam kelas..."Huhffftt oh iya aku ingat tentang buku itu apa benar kalo buku itu di robek atau terkena lecet Felix akan kesakitan?"Kamu membuka tasmu dan mengeluarkan buku antik itu dan Ju-hwan menghampiri."So-hyun, Boleh nggak aku minta selembar kertas itu??""ouh kenapa nggak kertas biasa aja.""Biar kelihatan lebih menarik gitu.""ouh yaudah nih robek aja."Ju-hwan dengan perlahan lahan merobek selembar kertas dari buku itu dan felix yang sedang di luar kelas mulai kesakitan dan juga kamu mulai merasakan sakit yang sama."Aww."(meringis)"kamu kenapa So-hyun??"Brakk... Felix tidak sengaja membuka pintu kencang dan dirinya oleng karena kesakitan."hmm ternyata benar"...Bersambung...


"Si Alex, mana ngancem gue lagi."

__ADS_1


"Ya tadi pas dirapat juga nunjukin video lo ke pak Woo-bin."


"Apa? bisa-bisa duh... "(menggaruk kepalanya dan pergi meninggalkan Ju-hwan)


"hmmm ternyata semua yang dikatakan Alex benar.""Apa felix kerjasama dengan Alex? awas aja lo gue kasih pelajaran yang setimpal."(Ju-hwan menendang pohon)"Gawat."(Felix kabur)Kelihatannya Ju-hwan sangat marah dan masuk ke dalam kelas..."Huhffftt oh iya aku ingat tentang buku itu apa benar kalo buku itu di robek atau terkena lecet Felix akan kesakitan?"Kamu membuka tasmu dan mengeluarkan buku antik itu dan Ju-hwan menghampiri."So-hyun, Boleh nggak aku minta selembar kertas itu??""ouh kenapa nggak kertas biasa aja.""Biar kelihatan lebih menarik gitu.""ouh yaudah nih robek aja."Ju-hwan dengan perlahan lahan merobek selembar kertas dari buku itu dan felix yang sedang di luar kelas mulai kesakitan dan juga kamu mulai merasakan sakit yang sama."Aww."(meringis)"kamu kenapa So-hyun??"Brakk... Felix tidak sengaja membuka pintu kencang dan dirinya oleng karena kesakitan."hmm ternyata benar"...Bersambung...



"Apa felix kerjasama dengan Alex? awas aja lo gue kasih pelajaran yang setimpal."(Ju-hwan menendang pohon)


"Gawat."(Felix kabur)


Kelihatannya Ju-hwan sangat marah dan masuk ke dalam kelas...


"Huhffftt oh iya aku ingat tentang buku itu apa benar kalo buku itu di robek atau terkena lecet Felix akan kesakitan?"Kamu membuka tasmu dan mengeluarkan buku antik itu dan Ju-hwan menghampiri."So-hyun, Boleh nggak aku minta selembar kertas itu??""ouh kenapa nggak kertas biasa aja.""Biar kelihatan lebih menarik gitu.""ouh yaudah nih robek aja."Ju-hwan dengan perlahan lahan merobek selembar kertas dari buku itu dan felix yang sedang di luar kelas mulai kesakitan dan juga kamu mulai merasakan sakit yang sama."Aww."(meringis)"kamu kenapa So-hyun??"Brakk... Felix tidak sengaja membuka pintu kencang dan dirinya oleng karena kesakitan."hmm ternyata benar"...Bersambung...


Kamu membuka tasmu dan mengeluarkan buku antik itu dan Ju-hwan menghampiri.


"So-hyun, Boleh nggak aku minta selembar kertas itu??"


"ouh kenapa nggak kertas biasa aja."


"Biar kelihatan lebih menarik gitu."


"ouh yaudah nih robek aja."


Ju-hwan dengan perlahan lahan merobek selembar kertas dari buku itu dan felix yang sedang di luar kelas mulai kesakitan dan juga kamu mulai merasakan sakit yang sama.


"Aww."(meringis)


"kamu kenapa So-hyun??"


Brakk... Felix tidak sengaja membuka pintu kencang dan dirinya oleng karena kesakitan.


"hmm ternyata benar"...Bersambung...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2