My Fantasy Hero

My Fantasy Hero
#62.mimpi apa lagi!!


__ADS_3

Udah so-hyun nggak usah takut lagi kan ada kita!" Bela Alex.


"Hmm ya kalian benar makasih banyak ya!"


Beberapa menit kemudian Teman-teman so-hyun pamitan untuk pulang kerumah mereka masing-masing. So-hyun kembali ke kamarnya dan membuka surat dari Ju-hwan


____________________________________________


Teruntuk so-hyun


Aku menulis ini untuk meminta maaf yang sebesar-besarnya aku tahu kamu nggak mau melihat diriku lagi tapi aku benar-benar minta maaf apa yang telah selama ini aku lakukan kepadamu dan ini nomor telepon baruku


0821.... Hubungi aku segera aku mau mengajakmu menunjukkan sesuatu.


From Ju-hwan


______________________________________________


So-hyun langsung memasukan nomor barunya Ju-hwan Dan mencoba menghubunginya.


"Halo!!" Jawab Ju-hwan.


"Halo Ju-hwan ini so-hyun! Aku tahu nomer ini dari surat yang kamu tulis!"


"Ouh so-hyun ini hari-hari terakhir ku di negara ini nanti malam aku mau menunjukkan sesuatu, sesuatu yang kamu cari selama ini nanti aku share lokasinya!"


"Ya baiklah." So-hyun menutup teleponnya.


"Yang aku cari? Ayah? Aku kan sudah ketemu sama ayah!"


Sementara itu sesampainya di rumah Felix langsung masuk ke kamarnya dan merebahkan dirinya di atas kasur.




🌃🌃🌃🌃🌃🌃🌃🌃🌃🌃🌃🌃🌃🌃🌃🌃


Malam hari yang tampak sunyi tanpa kelap kelip bintang. Ting tong seseorang memencet tombol rumah Felix dan felix turun untuk membuka gerbangnya tanpa menyuruh pembantunya.


"Ya?" Felix membuka gerbang dan ternyata yang menekan bel itu adalah so-hyun.


"Felix!"sapa so-hyun.


"So-hyun? Ngapain malam-malam kesini? Kenapa nggak memberitahu kalau kamu mau kesini?"


So-hyun tidak menjawab dan menarik Tangan Felix untuk pergi ke suatu tempat.


"So-hyun kita mau kemana??" Felix memberhentikan langkahnya.


Lagi-lagi so-hyun tidak menjawab pertanyaannya dan terus berjalan.


"So-hyun!! Tunggu!!" Felix mengejar so-hyun.


Sesampainya di hutan dekat lapangan bola So-hyun menghentikan langkahnya.


"So-hyun kenapa berhenti disini??"

__ADS_1


"Aku mau tanya sesuatu!"


"Pertanyaan apa??"


"Apa kalau aku minta sesuatu kamu akan mengabulkannya?"


"Selagi aku tetap berada disampingmu meskipun itu sulit aku akan berusaha!" Jawab Felix.


"Aku ingin kamu mengambilkan bintang itu dan membawanya kepadaku!" So-hyun menunjukkan keatas langit.


"Hah? Apa mana mungkin aku bisa membawa bintang itu, so-hyun berhentilah bermain-main aku kira ada apa kamu mengajakku kesini!"


"Aku tidak bercanda! Kamu tidak bisa??"


"Ya enggaklah kamu ngada-ngada aja! Ayok kita pulang nanti ibu kamu bisa marah!" Felix menarik tangan so-hyun.


Namun So-hyun malah menepis tangan Felix.


"Kalau kamu tidak bisa aku akan pergi bersama Ju-hwan!" Ucap So-hyun yang langsung berjalan masuk ke lorong hutan yang gelap itu Dan terlihat sosok Ju-hwan yang menunggu di dalamnya.


"So-hyun!! Jangan pergi kesana so-hyun!!!" Teriak Felix.


Felix yang mau mengejar so-hyun tiba-tiba kakinya tidak bisa digerakkan seolah-olah ada yang menarik Felix dari Belakang.


"Arghhh so-hyun!!!!!!" Tiba-tiba Felix terbangun dari tidurnya.


"Hah?? (Mengatur nafasnya) cuman mimpi! Sekarang jam berapa?" Felix melihat jam di hpnya menunjukkan pukul 5 sore dan mencoba menelpon so-hyun namun tidak diangkat.


"Aku harus kerumahnya!" Felix beranjak dari kasurnya dan pergi mandi dan setelah itu pergi kerumah so-hyun.


Sesampainya di toko so-hyun tampak ketawa bahagia dengan orang tuanya dan hal itu membuat Felix lega.


"Loh Felix?" Heran so-hyun.


"Hai!👋 Aku mau pesan seperti biasa!"


"Baiklah akan Tante siapkan!"


Pak Han tampak menggoda so-hyun agar menghampiri Felix.


"Sana temenin!!" Goda Han.


"Ih ayah apaansih!!"


So-hyun menghampiri dan duduk di kursi didepan Felix.


"Kamu nggak apa-apa??" Tanya Felix.


"Hah?? Iya aku baik-baik saja emangnya kenapa?"


"Hah? Enggak bukan apa-apa! Kalau kamu mau pergi kamu hubungi aku dulu ya!" Felix menatap mata so-hyun.


"Ya baiklah aku akan menghubungimu terlebih dahulu!" So-hyun tersenyum kecil.


"Felix ini pesanan kamu!" Nara memberikan paper bag nya.


"Ya makasih banyak tan! So-hyun aku pamit ya! Om."

__ADS_1


"Ya, kamu hati-hati ya!"


"Baiklah dah👋" Felix keluar dari toko dan kembali kerumahnya.


🌙🌃........ Malam hari Telah tiba so-hyun bersiap siap untuk pergi ketempat janjiannya dengan Ju-hwan.


"Kalo aku Minta izin pasti nggak akan dibolehin sama ayah apalagi mau ketemu Ju-hwan." So-hyun mengendap-endap turun kebawah dan langsung keluar.


"Huhft aman! Taxi mana ya! (Melirik lirik) taxi!!" So-hyun menghentikan taxi dan masuk kedalam mobil taxi tersebut


Sesampainya di cafe dekat Taman Hiburan Tua (tidak beroperasi lagi)



"Ju-hwan dimana ya? Coba aku telepon deh!" So-hyun mengambil smartphone-nya yang ada di tas.


"Halo!" Ju-hwan mengangkat teleponnya sembari menepuk pundak so-hyun.


So-hyun refleks kaget dan menoleh.


"Ih kebiasaan!" Gumam kesal so-hyun.



Ju-hwan tampak senang bertemu dengan so-hyun dan menarik tangannya untuk naik keatas Rofftop cafe dan mempersilahkan so-hyun duduk.



Suasana sangat canggung karena so-hyun masih belum menjawab soal pertunangan kemarin.


"Emm Ju-hwan soal kemarin..."so-hyun membuka pembicaraan namun langsung di potong oleh Ju-hwan.


"Iya so-hyun aku tahu soal jawaban yang akan kamu berikan aku paham kok, meskipun kamu menolak ku aku tetap akan menyukaimu! Ya aku paham ini aneh tapi bisakah kamu melupakan tentang kejadian kemarin??" Ju-hwan menatap so-hyun dengan canggung.


"Hem aduh gimana ya ??kenapa jadi canggung begini?? Hmm iya Ju-hwan aku akan melupakan Tentang kemarin dan aku juga sudah memaafkan kamu! Tapi kamu mengajakku kesini untuk apa?"


"Sebenarnya aku mau menunjukkan sesuatu! Sesuatu yang kamu cari-cari selama ini!"


"Maksud kamu ayah aku??"


"Bukan itu! Ayok!" Ju-hwan beranjak dari duduknya dan mengulurkan tangannya.


So-hyun menerima uluran tangannya dan mereka pergi masuk ke tempat hiburan yang sudah tua itu.



Author: maaf Readders kalian bayangin aja kalo taman bermainnya sudah tua ya! 😁 aku nggak nemu gambar yang mati lampu soalnya 🙏🏻😁.


So-hyun tampak kebingungan kenapa Ju-hwan mengajaknya kesana.


"Ju-hwan kenapa kita kesini? kalau ada satpam yang liat kita pasti di marahin!"


"nggak bakalan ada yang liat ayok!" Ju-hwan menarik tangan So-hyun untuk menaikki Wahana Bianglala.


"Ju-hwan jangan bercanda deh! ini nggak hidup nggak bakalan berputar aku mau turun saja ah!" So-hyun mencoba untuk turun.


"Jangan! kamu diem Disini aku mau kesana dulu mau nyuruh orang buat nyalain mesinnya! kamu tunggu disini!" Ju-hwan turun dan berlari ke pusat mesin.

__ADS_1


"Ju-hwan!! ish jangan tinggalkan aku!!" teriak pelan So-hyun.


...Bersambung...


__ADS_2