My Fate Love

My Fate Love
Mana?


__ADS_3

Langsung dilanjutkannya tadi. Ia membuka kancing kemeja Sara dengan asal sehingga ada beberapa yang lepas. Kemeja Sara tidak dilepas, hanya diturunkan. Begitu pula dengan underwear Sara. Ia hanya membuka pengait nya dan menurunkan talinya hingga terlihat jelas.


Sara sedari tadi hanya bisa menutup mulutnya saat agar bisa mengontrol mulut nya. Key menarik tangan yang menutup mulut Sara. Dikecup nya tangan tersebut. Lalu tangan Key turun ke rok Sara.


Ditarik kebawah underwear tersebut. Saat Key membuka celana Key dan hendak memasukannya, "Key.. mana pengamanmu?" ucap Sara. Gosh, Key lupa. Bisa bisanya Key lupa tentang hal itu. Ia hendak membawa Sara keruangan nya. Karena seingatnya, Calvin pernah iseng menaruh pengaman diruangan Key karena diusia Key, Ia tidak pernah melakukan hal itu dan Calvin merasa Key sudah tidak normal lagi sehingga Ia menghasut bosnya untuk melakukan dengan pengaman.


Ditariknya Sara, lalu Key mengambil blazer Sara yang Ia buang tadi. Lalu Ia mencium bibir Sara sambil berjalan menaiki tangga tangga menuju ruangannya.


Sesampainya diruangan, Key membuka laci mejanya dan mengambil pengaman, memakainya lalu mendekati Sara. Dibawanya lah Sara ke lemari agar Sara bisa bersandar.

__ADS_1


Diangkatnya kedua kaki Sara. Sara hanya bisa memegang tubuh Key agar dirinya tidak jatuh saat Key sedang bermain.


Key membawa Sara ke meja kerjanya. Disapunya kaca nama dan jabatan Key lalu menduduki Sara dimejanya.


Seluruh tubuh Key lemas adanya. Ia jatuh diatas tubuh Sara. Memeluk tubuh Sara dan ternyata Sara juga memeluk Key. Mereka sama sama merasakan kenyamanan dan kehangatan satu sama laim. Key belum pernah bercinta dengan wanita lain selain Sara, begitu juga dengan Sara. Entah rasa aneh apa ini yang mereka rasakan, yang jelas mereka berdua berada di zona nyamam yang sama.


Sara berpikir sejenak. Jika waktu dapat diulang, Ia tidak ingin bertemu Key. dan menyerahkan mahkotanya kepada Key.


"Sangat nyaman." lirih Key.

__ADS_1


Namun kira kira bermenit menit lamanya, pintu ruangan Key berbunyi menandakan ada seseorang. Yang Sara ingat, pintunya otomatis terbuka tapi untungnya tidak. Karena kalau otomatis terbuka, orang bisa lihat posisi Key dan Sara sekarang.


"Key.. ada seseorang diluar." kata Sara.


Key berdecik sebal karena Calvin menganggu. Ia menelepon Calvin untuk taruh pakaian yang dibawa didepan pintu dan langsung pergi. Hari itu, Key merasa lelah sekali. Ia malas sekali untuk bekerja. Lalu Ia tidur di sofa dengan lengan telentang. Key menepuk sofa yang mengisyaratkan Sara untuk tidur disebelah Key.


Sara mendekati Key dan bertanya "Bagaimana seseorang masuk?"


"Tidak akan. Pintu hanya terbuka otomatis untukku dan untukmu. Tidurlah." jawab Key.

__ADS_1


Mereka pun tertidur di sofa empuk dan besar milik Key. Sangat cukup dan pas sekali untuk mereka. Tidak lupa tangan Key melingkar di perut Sara.


__ADS_2