
Sesampainya di perusahaan, Key melingkarkan tangannya di pinggang Sara seperti memamerkan bahwa mereka sudah pacaran. "Key, maaf tapi bisa ga kamu lepasin?" pinta Sara sebelum memasuki pintu lobi utama.
"Kenapa? Kamu risih kalo aku begitu?" jawab Key sambil menurunkan tangannya dan berjalan masuk.
"Iya. Karena ini diperusahaan." jawab Sara sambil menekan tombol lift naik. "Memang bener kamu bos nya disini, tapi ak.." perkataan Sara terpotong saat Key mengecup bibirnya.
"Kamu harus mulai terbiasa dengan ini. Saat nanti aku menghadiri acara penting dan membawa pasangan, kamu lah yang aku bawa, aku perkenalkan dengan orang²" jelas Key saat memasuki lift.
"Key.. sejujurnya apa yang buat kamu jatuh kepadaku? Aku merasa ga pantes nerima smua perlakuan ini dari kamu." kata Sara.
"Karena kamu adalah kamu. Tidak ada alasan kenapa aku jatuh. Selama ini jatuh yang kurasakan hanya sakit, tapi sekarang jatuh kepadamu, aku senang."
__ADS_1
"Key.. aku seneng banget karna sekarang aku punya orang yang bisa menemaniku dihidupku, bisa merubah hidupku, terlebih orangnya itu kamu."
Key mencium kening Sara. Tingg. Lift telah membawakan mereka ke lantai 60. "Aku keatas dulu, kalau ada apa apa panggil aku." ucap Key.
Sejujurnya, sejak Sara dan Key makan di restoran, Sara merasa tubuhnya semakin gatal. Ia sudah meminum obat alerginya namun tidak ada perubahan, tidak seperti biasanya. Alergi Sara biasanya hanya berlangsung beberapa jam setelah minum obat. Namun Sara tidak terlalu memperdulikannya. Ia melanjutkan pekerjaannya sebagai sekretaris.
1 jam, 2 jam berlalu. Sara merasa tubuhnya makin lemas. Ia tidak mampu melakukan sesuatu. Duduk pun Ia terasa lemas. Saat melirik jam, Ia melihat jam menunjukkan pukul 3 sore. Masih sekitar 4 jam lagi untuk pulang dan Ia berpikir untuk menahannya sampai pulang.
Sara bersandar dikursinya. Ia benar² tidak mampu melakukan apapun sekarang. Bibir merahnya berubah menjadi pucat. Tubuhnya benar² lemah. Ia merasakan apa yang Ia rasakan dulu pada saat pertama kali alergi di London. Akhirnya, Sara pingsan di posisinya yang masih bersandar di kursi.
Jam menunjukkan pukul 8 malam. Key sangat tidak menyangka sudah pukul 8 malam. Waktu berjalan sangat cepat untuknya. Sara pasti udah nungguin daritadi. gumamnya. Dengan segera Key turun dan melihat Sara masih tertidur.
__ADS_1
Key mencoba membangunkan Sara pelan². "Sara.."
"Sara.. hey..." Namun tidak ada reaksi dari Sara. Seketika Key sadar sekujur tubuh Sara sangat dingin, bibirnya sangat putih. Key langsung ketakutan akan terjadi apa², Ia langsung menggendong Sara membawanya ke lift. Setibanya dilantai parkiran, Ia langsung membawa Sara kedalam mobil. Menelepon Calvin untuk mencarikan rute tercepat kerumah sakit.
Key melajukan mobilnya kencang. Ia benar² takut Sara kenapa napa karena Sara terlihat seperti orang tak bernyawa lagi. Setibanya dirumah sakit, Sara langsung ditangani dokter.
"Pasien mengalami alergi yang cukup parah. Obat mungkin tidak akan mempan dalam sementara waktu. Pasien harus menjalani beberapa perawatan khusus dalam beberapa hari ini."
"Kapan dia akan sadar?"
"30 menit sampai 1 jam lagi."
__ADS_1
1 jam berlalu, Sara masih belum sadar juga. Key berdiri dari duduknya hendak memanggil dokter tiba tiba..
"Key..." lirih Sara.