
"Sara!" . "Calvin, cari keberadaan Sara sekarang. 5 menit." perintah Key di telepon.
5 menit kemudian. "Tuan Keystern, Sara berada dirumahnya." kata Calvin.
"Tidak ada! Aku sudah mencarinya."
"Dirumahnya dulu saat orangtuanya masih hidup."
"Dimana?"
"Jalan Meicarta blok 2 nomor 15."
Key langsung bergegas ke alamat yang diberikan Calvin. Beruntung Key memiliki Calvin dihidupnya. Calvin dapat diandalkan disemua bidang. Apalagi soal cari mencari.
Setelah sampai dialamat yang diberitahu Calvin. Key membuka pintu pagar nya karena tidak dikunci. Key masuk kedalam. Didalam, Ia melihat wanita cantik sedang tidur meringkuk di lantai dengan memeluk bingkai foto didadanya. Sara. Aku menemukanmu.
"Sara. Sara." Key membangunkan Sara.
Sara terbangun dan kaget bahwa Key bisa menemukannya. "Ba..bagaimana bisa kamu menemukanku?"
Key mengusap pipi Sara yang basah. "Sara. Dengarkan aku. Aku tidak pernah menginginkan Nate lagi setelah dia melakukan 'itu'. Bahkan sekecil apapun hatiku, aku tidak menginginkannya lagi. Sekarang yang aku mau cuma kamu Sara. Aku tidak ingin pisah darimu. Tolong. Jangan pernah melepaskan aku Sar." seusai Key mengucapkan itu, kepalanya tertunduk.
Sara memeluk Key. Menangislah dia dipelukan Key. "Key. Aku bohong. Aku bohong saat aku bilang aku tidak apa² jika kamu bersama Nate. Terima kasih sudah menemukanku."
__ADS_1
Mereka pun akhirnya berbaikan. Key masih tetap ingin berada dirumah lama Sara. "Apa yang kamu lakukan setelah mengubur orangtuamu?" tanya Key saat melihat lihat foto keluarga Sara.
"Menangis."
Sontak Key melihat Sara. "Setelah itu?"
"Menangis lagi."
"Sampai?"
"Sampai aku benci melihat wajah mereka di foto."
"Aku memutuskan untuk meninggalkan rumah ini dan tinggal di asrama sekolah."
"Ya?"
"Kamu luar biasa kuat, Sara. Aku berharap kita sudah bertemu denganmu saat itu."
"Jika kamu mengalami hal yang sama, apa yang kamu lakukan?"
"Ditinggal Nate saja aku hampir gila. Bagaimana jika ditinggal orang tuaku?"
"Kamu sangat menyayangi orangtuamu."
__ADS_1
"Sayangnya mereka sudah berpisah. Ibuku menikah dengan pria lain setelah 2 minggu berpisah."
"Ayahmu?"
"Dia menjadi seorang seniman di Etalia."
"Kami bertelepon hanya ketika Natal, tahun baru, aku ulang tahun dan dia ulang tahun. Tidak pernah lebih dari itu. Setidaknya aku tau dia masih hidup."
"Kenapa kamu tidak kesana?"
"Dia bilang semua orang punya tujuan hidup masing². Dia gamau aku mengikutinya kemana dia pergi."
"Hooh. Aku iri padamu."
Key merangkul Sara. Mengusap pundaknya mengisyaratkan menguatkan Sara. "Kamu hanya punya aku disini, aku hanya punya kamu. Jangan coba² berpikiran untuk pergi dariku." sambil menoel hidung mancung Sara.
"Sar."
"Apa?"
"Aku lapar. Ayo makan."
Mereka bergegas menuju tempat makan. Didalam mobil, Key bilang : "Sar, kamu wanita yang kuat. Kamu harus tau itu. Aku selalu ada disampingmu untuk menemanimu, dibelakangmu untuk menjagamu dan didepanmu untuk mengarahkanmu. Jangan lagi berpikir kamu sendirian didunia ini. Kamu tau? kamu sedih seperti ini bukan seperti Sara yang aku kenal."
__ADS_1
Sara merasa dirinya sudah jauh lebih kuat. Bisakah aku mengandalkanmu Key? gumam Sara.