
Disamping itu, Sara duduk termangu di kursi sekretarisnya. Ia tidak ada nafsu lagi untuk makan di kantin karena tadi. Tidak henti hentinya dia berpikir : Siapa wanita itu? Jangan jangan wanita itu wanita yang pernah diceritain Key. Mantannya Key? Pantesan aja Key sempet frustasi dan hampir gila. Dia cantik. Lebih cantik dari aku. Ah, apa apaan kamu ini, Sar. Kenapa kamu jadi banding bandingin dia sama kamu?
Key bergegas naik ke ruangannya. Dia agak kesal karena dari bawah ke ruangannya cukup lama. Ia selalu berpikir apakah ada jalan yang lebih cepat. Setibanya di lantai 60, baru saja Key keluar dari lift, disebelah kirinya Ia mendapati Sara melamun. Raut wajahnya sama seperti waktu itu Ia melamun. Ada apa?
Sara tidak menyadari kalau dihadapannya ada Key. Sampai Ia menghentikan lamunannya dan melihat ada Key disitu, dengan gercep Ia langsung berdiri. "Eh.. Udah balik, Sir?" tanya Sara.
"Maafkan aku tadi. Bagaimana makanan dikantin?" kata Key.
"Oh enak kok, Sir" jawab Sara.
"Tadi itu.." perkataan Key dipotong oleh Sara. "Gapapa kok Sir, saya lebih enak makan dikantin." potong Sara.
"Sar"
__ADS_1
"Kamu ga perlu manggil aku 'Sir' kalo kita lagi berdua" tegas Key.
"Oh ok baik" jawab Sara.
Key menaiki tangga dan meninggalkan Sara. Sebenernya tadi Ia manggil Sara karena ingin jujur soal tadi tetapi Key berpikir belum waktunya.
Key dan Sara kembali pada pekerjaannya masing masing. Jujur saja, semenjak Sara jadi sekretaris, pekerjaannya jauh lebih sedikit. Ia tidak lagi merasakan pundaknya yang remuk. Sekarang Ia lebih sering mondar mandir untuk membantu Key.
Jam menunjukkan pukul 7 malam. Sara bingung apa yang harus dilakukan. Saat Ia menjabat di tim keuangan, jam 7 Ia sudah berada di halte bus tetapi sekarang Ia ingin pulang tapi takut ada hal yang Key perlukan saat Ia sudah pulang. Jadi menurutnya lebih baik Ia pulang setelah Key pulang.
"Ehh.. ga perlu Key. Kamu pulang aja. Aku juga mau pulang." ucap Sara sembari merapikan tasnya.
Hati Key seperti ditusuk panah mendengar penolakan Sara. "Sar" panggil Key.
__ADS_1
"Ya, Sir?"
"Hatiku sakit mendengar penolakan kamu." Key berjalan mendekati Sara. Key memegang kedua lengan Sara.
"Aku gatau kenapa. Saat kamu tadi meninggalkanku dan makan di kantin, hatiku sakit. Saat kamu menolakku seperti ini, hatiku sakit. Saat aku membayangkan seseorang bahagia bersamamu, menjamah tubuhmu, hatiku sakit. Aku bahkan gatau kenapa, bagaimana bisa dan bagaimana cara menghilangkannya. Yang jelas aku tidak menginginkannya. Jadi, mulai sekarang berhentilah meninggalkanku, menolakku, dan apapun itu yang bisa membuat hatiku sakit." kata Key.
"A..aku gangerti maksud kamu." jawab Sara sambil melepaskan tangan Key.
"Aku serius, Sara." nadany agak tinggi
"Kenapa? Kenapa aku harus menjaga perasaanmu? Memangnya kamu siapa? Memangnya kamu cinta sama aku?" jawab Sara yang tidak kalah tinggi nadanya.
Cinta? Apakah aku mencintai Sara? Apakah penyebab aku sakit hati karena aku mencintai Sara? Dalam waktu kurang lebih 2 minggu ini aku bertemu dengannya dan aku jatuh cinta dengannya? Yang aku tau aku memang kagum sama kepribadiannya, sama sikapnya menanggapi masalah, tapi apakah aku mencintai Sara? pikir Key dalam hati.
__ADS_1
"Jangan seperti ini, Key. Ingat, aku hanya sekretarismu disini." tambah Sara.
"Aku menganggapmu lebih dari itu, Sar."