My Fate Love

My Fate Love
Hebat


__ADS_3

Selepas kepergian Sara. "Calvin, cari tahu tentang Sara sekarang. Aku menemuinya di supermarket kota Allsuite." perintah Key.


"Key, Sara sekarang tinggal di sebuah apartemen menengah ke atas yaitu apartemen Malvity di jalan boulevare no 23 kamar no 808, bekerja di perusahaan swasta Garnity Building sebagai auditor dengan penghasilan sebulan 10 juta, sedang mengandung anak MENGANDUNG???!! Key , Sara sedang mengandung? Apa Ia sudah menikah? Tapi tidak tertulis disini bahwa Sara telah menikah. Ia hanya tinggal sendiri." jelas Calvin.


"Terimakasih Calvin. Aku tidak balik ke kantor."


Saat ini Key sedang berada di kantor cabang Allsuite, maka dari itulah Key bisa menemui Sara. Apakah mereka berjodoh?

__ADS_1


Key melajukan mobilnya menuju apartemen yang Sara huni. Ia segera menuju ke kamar Sara. Ia kini sudah berada di depan pintu kamar Sara. Walaupun Sara membenci dan tidak ingin menemui Key, Key tetap berusaha semaksimal mungkin menemui cintanya. Key sedikit bersyukur karena Sara tinggal diapartemen menengah keatas.


Key menekan tombol bel kamar Sara. Disamping itu ada Sara yang sedang tiduran di sofa karena perutnya semakin hari semakin sakit. Siapa? Tidak pernah ada yang mengunjungiku. Apa mungkin tetangga sebelah? pikir Sara. Dengan susah payah Sara berdiri, menangkup perutnya yang sakit itu dan membukakan pintu.


Deg. Ternyata Key. Sara saat ini tidak ingin berdebat apapun lagi dengan Key. Sara menutup lagi pintunya menandakan Key tidak boleh masuk. Namun dicegah oleh Key. "Kamu kenapa Sar? Mukamu pucat. Perutmu kenapa?" tanya Key dengan panik.


Key tidak berhenti berpikir. Bagaimana nasib Sara saat dirinya tidak ada? Bener² bodoh kamu Key. Bisa²nya kamu mutusin dia dan nikah sama Vela waktu itu. Bodoh banget.

__ADS_1


Sesampainya dirumah sakit, Sara langsung dibawa keruang persalinan karena dokter bilang Sara sudah saatnya melahirkan. Key berada didalam menemani Sara. Sara melahirkan secara normal karena itu keinginan Sara. Sara mencengkram tangan Key kuat² mencoba mendorong seperti yang disuruh dokter. Berkali² Sara mencoba, namun tetap saja, bayi tidak keluar. "Key.. aku ga kuat Key.." ringis Sara.


"Sara, kamu pasti bisa Sara, kamu kuat."


Sekilas teringat percakapan Key saat pulang dari rumah lama Sara dulu. "Sar, kamu wanita yang kuat. Kamu harus tau itu. Aku selalu ada disampingmu untuk menemanimu, dibelakangmu untuk menjagamu dan didepanmu untuk mengarahkanmu. Jangan lagi berpikir kamu sendirian didunia ini." kalimat itu terlintas di otak Sara. Sara mencoba lagi, lagi dan lagi. "Oekkk..oekk..oekkk.." tangis bayi menandakan bayi lahir dengan selamat. Sara tersenyum lega melihat bayinya itu.


"You did it, Sara. Kamu wanita yang hebat." ucap Key ditelinga Sara dan mencium kening Sara. Sesudah itu, tangan cengkraman Sara melemas, pandangannya makin lama menjadi buram dan akhirnya menjadi hitam. Sara pingsan.

__ADS_1


__ADS_2