My Fate Love

My Fate Love
Percakapan


__ADS_3

"Pria yang lebih kurus adalah Austin dan pria yang lebih besar adalah Edgar yang merupakan teman baik Austin. Edgar sering melatih dirinya di sebuah tempat yang mengajarkan tembak menembak oleh karena itu tembakan Edgar bisa tepat sasaran yaitu Sara. Kalian semua tidak perlu khawatir, karena aku sudah menyerahkan bukti ini kepada kepolisian dan subuh tadi mereka berdua berhasil ditangkap saat di bandara hendak melarikan diri." jelas Calvin.


"Woahh. Betapa hebatnya dirimu. Buat artikel mengenai kejadian ini dan aku akan mengklarifikasikan setelah Sara sembuh." kata Key


"Aku tidak menyangka bahwa Austin yang melakukan ini." ucap Sara.


"Austin hanya ingin mengacaukan pesta pernikahan kalian saja, namun temannya tidak sengaja menembakmu." ucap Calvin.


"Jangan membelanya! Bosmu ini aku bukan dia!" ucap Key.


"Terima kasih banyak Calvin. Bosmu akan mentransfer gajimu 5x lipat dari biasanya." ucap Sara.


"Heiiii... 5x lipat itu berlebihan, Sara. Untuk apa Calvin menerima uang sebanyak itu? Ia masih lajang." ucap Key.


"Oh tidak. Secara tidak langsung kamu menyuruhku menikah Key." ucap Calvin.


"Jangan. Aku tidak sanggup diduakan olehmu." canda Key.


Ruangan kamar Sara sangat hangat suasananya dengan adanya Key, Flint dan Calvin. Seketika, Sara merasa dirinya sangat beruntung, Ia tidak menyangka hidupnya merasa lengkap karena sejak orang tua Sara, Ia merasa hampa.


Ia berharap suasana seperti ini tidak akan cepat berakhir. Dirinya merasa sudah sembuh, luka tembaknya sudah tidak terasa lagi.


"Key gimana kalau aku pulang besok?"


"Jangan bercanda. Kamu baru masuk rumah sakit."


"Aku tidak bercanda. Aku merasa lukaku sudah tidak sakit."

__ADS_1


"Tapi lukamu belum sepenuhnya pulih. Bagaimana jika jahitannya terbuka lagi?"


"Oh tidak, Key jangan berkata seperti itu. Aku ngilu."


"Iya makanya kamu jangan pulang dulu. Tetap disini."


"Oh ya Sara. Aku rencananya ingin memakai bodyguard dirumah. Bagaimana menurutmu?"


"Tidak apa² sih. Aku juga masih merasa takut sejak kemarin itu."


"Kamu trauma? Ingin ke psikiater?"


"Untuk saat ini tidak perlu, Key. Jika traumaku terus menghantuiku, mungkin aku akan pergi ke psikiater."


"Baiklah. Kamu harus cerita sama aku tentang yang kamu rasakan. Ingat aku ini suamimu sekarang."


"Key kamu tahu tidak? Aku tidak ingin pernah punya bekas jahitan operasi diperutku oleh karena itu jika melahirkan aku ingin normal. Tapi ternyata aku tertembak diperut."


"Key.. kita pasti menunda honeymoon kita karena aku?"


"Bukan salahmu, Sara. Ini musibah. Jangan menyalahkan dirimu sendiri."


"Aku sebentar lagi sembuh, Key. Kita pergi setelah aku sembuh ya."


"Iya, Sara. Aku akan menunggumu. Flint akan menunggumu. Kita semua menunggumu."


"Oh iya, Sara. Sepertinya aku tidak melahap habis dirimu nanti saat honeymoon. Aku takut jahitannya terbuka."

__ADS_1


"Baguslah."


"Apa kamu tidak merindukan kehebatan diriku?"


"Kadang aku merindukannya. Terkadang aku juga takut."


"Takut kenapa?"


"Hanya trauma saat mengingat yang pertama kali."


"Maafkan aku, Sara."


"Aku mengerti. Itu kan karena salah paham."


"Kamu tidak marah?"


"Aku tidak bisa menyalahkan takdirku. Sudahlah Key, itu sudah lama. Jangan diungkit lagi."


"Baiklah. Istirahatlah Sara."


"Key apa kamu tidak bosan disini terus? Aku aja bosan rasanya ingin pulang."


"Aku lebih bosan jika melakukan aktivitas tanpa dirimu Sara. Ingin jalan²?"


"Iya!!"


"Nanti tunggu lukamu kering ya. Kamu gaboleh banyak gerak dulu sekarang."

__ADS_1


"Yah.. kupikir kamu sekarang mengajakku keluar."


"Nanti sayang. Setelah kamu sembuh, kemanapun aku ajak kamu. Bahkan ke bulan sekalipun."


__ADS_2