
2 minggu berlalu. Hari ini adalah hari yang menegangkan untuk Sara. Karena dia harus mempresentasikan hasil kerjanya didepan orang² penting di perusahaan, termasuk Key. Sekiranya 1 jam sudah Sara mempresentasikan, semua orang di dalam ruang rapat diam. Suasana sangat hening.
Seketika Sara sadar, yang Ia presentasikan dan data dikertas yang dipegang orang² sangat berbeda. Bagaimana bisa? Sara sudah menyiapkan semuanya tanpa ada kendala. Mengapa tiba tiba berubah? Apa ada orang yang sengaja menukar dengan data palsu? Siapa?
Akhirnya rapat dihentikan Key. Setelah ruangan itu kosong, Key menarik tangan Sara dan berjalan menuju ke ruangannya dengan tergesa gesa. Sara melepaskan tangan Key saat itu sudah berada di ruang kerja Key.
"Key, itu bukan aku yang buat. Aku juga gatau kenapa bisa beda." tegas Sara
"Trus siapa?"
"Time is up Sara. Karena hasilmu sangat mengecewakan, ada 1 tambahan pekerjaan lagi selain jadi sekretaris."
"Apa?"
__ADS_1
"Melayaniku." bisik Key ditelinga Sara.
Bulu kuduk Sara langsung berdiri setelah mendengar ucapan itu. Sara hanya terdiam. Ia merasa didzolimi. Ia harus menyerahkan dirinya yang ke 2 kalinya.
"Ini perintah. Tidak ada penolakan. Pindahkan barang² mu ke sini karena kamu bukan lagi seorang staf keuangan."
Sara meninggalkan ruangan Key. Namun Ia tidak langsung ke ruangannya melainkan ke atap. Di atap, Sara menangis sejadi jadinya. Ia harus melakukannya lagi bersama Key. Bagaimana bisa? Bukannya Key meminta maaf atas perbuatannya itu? Kenapa dia melakukan perbuatan itu lagi?
Di samping itu, Key menelpon Calvin yang merupakan sekretaris pribadinya. Segala urusan Key di luar kantor diurus oleh Calvin sedangkan Nindy hanya sekretaris selama di kantor. "Vin, urus pemindahan Nindy ke PT. Macrosoft."
Key menelepon Stefie untuk mengecek apakah Sara ada diruangannya. Bukannya hanya memindahkan barang? 10 menit juga selesai? Tapi kemana Sara? Sampai sekarang belum juga sampai? gumam Key. Namun Stefie bilang bahwa di ruangan Sara kosong tidak ada orang maupun barang. Key langsung bergegas turun dan memencet lift. Lift terbuka dan ada Sara dengan mata yang sembab didalam lift.
"Darimana saja kamu? Habis ngapain?" tanya Key.
__ADS_1
"Dimana tempatku? Di sana?" tepis Sara. Sara langsung menuju meja yang dahulunya ditempati Nindy sebelum Key menjawab sepatah kata pun.
"Kamu mulai bekerja hari ini. Termasuk pekerjaan yang kedua." kata Key lalu naik keruangannya.
Seriuskah ucapan Key itu? Apa yang ada didalam kepala Key? Kenapa bisa dia begitu?
Lamunan Sara terhenti ketika telepon dimejanya berdering. "Selamat siang, Sara Lee berbicara. Ada yang bisa saya bantu?"
"Kamu cocok banget jadi sekretaris. Sadarkah kamu?" jawab Key.
Ternyata Key yang menelepon. "Ada apa, Sir?" jawab Sara dengan ketus.
"Pulang nanti kamu tidak pulang ke rumahmu, tapi ke rumahku untuk melakukan pekerjaan tambahan dariku. Jadi jangan pulang jika aku belum turun." tegas Key seraya menutup telepon.
__ADS_1
Sara sudah capek dengan semuanya. Ia harus menjalani hukuman walaupun bukan Ia yang berbuat salah. Hidup Sara memang sudah benar² berubah saat kedua orang tua nya meninggal. Sara tidak punya tempat untuk menceritakan keluh kesahnya selama 15 tahun. Bahkan sampai saat ini pun, Sara merasa hidupnya makin parah.