My Fate Love

My Fate Love
Menonjok


__ADS_3

Sara mengabari pamannya yang sedang berada di kota Old York dan bertanya apakah pamannya itu bersedia menjadi walinya. Karena Sara tidak mempunyai keluarga lagi selain pamannya, itupun sangat jauh.


Sara.


Paman, apa kabar? dalam waktu dekat aku berencana menikah. Apakah Paman bersedia menjadi waliku?


Paman Eddie.


Paman baik, bagaimana denganmu? t**entu saja Paman mau Sara. Paman akan hadir menjadi walimu saat itu.


Sara.


Aku juga baik Paman apalagi saat mengetahui Paman bersedia menjadi waliku. Terimakasih Paman. Aku akan mengabarimu lagi nanti.


Tidak lupa, Sara juga mengabari Austin, teman satu²nya Sara.


Sara.


Austin, dalam waktu dekat aku akan menikah.


Austin.


Oh, ya? Dengan siapa, Sara?


Sara.


Key. Mantan pacarku dulu. Ayah dari anakku. Ia bos di tempatmu bekerja.


Austin.


Sara. Kamu tidak boleh menikah dengannya Sara. Bagaimana jika Ia menyakitimu lagi seperti dulu? Aku tidak sanggup melihatnya. Bisakah besok siang kita bertemu lagi?

__ADS_1


Sara.


Baiklah.


Sara meletakkan handphone nya dimeja. "Key, besok aku ingin bertemu dengan Austin lagi." ucap Sara kepada Key yang sedang bermain dengan Flint.


"Baiklah. Aku akan mengantar dan menjemputmu lagi." jawab Key.


Hari pun berganti. Tiba saatnya Sara menemui Austin di kafe. Sesampainya disana, "Perlukah aku menunggumu?" tanya Key saat mereka masih berada didalam mobil.


"Tidak perlu, Key. Kembalilah."


"Baiklah." ucap Key lalu mengecup dahi Sara.


Sara bergegas keluar mobil dan berjalan masuk ke kafe.


"Sara! Di sini." panggil Austin.


"Ah tidak kok."


"Pesanlah sesuatu."


"Baiklah."


"Oh ya Sara, kamu yakin ingin menikah dengan mantan pacarmu itu? Kamu sudah memikirkannya benar² ?" tanya Austin.


"Namanya Key, Austin. Kini dia bukan mantan pacarku lagi."


"Ia maksudnya itu. Kamu yakin?"


"Iya, Austin. Aku yakin. Key sudah benar² berubah sekarang. Ia sudah menyesal dengan perbuatannya di masa lalu. Oleh sebabnya itu, aku yakin."

__ADS_1


"Tapi, Sara. Bagaimana jika dia mengulanginya lagi nanti? Nanti kamu tersakiti lagi loh dengannya."


"Sakit hati itu wajar jika kita mencintai seseorang. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan aku, Austin."


"Tapi aku tidak mau kamu menikah dengannya, Sar."


"Kenapa, Austin?"


"Karena aku menyukaimu, Sara."


"Apa? Tidak mungkin, Austin. Kamu pasti salah."


"Tidak, Sara. Aku benar menyukaimu. Tidakkah kamu sadar?"


"Tidak, Austin. Kamu tidak boleh menyukaiku. Terima kasih kamu sudah banyak membantuku dimasa lalu, tapi aku tidak menganggap itu karena kamu menyukaiku. Aku menganggap bahwa kamu benar² tulus membantuku, Austin.


"Aku memang tulus membantumu karena perasaanku tulus padamu, Sara. Aku bahkan menganggap bahwa Key tidak pantas untukmu. Akulah yang pantas untukmu."


"Tidak, Austin, tidak. Maaf.. maafkan aku. Kamu tidak bisa menyukaiku Austin. Maafkan aku." ucap Sara lalu bergegas pergi keluar kafe.


Austin mengejar Sara keluar kafe. Ia menarik tangan Sara dan mencium bibir Sara. Key yang melihatnya dari dalam mobil langsung keluar dari mobil. Key memang sengaja ingin menunggu Sara entah kenapa. Melihat kejadian itu, Key langsung datang menghampiri Austin dan menonjok mukanya.


"Mulai besok kamu tidak usah datang bekerja lagi." perintah Key dengan nada tinggi.


Key segera membawa Sara masuk ke dalam mobil. Sara menangis.


"Ada apa Sara? Kenapa dia menciummu tadi?"


"Dia bilang aku tidak boleh menikah denganmu. Dia bilang dia menyukaiku."


"Apa katamu? Dia bilang dia menyukaimu? Apa dia sudah ingin mati?"

__ADS_1


__ADS_2