My Fate Love

My Fate Love
Balasan


__ADS_3

Setelah Sara selesai menyiapkan semuanya, waktu menunjukkan pukul 4 pagi. Jika Sara tidur pun sudah sangat tanggung karena jam 5 Ia sudah harus siap² berangkat ke kantor. Jadi Ia memutuskan untuk menyiapkan sarapan untuk nanti.


Disamping itu, jam menunjukkan pukul 5, Key terbangun dan kaget tidak ada Sara. Kemana Sara? Segera Ia keluar kamar dan mencium aroma masakan yang sangat lezat. Ia turun dan berjalan ke dapur. Sara melihat Key turun.


"Mengapa sudah bangun? Ini masih terlalu pagi untuk siap² ke kantor."


"Aku terbangun dan melihat kamu tidak disampingku. Semalam kamu tidur jam berapa?"


"Jam 11." Sara berbohong.


"Kamu yakin akan bekerja?"


"Sangat yakin. Omong omong, aku sudah menyelesaikan pekerjaanku. Ada di meja kamar."


"Baiklah" jawab Key sambil menarik kursi dimeja makan hendak menunggu Sara selesai memasak.


"Oh ya Sara. Aku baru sadar kalau kantormu ada di Allsuite. Jacarta ke Allsuite menempuh waktu yang tidak sebentar Sara. Apa kamu yakin?"


Sara terdiam. Akhirnya Key mengerti akan keraguannya. Namun Sara tidak ingin menggantungkan hidupnya kepada Key, jadi Ia memutuskan Ia harus bekerja.


"Aku yakin. Aku bisa naik kereta dan itu tidak akan lama."


"Baiklah. Apa kamu butuh supir?"

__ADS_1


"Tidak usah."


"Bagaimana kamu pulang telat dan pengoperasian kereta tutup?"


"Itu yang sedang aku pikirkan. Tapi kurasa aku tidak akan pulang telat. Selama ini aku keluar kantor paling lambat jam 7."


"Itu karena kamu hamil dan atasanmu memberimu keringanan. Bagaimana sekarang jika kamu sudah tidak hamil?"


"Kalau sudah kepepet aku akan naik taksi."


"Kamu tidak akan memintaku untuk menjemputmu?" tanya Key saat Sara meletakkan makanan.


Sara terdiam melihat Key. Apa yang harus aku jawab? gumam Sara.


"Kabari aku selalu dimanapun kamu berada jika kamu menganggapku sebagai ayah dari anakmu." kata Key sebelum mencicipi makanan.


Mereka berdua sarapan bersama dalam keheningan. Tidak ada satu orang pun dari mereka yang ingin menghentikan suasana canggung itu. Tiba tiba terdengar suara tangisan Flint dari dalam kamar. Sara dan Key langsung berlari menuju kamar.


"Tolong ambilkan tisu basah Flint disitu." ucap Sara.


"Key sepertinya Flint haus. Ambilkan botol susunya disitu."


"Key bisakah kamu menggendong Flint sampai Ia tertidur? Aku ingin mandi."

__ADS_1


Flint lah yang sudah menghentikan kecanggungan diantara Key dan Sara. "Anak baik. Anak pintar seperti Papa. Tapi jangan ceroboh seperti Papa ya." ucap Key ke Flint. Bukannya tidur, Flint malah berkali² tertawa, meraba² wajah Key. "Sssttt.. Flint kok gamau tidur.. ayo tidur.. nanti Mama marah ke Papa." ucap Key. Flint hanya tertawa. "Flint bobo ya Flint." ucap Key sambil meletakkan Flint di box bayi. Alhasil, Flint malah menangis.


Mendengar Flint menangis dari dalam kamar mandi, Sara langsung cepat² menyelesaikan mandinya. Setelah selesai, Sara keluar.


"Flint kenapa?"


"Dia tidak mau tidur. Daritadi hanya tertawa² melihatku. Aku mencoba menaruhnya dibox bayi, dia malah nangis."


"Mungkin dia mau main denganmu." ucap Sara sambil menuju ke meja rias.


"Kamu yakin tetap ingin bekerja disaat Flint sedang ingin bermain?"


Sara duduk di kursi meja rias. Saat mendengar pertanyaan Key, Ia melihat Flint dari kaca.


"Flint akan kehilangan banyak perhatian darimu Sara." tambah Key.


Bagaimana ini? Aku tidak ingin meninggalkan Flint. Tapi aku tidak bisa menggantungkan hidupku dengan Key.


"Kamu kerjanya saat Flint sudah agak besar saja, sudah bisa berjalan, berbicara saat umurnya sekitar 1 atau 2 tahun. Saat ini Ia masih membutuhkanmu Sar. Kumohon." pinta Key.


Lagi lagi Sara tersentuh dengan kata "kumohon".


"Tapi aku harus menghasilkan uang Key."

__ADS_1


"Kamu tidak perlu sungkan untuk menggantungkan hidupmu kepadaku. Anggap saja ini balasan dariku disaat selama kamu hamil aku tidak merawatmu, tidak mengurusimu, tidak menemanimu check up tidak memenuhi ngidam mu dan hal lain yang tidak kulakukan sebagai ayah Flint dulu."


Akhirnya Sara menyetujui Key. Apakah Key sedang menanggung kesalahannya dulu? Ah tidak peduli lah, yang penting sekarang aku tidak jadi bekerja demi Flint.


__ADS_2