
"... ayolah Miss Stefie. Aku ini bentar lagi mau direkrut perusahaan lain, kalo bukan Sara, siapa yang gantiin aku?" rayu Nindy.
"Kenapa harus Sara, dia berbakat di bidang keuangan. Kenapa kita ga open recruitment atau lowongan kerja aja untuk sekretaris?" jawab Stefie.
"Masalahnya ini perintah Sir Key. Dia sendiri yang mau Sara jadi sekretaris. Bahkan aku disuruh paksa dia untuk jadi sekretaris. Lagian di CV Sara tertulis dia punya hobi mencatat omongan dosen pas kuliah. Ayolah, Miss. Bantuin aku. Itung itung sebagai permintaan aku sebelum pindah dari sini."
"OMG ini sulit banget. Aku gabisa maksain Miss Sara, tapi aku juga gabisa ga patuh sama Sir Key. Aku ngomong dulu deh sama Sara nya lagi."
"Yey, thankyou, Miss. Kabarin aku secepatnya ya, Miss."
"Sara, tolong ke ruangan saya sekarang." perintah Stefie.
Hah? Kenapa ya aku tiba tiba disuruh ke ruangan bu Stefie? Apa aku buat salah? Tadi aku ngirim dokumen nya bener kok. Aku bertemu Key secara langsung lalu memberikan dokumennya. Apa karena aku telat tadi pagi? Waduh waduh.. gumam Sara di dalam hatinya.
__ADS_1
"Ok, Miss." jawab Sara
Tok tok tok. "Masuk, Sara."
"Ada apa, Miss?"
"Sara, saya minta maaf banget di hari pertama kamu kerja udah ke ganggu. Jadi, Nindy sekretaris utama mau direkrut perusahaan lain." jelas Stefie.
"Yah. Baru ketemu Nindy tapi dia udah mau pindah." gumam Sara.
"Sir Key minta kamu untuk menggantikan Nindy." jelas Stefie.
"Enggak. Gimana? Kamu mau kan?"
"Enggak, Miss."
__ADS_1
"Kenapa? Bukannya di CV kamu bilang kamu suka mencatat omongan dosen kamu pas kuliah?"
"Iya, Miss. Tapi itu sekedar hobi aku aja. Sedangkan ilmu aku di bidang keuangan. Bukan sekretaris. Miss atau Sir Key bisa cari orang lain untuk itu. I'm Sorry." jelas Sara
Kayaknya Key sengaja. Tapi buat apa juga sengaja? Apa dia mau bikin aku menderita terus? Enggak, enggak. Aku harus ngomong kedia. gumam Sara.
"Miss. Biar aku yang ngomong aja sama Key. Mmm.. maksudnya Sir Key. Permisi, Miss" kata Sara seraya meninggalkan ruangan Stefie.
Di dalam lift, Sara terus menerus ngedumel dalam hatinya. Kenapa Key kayak sengaja banget sih pengen aku jadi sekretaris? Aku bener bener gamau ada hubungan lagi sama dia. Kalo aku jadi sekretaris kan aku jadi deket sama dia. Kenapa dia malah sengaja mau buat kita deket? Aku aja berharap ga ketemu lagi sama dia. ucap Sara dalam hati.
Tingg. Sara langsung bergegas ke ruangan Key tanpa memperdulikan Nindy yang menyambutnya. Langkah Sara terdengar sangat keras karena dia sedang memakai heels dan sedang menyimpan amarahnya terhadap Key. Nindy ingin bilang kalo Key lagi tidak ada di ruangannya tapi Sara tidak mempedulikan Nindy.
Pintu ruangan Key terbuka. Sara tidak melihat Key di meja kerjanya. Sara masuk dan melihat sekeliling. Di sofa pun tidak ada. Kemana Key? Omg Key disaat genting seperti ini bisa bisanya kamu gaada? Udah lagi kaki aku sakit banget gara gara tidak pelan pelan tadi.. gumam Sara
Pintu terbuka otomatis tanpa suara. Key masuk ke ruangannya tanpa sepengetahuan Sara dan melihat kaki Sara yang berdarah darah.
__ADS_1