
Sara mengerutkan alisnya menandakan Ia bingung.
"Nate, aku kasih tau kamu sekali lagi. Kita udah gabisa bersama dan jangan paksa aku atau ngejar² aku lagi. Usaha kamu untuk mendapatkan aku lagi juga hentikan aja karena aku udah gamau lagi, hentikan sekarang, jangan nambah rasa sakitmu karena aku. Kamu aja dulu bisa melakukan itu sama laki² lain kenapa sekarang kamu balik lagi ke aku?" kata Key sambil meninggalkan Nate.
Nate pergi. Usahanya untuk balik lagi sama Key memang gagal. Ia tidak ingin lagi mengejar Key tapi satu hal yang pasti Ia akan membuat Key menyesal menolaknya hari ini ketika tau alasannya melakukan "itu" dimasa lalu.
Sara mengikuti Key keruangannya. Setelah pintu tertutup, Sara mulai berbicara.
"Mengapa kamu ga kasih Nate kesempatan lagi? Kan aku juga udah nolak kamu."
"Kamu nolak aku karena mau kasih kesempatan aku sama Nate balikan?"
"Enggak gitu. Setidaknya kamu belum tau alasan Nate bercumbu waktu itu."
"Apapun alasannya, aku ga peduli. Dia udah nyakitin aku."
"Tapi kamu hampir gila waktu itu. Aku tau bagian kecil hati kamu masih menginginkannya."
"Sara! Cukup Sar! Kamu jangan sok tau tentang aku, isi hati aku. Mending sekarang kamu keluar!" bentak Key.
Key membentak Sara. Sara keluar atas suruhan Key. Sambil menuruni tangga, air mata Sara turun perlahan. Sangat sakit mendengar Key membentaknya. Baru kemarin Key bilang ingin menjaganya, tidak ingin membuatnya menangis, blablabla.
__ADS_1
Disamping itu, Key merenungkan perkataannya tadi. Ia sudah membentak Sara. Bahkan dulu Ia tidak pernah membentak Nate. Sara pasti sekarang sedang sedih pikirnya. Tapi apa mungkin Sara sedih, Sara kan tidak ada perasaan apapun untuknya. pikir Key.
Key keluar ruangan dan menghampiri Sara berniat minta maaf. Setelah melihat Key turun, Sara langsung berdiri. "Sara. Aku minta maaf. Pikiranku sedang kacau tadi. Kamu seperti tidak menginginkanku. Aku tidak berni.." kata Key terpotong saat Sara memeluknya. Key dapat merasakan Sara memeluknya sangat erat. Key membalas pelukan itu. "Maafkan aku, Sar."
Sara melepas pelukannya. "Key.."
"Kita bisa mencobanya perlahan lahan."
"Walaupun ini yang pertama kali bagiku untuk pacaran.." ucap Sara terbata bata karena menangis.
Key mengusap pipi Sara yang basah. Lalu memeluk Sara dengan erat. "Makasih, Sara. Makasih kamu udah mau ngasih kesempatan buat aku. Aku gabakal sia²in kesempatan dari kamu."
"Ayo kita makan siang." ajak Key.
Sara mengiyakan ajakan Key. Walaupun Ia sedang alergi dan diluar sana cuaca lagi terik teriknya karena jam 12.
"Selain alergi cuaca, kamu ada alergi lain?" tanya Key sambil makan.
"Gaada. Kalo kamu? Kamu ada alergi?" tanya Sara sambil menahan gatal diseluruh tubuhnya.
"Ada."
__ADS_1
"Apa?"
"Alergi kalo jauh² dari kamu. Hati aku bisa sakit."
"Heh!" Sara mencubit tangan Key.
"Alergi kamu gatal² aja kan, ga lebih parah kan?" samvil menyeruput minumannya.
"Waktu itu aku pernah lemes banget sampe pingsan gara² pertama kali alergi aku ga minum obat. Tapi abis itu udah gapernah lagi."
"Syukurlah. Aku takut banget kalo kamu bisa jadi kenapa². Semalem kamu pulang naik apa?"
"Taksi. Aku ga kena ujan. Trus aku semalem tidur tanpa AC tapi tetep aja alergi."
"Kamu mandi malem pake apa?"
"Air dingin. Tapi aku ga kedinginan kok."
"Hmm.. Apa mungkin kamu kepanasan?"
"Bisa jadi sih. Aku udah minum obat kok tadi pagi. Nih aku bawa obatnya biar aku bisa minum lagi."
__ADS_1
"Yaudah minum obatnya abis itu kita balik ke perusahaan."