My Fate Love

My Fate Love
Jujur


__ADS_3

Key panik ketakutan melihat Sara pingsan. Suster menyuruh Key keluar agar dokter menangani Sara. Diluar Key duduk termenung dibangku. Memikirkan hal² yang dulu Ia sesali. "Aku sudah muak didekati wanita yang hanya menginginkan uangku." "Kau tidak lebih dari seorang pelacur Sara." "Aku mau kita putus Sara." "Aku akan menikah dengan Vela." Key ingat Ia sudah melontarkan kata² itu untuk menyakiti Sara. Bahkan Key membayangkan bagaimana Sara ngidam sesuatu tapi tidak ada dirinya disisi Sara, membayangkan bagaimana Sara ke dokter kandungan, melihat wanita lain ditemani suaminya. Apakah Sara bisa memaafkanku?


"Ahhh.. dasar bodoh.. ga berguna." ucap Key dalam hati sambil mengacak² rambut.


Key berdiri dari kursinya. Sudah hampir 1 jam dokter belum juga keluar. Key memandang dari kaca pintu. "Sara.. kamu harus hidup. Kamu harus hidup Sar. Buat aku. Buat anak kita yang baru lahir Sar. Please. Aku bisa gila melihatmu seperti ini." ucap Key dalam hati.


Tidak lama dokter pun keluar. "Pasien sudah melewati masa kritisnya. Kami akan memindahkan pasien ke ruang inap."


Sesampainya Sara di ruang inap, Ia belum kunjung sadar. Key duduk termangu melihat Sara yang daritadi belum membuka matanya. Harus bagaimana aku Sar? Agar kamu membuka matamu. Aku sungguh merindukanmu.


Handphone Key bergetar.


Vela.


Dimana kamu?


Key.


Dirumah sakit.


Vela.


Kau sakit?

__ADS_1


Key.


Tidak. Jangan banyak bertanya. Ini bukan urusanmu.


Setelah itu Key memasukkan handphone nya ke saku celana. Ia kembali menatap Sara. Jika ada lomba untuk laki laki terbodoh, aku pasti pemenangnya. Aku benar² bodoh Sar. Rasanya aku ingin mati saja melihatmu seperti ini. gumam Key.


Sara membuka matanya perlahan. Ia mengamati seisi ruang. "Akhirnya kamu sadar." kata Key.


"Dimana bayiku? Kamu tidak akan mengambilnya kan?" tanya Sara.


"Tidak Sar." Key berpikir sejenak. Ia ingin bercerita jujur kepada Sara.


"Sar" panggil Key.


"Apa?"


"Tentang pernikahanku."


"Kenapa? Kau sudah bercerai dan ingin kembali kepadaku? Mustahil Key."


"Bukan."


"Lantas?"

__ADS_1


"Aku menikahinya karena ayahnya yang menawarkan bantuan untukku dan aku harus menebus dengan pernikahan."


"Bantuan apa?" sejujurnya Sara sudah tidak peduli lagi. Tapi hati Sara berkata lain. Ia masih memperdulikan Key.


"Aku ingin membangun bandara khusus dan membutuhkan bantuan darinya."


"Aku mengerti sekarang." jawab Sara.


Key senang mendengarnya. Sara memang belum berubah, Ia masih dapat mengerti orang lain diatas kekecewaannya. pikir Key.


"Aku mengerti kamu lebih memilih bisnismu daripada aku."


Deg. Hati Key sakit mendengarnya. Begitu juga Sara.


"Hatiku tetap mencintaimu Sar."


"Kamu pikir aku butuh cinta darimu? Aku masih bisa hidup tanpa cinta darimu sampai detik ini, Key."


"Aku tau itu. Kamu memang tidak merasakannya. Aku menikahinya tapi aku tidak pernah mengunjunginya, tidak pernah berada dalam rumah yang sama, kamar yang sama. Tidak pernah menelponnya duluan. Aku menjaga diriku untukmu Sar. Kamu memang sulit mempercayainya. Kamu berpikir aku hanya omong kosong. Yang ku lakukan selama ini hanya memikirkan dirimu Sar."


Key diam sejenak dan melanjutkan perkataannya. "Belum tentu juga saat aku bilang kepadamu aku akan menikah hanya 1 tahun, kamu akan menungguku sampai pernikahan itu berakhir Sar. Aku justru takut kamu meninggalkanku."


"Kamu takut aku meninggalkanmu jadi kamu meninggalkanku?"

__ADS_1


__ADS_2