My Fate Love

My Fate Love
Dua duanya


__ADS_3

Sesuai perkataannya, Key mengirimi Sara uang tiap bulannya dengan nominal 3x lipat dari gaji Sara jika Ia bekerja. Sudah 3 bulan belakangan ini Key seperti itu. Hidup seperti inilah yang banyak diidam idamkan orang lain. Tidak bekerja namun transferan lancar tiap bulan.


Namun setelah dipikir², selama Sara hamil tanpa Key disampingnya sangatlah berat. Sara tidak memiliki ART karena uangnya dipakai menabung untuk biaya persalinannya nanti. Sara hidup sendirian dengan berbadan 2. Setiap hari Ia mendengar cemoohan ibu² yang tidak lain adalah menganggap Sara seorang pelacur, atau wanita yang ditinggalkan suami. Setiap minggu Ia harus berjalan kepasar membeli kebutuhan makanan untuk dirinya dan bayinya. Setiap bulan Ia harus check up ke rumah sakit, selalu memandang pasangan yang sedang berbahagia setelah keluar dari ruang usg.


Lamunan Sara buyar saat bunyi notifikasi pesan masuk.


Austin.


Sara, ini aku Austin. Masih ingat aku? Aku dengar kamu sudah pindah ke Jacarta. Kebetulan aku dipindahkan ke sebuah perusahaan yang berada di Jacarta. Kapan² mari bertemu.


Sara.


Ah, Austin. Tentu saja aku masih mengingatmu. Kamu banyak membantuku saat aku masih bekerja.


Austin.


Bisa saja kamu. Besok kita bisa bertemu?


Sara.


Bisa. Saat jam makan siangmu saja.


Austin.

__ADS_1


Baiklah. Aku akan menghubungimu lagi besok.


Austin adalah rekan kerja Sara pada saat Sara di Allsuite. Austin banyak membantu Sara, seperti mengantarnya check up bahkan Austin pernah beberapa kali ikut Sara ke pasar membantu Sara membawakan barang belanjaannya. Tetapi Austin tidak banyak tau mengenai kehamilan Sara. Sara hanya bilang bahwa Ia berpisah dengan mantan pacarnya tanpa memberi tau jika Ia hamil. Austin pun tidak banyak bertanya mengenai itu.


Di samping itu, Key merasa dirinya lelah sekali hari ini. Padahal baru sekitar 2 jam Ia tiba di kantor. "Key, dirimu terlihat tidak bersemangat. Sakit?" tanya Calvin.


"Mungkin. Aku ingin beristirahat dirumah. Pegang kantor dulu ya Vin." ucap Key sambil berjalan keluar ruangan.


Sara kaget melihat Key pulang ke rumah. Baru saja 2 jam Key meninggalkan rumah, Ia sudah balik lagi.


"Ada apa Key? Ada dokumen ketinggalan?" tanya Sara.


Setelah Key masuk lebih dalam, Sara melihat wajah Key dengan jelas.


"Aku lemas sekali, Sara. Aku ingin tidur sebentar dikamar." jawab Key.


"Mau makan bubur?" tanya Sara.


"Boleh" ucap Key lalu berjalan menuju kekamar. Sesampainya dikamar, Key melihat Flint di box tertawa riang melihat kedatangannya. Flint seperti ingin bermain dengan Key. Key menuruti kemauan Flint dengan membawanya ke ranjang dan meletakkan Flint disampingnya. Astaga, aku baru sadar aku sakit. Aku tidak boleh dekat² dengan Flint nanti menular. gumam Key. Segera diletakkannya lagi Flint di box.


Flint menangis keras. Suara tangisan Flint memanggil Sara. Sara segera menuju kekamar dengan membawa semangkuk bubur dan obat. "Ada apa, Key? Kenapa Flint menangis?" tanya Sara.


"Ia ingin bermain denganku. Namun aku sedang sakit, nanti Flint tertular."

__ADS_1


"Oohh.. ini bubur untukmu. Makanlah setelah ini minum obat." ucap Sara sambil menyerahkan mangkuk bubur dan obat lalu menenangkan Flint.


"Flint.. Flint gaboleh nangis ya. Gaboleh ketawa juga. Papa lagi sakit mau tidur." ucap Sara kepada Flint.


Flint hanya tertawa saja mendengar Sara. "Sstt.. Flint.."


Sara menaruh Flint di box . Sara melihat buburnya belum disentuh oleh Key sedangkan Key tertidur. Mungkin tidak enak? gumam Sara.


Tiba tiba Key membuka kelopak matanya dan membuat Sara kaget. "Kamu tidak mau memakannya?" tanya Sara.


"Mau. Tapi aku takut mangkuknya jatuh pecah saat ku ambil."


"Kamu lemes banget ya Key. Aku suapin ya."


Tidak ada percakapan sampai bubur yang dimakan Key habis. "Ini obatnya." ucap Sara sambil memberikan obat yang sudah Ia buka.


"Sara"


"Ya?"


"Aku takut salah mengartikan kepedulianmu."


"Kamu peduli kepadaku karena kamu mencintaiku atau karena aku ayah dari anakmu?"

__ADS_1


"Dua duanya."


__ADS_2