My Fate Love

My Fate Love
Kau?


__ADS_3

Mendengar Key memohon, Sara tergerak hatinya. Ia langsung melepaskan tangan Key dan merebahkan tubuhnya di ranjang. Tubuh Sara sangat nyaman sekali karena yang Ia tahu seluruh tubuhnya sangat remuk dan rasanya Ia tidak ingin bangun dari ranjang itu.


Key melihat Sara tertidur pulas. Key duduk di sofanya yang menghadap ke kaca jendela besar sambil menghabiskan wine nya. Key masih tidak habis pikir mengapa Sara tidak butuh pertanggung-jawaban darinya. Uang sepeser pun juga tidak butuh. Yang Ia tahu, wanita-wanita mendekatinya hanya menginginkan uangnya. Bahkan perkataan Sara masih terngiang-ngiang di kepalanya. "Kita disini hanyalah korban."


Key menghabiskan wine nya sambil sesekali menatap wajah Sara. Dilihatnya wajah wanita cantik dengan kulit putih mulusnya tetapi matanya sembab karena menangis daritadi. Key sangat merasa bersalah. Melampiaskan nafsunya dengan Sara memang membuatnya lebih tenang tetapi Ia menyesal karena Sara bukanlah pelacur.


 ~~~


Cahaya matahari menembus jendela menandakan bahwa pagi telah tiba. Sara terbangun dan melihat Key tidur memeluknya. Sara kaget karena ternyata Ia juga memeluk Key. Sara langsung terbangun duduk dan melihat jam di hp nya sudah pukul 7.18. Sara teringat bahwa kemarin Ia interview di sebuah perusahaan lalu bergegas pulang namun tidak disangka Ia bangun-bangun sudah tidak perawan lagi.


Key terbangun dan mendapati Sara sedang berpikir. "Di mana tempat tinggalmu? Akan kuantar kamu pulang." tanya Key.


Sara akhirnya diantar pulang Key. Tanpa mengucapkan apa-apa, Sara langsung turun dari mobil Key dan masuk ke rumah. Rumahnya sangat sederhana dan hanya 1 lantai. Melihat Sara sudah masuk kedalam rumah, Key melajukan mobilnya. "Aku justru berharap kita bertemu lagi." gumam Key dalam hati.

__ADS_1


 


 


Sara buru-buru berjalan masuk kedalam perusahaan tempat Ia baru bekerja. Ia buru-buru mencari lift nya karena pasti Ia sudah memberikan kesan pertama yang buruk kepada atasan dan rekannya nanti.


"Haduh.. kamu ini pekerja baru tapi datengnya udah telat." kata seorang wanita berusia 40an yang Sara tau dia adalah manajer HRD.


"Iya.. maaf bu.. meja saya dimana ya bu?" tanya Sara.


"Huh gapapa deh nganterin ini ke lantai 60 daripada diomelin.." gumam Sara. Sara pun mengantarkan dokumen nya ke lantai 60 dengan lift. Hati Sara sudah lebih tenang namun kejadian semalam masih membekas di dalam otaknya.


Tingg. Suara yang menandakan lift sudah sampai sekaligus membuyarkan lamunan Sara. Sara terkejut karena didapatinya sebuah tempat yang besar sekali dengan bangunan yang desainnya berkelas dan mewah. 15 meter di hadapannya ada tangga yang menghubungkan ke satu ruangan. Jika dilihat sekilas, mungkin ada 40-50 tangga.

__ADS_1


Setelah melangkah keluar lift, di samping kiri nya ada seorang perempuan cantik dan diatas mejanya ada nama dan jabatannya. Sektetaris Utama. Perempuan cantik itu tersenyum pada Sara. "Ada yang bisa saya bantu, Miss?" tanya sekretaris itu.


"Saya disuruh nganterin ini ke lantai 60. Tempat direktur utama ya?" jawab Sara.


"Iya, Miss. Langsung aja naik keatas ya, Miss." kata sekretaris itu.


"Oh, ok. Aku Sara. karyawan baru di tim keuangan. Jangan panggil aku Miss gitu." jelas Sara.


"Aku Nindy. Tapi disini diwajibkan untuk memanggil wanita dengan sebutan Miss dan pria dengan sebutan Sir. Tuntutan kerja. Hehehe." jawab Nindy.


"Ooohh. Maklum aku baru kerja jadi baru tau. Aku naik dulu ya, Miss. Hehehe." kata Sara.


 

__ADS_1


 


__ADS_2