My Fate Love

My Fate Love
Duar


__ADS_3

"Aku takut, Key aku takut. Dia banyak membantuku di masa lalu tapi bukan berarti aku harus menerimanya kan?"


"Iya, Sara. Tenanglah, Sara. Aku dan Calvin akan mengurus Austin."


"Hapus air matamu, Sara. Hatiku sakit melihatmu menangis. Jangan biarkan Flint melihatmu menangis."


"Calvin, keluarkan Austin sekarang!!! Dia sudah mencium calon istriku!!!" perintah Key.


Masalah Austin sekarang sudah selesai. Akhirnya, Key dan Sara dapat mempersiapkan pernikahannya dengan tenang.


Hingga tiba di hari pernikahan mereka. Key dan Sara sama² tidak menyangka bahwa mereka akan menikah. Setelah apa yang sudah mereka lalui bersama. Akhirnya mereka menuju akhir yang berbahagia.


Kini, untuk kedua kalinya Key memakai jas pernikahan. Ia bertekad untuk menjadikan ini yang terakhir kalinya mengenakan jas pernikahan. "Aku tidak akan pernah melepaskanmu, Sara. Tidak akan." ucap Key dalam hati.

__ADS_1


“Sara Lee, aku mengambil engkau menjadi istriku, untuk saling memiliki dan menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya, pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita.”


“Keystern Young, aku mengambil engkau menjadi suamiku, untuk saling memiliki dan menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya, pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita.”


Key dan Sara telah mengucapkan janji pernikahannya. Sekarang mereka sudah sah menjadi suami dan istri.


Key memasangkan cincin pernikahann di jari manis Sara. Lalu, Sara memasangkan cincin pernikahan di jari manis Key. Key dan Sara berciuman dengan lembut.


Tiba saatnya di pesta pernikahannya. Pesta pernikahan yang mereka adakan sangat mewah. Tamu undangannya ialah sebagian besar para pemegang saham yang Key kenal dekat. Dari keluarga Sara hanya ada paman dan bibinya, dari keluarga Key hanya ada ayahnya karena Key sudah tidak tau dimana keberadaan ibunya.


Duaarrrr!!! Terdengar suara tembakan. Seluruh tamu undangan sangat ketakutan. Tubuh Sara langsung terjatuh. Gaun putihnya berhiaskan darah. Ya, darah milik Sara. Tembakan tersebut tepat mengenai perut Sara.


Key menangkap tubuh Sara yang terjatuh. "Sara.. Sara.. hey Sara..."

__ADS_1


Hanya terdengar "Key.." dari mulut Sara.


Key langsung membawa Sara dengan mobil pribadinya yang dikendarai Calvin. "Calvin kamu tau apa yang harus kamu lakukan."


"Iya Key. Aku sudah menyuruh para penjaga menutup akses pintu keluar masuk. Aku juga sudah menyuruh mereka memberikan video CCTV."


Sesampainya dirumah sakit, Sara langsung dibawa ke ruang ICU. Dokter sedang menangani Sara didalam. Key tidak bisa berhenti memikirkan bagaimana keadaan Sara sekarang, siapa pelakunya, untuk apa Ia melakukan ini.


Key tidak bisa berhenti mondar mandir. Ia takut Sara meninggalkan dia, Ia takut Sara tidak selamat.


Sudah 7 jam operasi berlalu, tidak ada satupun dokter yang keluar. Perasaan Key semakin kacau saja. Mengapa dokter belum keluar juga sampai saat ini?


Dokter yang menangani Sara pun akhirnya keluar. "Dok dok bagaimana keadaan Sara?" tanya Key panik.

__ADS_1


"Pasien sudah melewati masa kritisnya. Ada peluru yang menancap diperut pasien yang sempat menghambat aliran darah namun peluru nya berhasil kami keluarkan. Ini peluru yang berhasil kami keluar kan dari tubuh pasien. Peluru tersebut berukuran 6 cm. Kami akan memindahkan pasien keruang.."


"Ruang VVIP dok. Bawa dia ke ruang VVIP sekarang." potong Key sambil mengambil botol yang berisi peluru.


__ADS_2