
Sara terpaku. Key yang menyadari Sara melihatnya spontan langsung mendorong Nate. Key memang tidak berbicara apa². Sara berjalan lurus melewati mereka menuju ke mejanya.
"Fotocopy an nya ada dimejaku. Ambillah setelah selesai berbicara." kata Sara lalu berjalan menekan tombol lift turun.
Key benar² bingung apa yang harus Ia lakukan. Diotaknya hanya "Aku pasti sudah menyakiti Sara." Ya. Hati Sara sakit melihatnya. Melihat wajah Key yang menyesal. Menyesal tidak pernah memberi kesempatan Nate untuk berbicara. Tapi apa boleh buat. Bukan Nate lah yang menjadi orang ketiga. Tetapi Sara merasa dirinyalah yang menjadi orang ketiga. Setibanya Sara dilantai bawah. Ia tidak punya tujuan.
Namun teringat 1 tempat yang melintas dibenak Sara. Tempat itu ialah rumah yang menjadi tempat tinggal Sara saat orangtua nya masih hidup. Sejak orangtuanya meninggal, Sara tidak mampu memasuki rumah itu. Berjuta kenangan ada didalamnya. Namun, saat ini Ia memutuskan untuk kerumah lamanya itu.
Disamping itu, Key menjelaskan kepada Nate bahwa tetap saja Key tidak bisa balik bersamanya. "Nate, sekarang aku sudah punya Sara. Mungkin aku bisa balik ke kamu kalau aku belum punya Sara. Maafkan aku, hatiku hanya untuk Sara. Terima kasih atas pengakuanmu, Nate. Semoga kamu lebih bahagia lagi." ucap Key lalu menekan tombol lift turun dan meninggalkan Nate.
__ADS_1
Key menelepon Sara tapi Sara tidak mengangkatnya. Nada nya tersambung. Key tau Sara sedang menghindarinya. Ia melajukan mobilnya sambil menelepon Sara. Tetap saja seperti itu, Sara tidak mengangkatnya. Key mendatangi rumah Sara , tapi Sara tidak didalam. Key mengelilingi halte bus, tidak terlihat Sara. Kemana aku harus mencarimu, Sar?
Tidak henti hentinya Key menelepon Sara. Akhirnya Sara mengangkatnya. Sara sudah tiba dirumah lamanya, mengelilingi isi rumahnya. Melihat foto foto yang dipajang. Dan mengambil salah satu foto yang bergambar Sara dengan kedua orang tuanya sedang bersenyum lebar.
Hati Sara kembali sakit. Ia menangis melihat foto itu. Padahal sudah 6 tahun lamanya, hatinya masih teramat sakit saat kedua orang yang disayanginya itu meninggalkannya. Ditambah lagi Key. Orang yang baru masuk kedalam kehidupannya, perlahan merubah dunianya kini harus berhadapan dengan orang yang dulu Ia cintai.
"Key. Kembalilah bersama Nate. Hati kecilmu masih menginginkannya." ucap Sara sambil menahan tangis.
"Hey Sara. Kamu menangis?. Kenapa kamu ngomong gitu? Aku gaakan kembali bersama Nate, Sara. Aku hanya mencintaimu. Seluruh hatiku menginginkanmu Sara. Sadarkah kamu? Semalam kamu berjanji tidak akan meninggalkanmu. Tapi sekarang, kamu bahkan melepasku begitu saja. Belum genap sehari kita bersama Sara."
__ADS_1
"Maafkan aku. Aku tidak bermaksud mengingkari janji itu. Tapi bagaimana dengan Nate? Ini tidak adil buatnya."
"Bagaimana denganmu? Jika aku bersama Nate, apa itu adil untukmu?"
"Tentu saja. Aku ini hanya pengganggu di hubungan kalian."
"Sara, please. Kita harus bertemu. Aku tidak ingin kita seperti ini. Dimana kamu?"
"Key. Bahkan aku mampu bertahan hidup setelah kedua orang yang sayang pergi meninggalkanku. Percayalah, saat kamu meninggalkanku, itu tidak ada apa²nya untukku." kata Sara dan mematikan telepon. Dan itu merupakan kalimat termenyakitkan yang pernah Sara ucap. Sara berbohong. Tidak mungkin Ia baik² saja disaat orang yang dicintainya pergi meninggalkan dirinya.
__ADS_1