
Halo semuanya. Semoga kalian semua dalam keadaan baik-baik saja. Sudah lama tidak menyapa kalian semua. Di kesempatan kali ini author datang membawa novel baru yang berjudul “Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia”
Sinopsis novelnya tertera ya 😉
Author juga kasih potongan bab yang udah ada🤗🤗
Yuk cuss mampir ke novelnya dengan klik profil author atau bisa juga cari nama novelnya
Sampai ketemu di sana yaa 🤗🤗🤗❤️❤️🧡
Potongan bab
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Lindsey mulai menghitung di dalam hati. Pandangannya masih fokus menatap wajah Jarvis. Begitu juga dengan Jarvis.
__ADS_1
1... Jarvis menatapku.
2...
3... Haruskah aku menyerah?
4... Tapi Jarvis masih menatapku.
5... Jarvis tertarik padaku.
“Lindsey.” ucap Jarvis.
“Ya?” refleks Lindsey ketika namanya dipanggil.
Lindsey langsung menyadari bahwa terdapat tanda pengenal namanya yang menggantung di dada sebelah kirinya. Pengenal nama tersebut adalah palsu yang dibuatkan oleh Piter. Argh, kenapa Piter memakai nama asli, sih?!
“Mau minum denganku?” tanya Jarvis.
Lindsey masih diam terpaku setelah mendengar ajakan minum bersama dari seorang laki-laki yang baru beberapa menit bertemu dengannya. Tapi bukankah ini yang Lindsey inginkan?
“Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan, kan?” Pertanyaan Kapten tiba-tiba terlintas di pikirannya. Sejujurnya, saat ini Lindsey tidak tahu harus melakukan apa.
Ayolah, Lindsey. Kamu adalah aktris kebanggaan gengmu. batin Lindsey.
Lindsey bangkit berdiri. “M-maaf, tuan..” ucap Lindsey. Payah. Apa yang kamu katakan, Lindsey? Kenapa kamu minta maaf? batin Lindsey sendiri pun protes.
“Berapa bayaran per satu shift-mu? Akan aku membayar 5 kali lipat.” ucap Jarvis.
5 kali lipat? Haruskah aku duduk di sampingnya? batin Lindsey. Jiwa materialistisnya pun loncat kegirangan.
Tetap saja, meskipun begitu, Lindsey tidak berkutik sama sekali. Malah Jarvis yang bangkit berdiri, menghampiri Lindsey. Semakin dekat.. hingga tak menyisakan jarak sejengkal pun. Jarvis meneguk minuman yang berada di gelasnya. Tangannya kemudian meraih dagu Lindsey, mengangkat kepala Lindsey, dan kedua mata mereka saling bertemu. Bertatapan dengan tatapan yang dalam. Wajah Lindsey mengganggu ketenangan iman Jarvis. Padahal tidak ada yang dilakukan Lindsey dengan wajahnya. Mata Lindsey begitu indah, dan Jarvis menyukainya. Jarvis pun akhirnya goyah, seakan mata Lindsey telah menghipnotis dirinya.
Clap! Jarvis mendaratkan bibirnya ke bibir Lindsey. Lindsey dapat merasakan rasa pahit rokok bercampur manisnya minuman Jarvis dari bibir Jarvis. Sedangkan Jarvis hanya merasakan manis yang membuatnya ketagihan dari bibir tipis milik Lindsey. Perlahan ritme ciuman itu semakin cepat. Lindsey bisa merasakan nafsu yang berapi-api dari mafia kaya itu.
__ADS_1
Jarvis menghentikan aktivitasnya sejenak, ingin memberi jeda waktu untuk mereka bernapas. Ketika dia ingin kembali mendaratkan bibirnya, Lindsey memalingkan wajahnya. Lindsey tidak tahu kalau dia baru saja melakukan hal yang paling dibenci oleh Jarvis. Jarvis menatapnya heran dengan rasa kesal yang berkecamuk di dadanya. Namun semakin lama menatap Lindsey, bola matanya seakan memberi kode. Alhasil, rasa kesal Jarvis langsung musnah begitu saja setelah menangkap kode tersebut. Dia menarik tangan Lindsey dan membawanya pergi jauh dari tempat berisik itu.
Jarvis membawa Lindsey ke sebuah hotel berbintang lima. Setelah Jarvis menempelkan kartu untuk membuka pintu kamar hotel, mereka berdua memasuki kamar hotel. Pintu pun kembali menutup dan terkunci otomatis. Jarvis kelihatan seperti serigala yang tidak sabar melahap mangsa yang berada di hadapannya. Jarvis dan Lindsey kembali melanjutkan percintaannya yang sempat terputus tadi.
Jarvis sudah tidak bisa menahannya lagi. Dia mulai memposisikan tubuhnya di atas tubuh Lindsey yang terbaring di atas ranjang. Pelan-pelan, dengan penuh kehati-hatian, kedua tubuh mereka sudah terhubung dengan sekali hentakan.
Benar, aku sudah dewasa. Setidaknya aku harus merasakannya satu kali di dalam hidupku.
Nampaknya Lindsey telah melakukan tanpa penyesalan. Dia memang tidak pernah menyesal atas perbuatan yang dia lakukan di dalam hidupnya. Bagaimanapun juga, Lindsey sudah beranjak dewasa.
Lindsey merasakan kenikmatan yang tiada tara. Napas keduanya mulai berat. Suara halus yang keluar dari mulut Lindsey sesekali membuat Jarvis merinding di sekujur tubuhnya dan menambah semangat Jarvis.
Suara keduanya sudah bercampur menjadi satu, mengisi kekosongan malam yang indah itu. Lupakan soal siapa Jarvis, saat ini Lindsey benar-benar menikmati aktivitasnya bersama Jarvis. Gerakan Jarvis semakin cepat dan sangat cepat hingga akhirnya dia menghentakkan tubuhnya kuat-kuat, kemudian menarik tubuhnya dan turun dari ranjang.
Jarvis mengerang. Cairan berlendir itu keluar dan berjatuhan ke lantai. Setidaknya hanya hal itu yang bisa dia lakukan jika tidak ingin terikat atau bertanggungjawab atas perbuatannya.
Dia kembali ke ranjang dan memeluk tubuh Lindsey dengan sangat erat. Jarvis mengakhiri percintaannya itu dengan memberi sebuah ciuman di bibir wanita itu dengan lembut namun terasa.
Mereka terbaring lemas di atas ranjang setelah menghabiskan malam itu dengan aktivitas panas usai belasan gaya telah dicoba. Baik Lindsey dan Jarvis tidak akan ada yang bisa melupakan malam yang panas dan penuh gairah itu.
Keduanya pun tertidur dengan posisi saling memeluk satu sama lain. Seakan apa yang sudah mereka lakukan bersama masih belum cukup. Lindsey tertidur dengan pulasnya tanpa rasa bersalah karena sudah membuat gengnya mencari Lindsey yang tiba-tiba menghilang dari klub! Ya, sampai detik ini gengnya masih berpencar mencari Lindsey di tengah keramaian klub.
...----------------...
Lindsey terbangun ketika mendengar suara pintu yang baru saja tertutup. Suaranya cukup untuk mengejutkan Lindsey di pagi hari. Padahal Jarvis sudah berhati-hati ketika menutup pintu, namun tetep saja Lindsey terbangun. Memang sudah saatnya Lindsey bangun, melihat betapa cerahnya langit.
Jarvis pergi terlebih dahulu, meninggalkan sebuah cek di atas meja. Lindsey tersenyum kecil ketika melihat cek tersebut. Selain itu, Jarvis juga meninggalkan jas yang dikenakannya kemarin. Karena Jarvis tidak sengaja telah membuat kancing di kemeja Lindsey lepas dan jatuh menggelinding di lantai. Mafia yang satu ini memang berbeda. batin Lindsey dengan senyum kecilnya.
Bersambung....
Kelanjutannya ada di novel “Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia”. Novel baru author, baru dirilis sebulanan yang lalu. Cus mampirr 🤗 Terima Kasih
__ADS_1
author tunggu kedatangan kamu di novel “Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia” ya. Sampai bertemu disana! 🤗🤗🤗🤗❤️❤️❤️