
Sara terbangun karena perut yang lapar. Dilihatnya lah jam yang melingkar ditangan Key menunjukkan pukul 11.52. Menandakan 8 menit lagi makan siang dan sekaligus menandakan Ia dan Key sudah tertidur sekitar 3 jam lamanya.
"Key.." Sara membangunkan Key pelan. Key membuka matanya perlahan. "Sebentar lagi makan siang." sambung Sara.
"Aku sudah kenyang memakanmu tadi." jawab Key.
Sara langsung mencubit perut Key. "Key" panggil Sara.
"Ya?"
"Bajuku."
Key lupa mengambil baju yang dibawakan Calvin tadi. Saat Key membuka pintu, tergeletak lah paperbag yang berisi baju tersebut dilantai. Key mengambilnya dan memberikan ke Sara. Mereka saling bertatap tatapan. Tatapan Sara mengisyaratkan Key tutup mata atau pergi kemana gitu agar Ia tidak melihat Sara ganti baju.
"Ada apa? Aku sudah sering melihat tubuhmu." ucap Key.
Muka Sara merah karena malu. Diambilnya lah baju didalam paperbagnya itu. Dan dipakainya oleh Sara, sedangkan Key duduk dikursi nya sambil mencuri curi pandang.
Key dan Sara bergegas menuju Kantin. Mereka berdua melihat sudah ramai yang makan disana. Sesungguhnya Key tidak suka tempat yang ramai karena berisik. Key hanya suka makan ditempat yang tenang, tidak ada suara. "Bagaimana kita makan diluar?" ajak Key seraya menarik tangan Sara.
Sara mengikuti Key dan bertanya "Kenapa kita makan diluar?"
__ADS_1
"Di kantin berisik." jawab Key
Mereka berjalan dengan tangan Sara yang digenggam Key. Tiba tiba langkah Key berhenti.
Dihadapan Key ada wanita cantik yang sedang berdiri. Mereka saling bertatap tatapan. Wanita itu tidak lain ialah Nate, kekasih Key dulu. Key melepaskan tangan Sara. Nate menghampiri Key dan mengajak Key makan siang bersama. Dengan segala kesedihannya, Sara bilang "Baiklah aku makan dikantin. Sampai jumpa, Mr. Key."
Melihat Sara seperti itu hati Key seperti ditusuk tusuk. Kenapa? Kenapa aku sakit melihat Sara seperti itu? Apa Sara merasakan sakit yang sama? gumam Key.
"Hanya makan siang, Nate. Aku tidak punya banyak waktu." tegas Key.
"Oh sungguh kamu sudah berubah Key." eluh Nate.
Key dan Nate memutuskan makan siang di restoran yang tidak jauh dari perusahaan. "Apa tujuanmu makan siang bersamaku?" tanya Key.
"Siapa wanita tadi?" balas Nate.
"Sekretarisku diperusahaan." jawab Key.
"Di luar perusahaan?" tanya Nate.
Alis Key mengkerut menandakan tidak mengerti.
__ADS_1
"Di luar perusahaan dia siapamu?" jelas Nate.
"Aku menganggapnya seperti apa sama sekali bukan urusanmu." jawab Key.
"Jelas itu urusanku. Dia akan menjadi sainganku." jawab Nate.
"Tidak. Dia bukan sainganmu." balas Key.
"Karena kamu dan dia berbeda."
"Aku menginginkannya tapi aku tidak menginginkanmu." sambung Key.
"Key! Bisa bisanya kamu menyakitiku? Tidakkah kamu tau hatiku sakit mendengar itu?" bentak Nate.
"Seharusnya kamu juga tau bahwa kekasihmu bercumbu dengan orang lain juga menyakitkan." jawab Key sambil meninggalkan Nate.
"Key.. Key. Tapi Key.. dengerin aku dulu Key.." teriak Nate berlari mengejar Key.
"Sudah cukup Nate. Kita sudah selesai. Aku sudah memaafkanmu dari lama. Walaupun begitu, aku dan kamu tidak bisa bersama lagi. Jangan mengejarku." jawab Key sambil masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan Nate.
Tidak Key. Siapa bilang kita tidak bisa bersama lagi? Aku akan mengejarmu lagi sampai aku mendapatkanmu. jawab Nate dalam hati.
__ADS_1