
Key akhirnya keluar dari ruangannya. Berjalan melewati kamarnya, turun ke bawah. Ia membuka kulkas. Mengambil beberapa botol amer (anggur merah) dan bir. Dipeluknya semua botol itu dan menuju kembali ke ruangannya. Tidak peduli, aku harus bisa menghabiskan ini semua. gumam Key.
Key menghabiskan malamnya dengan meneguk habis semua isi di botol minuman. Pikirannya sedang kacau, hatinya sangat perih, dirinya sangat remuk. Ia ingin melepaskan semuanya itu sejenak dengan menengguk alkohol.
Sampai di pagi hari, ART mengetuk pintu kamar Sara. "Ada apa bi?"
"Nyonya, tuan belum makan dari kemarin siang."
Mata Sara melotot. "Bi jagain Flint bentar ya." Sara langsung bergegas ke ruang kerja Key. Sara mengetuk berkali² namun Key tidak menjawab, Sara mencoba membukanya namun dikunci.
Sara kembali kekamarnya, mengambil handphone Key segera dinyalakan handphone nya. Handphone Key ternyata dikunci. Bagaimana ini?
Sara mencoba memasukkan tanggal lahir Key namun tidak bisa. Sara memasukkan tanggal jadian mereka namun tidak bisa. Sara memasukkan tanggal pernikahan Key, juga tidak bisa. Jempol Sara tergerak untuk memasukkan tanggal lahir Sara dan ternyata terbuka. Terpampang jelas foto Sara sedang tersenyum di wallpaper Key. Sara diam sejenak dan reflek menutup mulutnya.
Namun Sara tersadar apa yang harus Ia perbuat. Sara mencari nama Calvin dikontak Key. Sara menelepon Calvin. "Ya ada apa Key?"
__ADS_1
"Calvin. Key sejak kemarin tidak keluar dari ruang kerjanya. Pintunya terkunci, aku takut terjadi sesuatu dengannya."
"Baiklah aku akan segera kesana."
Sara hanya bisa mondar mandir berjalan didepan ruang kerja Key sambil menunggu Calvin. Sara tidak bisa tenang. Sekalinya Ia duduk, kakinya goyang² lalu kembali berdiri.
Calvin datang. "Key masih didalam?" tanya Sara. Sara mengangguk lalu Calvin mendobrak pintunya. Sekali dua kali tidak terbuka. Tiga kali, pintu terbuka.
Terlihat jelas Key sedang tergeletak di lantai dengan 1 botol bir di tangannya. Botol bir Key yang lain berada sejajar diatas meja. Ruangan Key penuh aroma bir yang menyengat. Sara tidak pernah melihat Key seperti ini.
Calvin meletakkan tubuh Key diatas ranjang. Sara menutupnya dengan selimut. "Badan Key panas, Ia demam." ucap Sara.
"Itu hanya pengaruh alkohol. Siapkan sup hangat dan berikan saat Ia sudah bangun. Aku pergi dulu." ucap Calvin.
Sara sedari tadi menunggu Key bangun.
__ADS_1
Mata Sara tidak ada henti²nya menatap Key dan sesekali menatap Flint. Bagaimana bisa kamu seperti ini Key? Apakah saat kita berpisah, kamu juga seperti ini? Apa jangan² saat kita bertemu di supermarket, itu karena kamu ingin membeli alkohol? gumam Sara.
Mata Key terbuka. Key memengangi kepalanya yang sakit itu. "Kenapa Key? Kepalamu sakit? Tiduran dulu sebentar aku akan mengambilkan sup untukmu."
Sara bergegas ingin mengambil sup yang dibuatnya tadi untuk Key namun Key menarik tangannya. "Aku tidak apa²." ucap Key.
"Bagaimana mungkin? Tunggulah sebentar." Sara langsung bergegas mengambilkan sup untuk Key dan membawanya kekamar. Key menyantap lahap sup buatan Sara itu. Jelas, karena Sara menyuapinya.
"Sudah enakkan? Apa masih sakit?" tanya Sara.
"Tidak. Jauh lebih baik dari yang tadi." jawab Key.
"Sara" panggil Key.
"Ya?"
__ADS_1
"Apa kamu sedang mengkhawatirkanku?"