MY HANDSOME GIRL

MY HANDSOME GIRL
BAB 2 *POV ZASKIA ASSADIL ALAM


__ADS_3

Beberapa hari sebelumnya…


Ini adalah hari pertamaku masuk sekolah. Yeah, aku baru saja pindah karena Papa yang mendadak dipindahkan tugasnya ke luar kota. Dan mau nggak mau, suka nggak suka aku harus ikut Papa. Karena hanya Papa yang kumiliki di dunia ini satu-satunya.


"Hari pertama sekolah jangan menyusahkan orang lain. Apa lagi kamu anak perempuan," ucap Papa tiba-tiba ketika aku sudah masuk kedalam mobil. Ia berbicara dengan sedikit menekankan kata 'perempuan' itu.


Aku tahu makna dari ucapan Papa. Itu adalah sindiranku yang ke berapa ribu kali Papa ucapkan dari semenjak aku kecil. Sebenarnya ada satu hal yang selama ini selalu membuatku sedih, aku adalah anak yang tidak diinginkan. Papa pernah bercerita padaku bahwa ketika Mama mengandung, ia sangat menginginkan anak lelaki. Namun, Tuhan berkehendak lain. Akulah yang terlahir di dunia ini. Papa bilang, anak perempuan itu cengeng dan suka menyusahkan orang lain. Dan ia juga mengatakan bahwa akulah penyebab Mama meninggal karena telah melahirkanku. Dia bercerita ketika amarahnya di atas puncaknya. Kau pasti tahu kan bagaimana perasaanku saat itu.

__ADS_1


Dan semenjak itu aku memutuskan untuk berpenampilan seperti layaknya laki-laki. Semua itu aku lakukan agar Papa mau mengakuiku sebagai anaknya. Dan berpikir bahwa tidak semua anak perempuan itu cengeng dan menyusahkan. Tapi, semua itu sia-sia. Papa tetap saja memperlakukanku sama dari dulu. Tidak ada yang berubah. Aku ingin diakui sebagai anak perempuannya. Meskipun begitu, aku tahu jauh di lubuk hati kecil Papa yang sebenarnya bahwa ia sangat menyayangiku. Jika tidak, kenapa sampai sekarang ia masih mau merawatku. Jika dia tidak sayang padaku, bisa saja dia membuangku di jalanan sedari dulu. Tapi, itu semua tidak ia lakukan. Dan aku percaya suatu saat nanti Papa akan menerimaku sebagai anak perempuannya.


***


Sesuai dugaanku. Semua siswa di sekolah baruku mulai menghampiri. Yeah, siapa yang mampu menghindariku. Alam Sang Pangeran. Itu adalah julukan di sekolah lamaku, dan entah mengapa terulang kembali di sekolah baruku. Mungkin ini terdengar sedikit aneh dan tidak masuk akal, bahwa aku mempunyai wajah yang begitu tampan. Sedangkan sejatinya diriku adalah seorang perempuan. Namun, wajah dan perawakanku seperti lelaki kebanyakan. Dan semua itu terlihat sempurna dengan paduan rambut shaggy sebahu.


Jika kau disukai banyak orang. Pastinya juga akan ada orang yang tidak suka padamu. Dan hal itu terjadi padaku.

__ADS_1


Ada tiga orang cowok yang sepertinya mereka sangat membenciku. Terutama cowok yang tinggi tubuhnya hampir sama denganku. Dan aku dengar-dengar namanya Bisma. Ia terlihat yang paling benci padaku di antara dua orang temannya itu. Terlihat dari matanya yang selalu memandangiku dengan tatapan sinis. Entahlah aku tak tahu, dia punya dendam apa terhadapku.


Dan hari ini, ketika istirahat ia menabrakku yang tengah bercanda gurau bersama teman-teman baruku, dan kupasti kan bahwa itu merupakan unsur kesengajaan. Ingin sekali aku memberinya pelajaran. Tapi, Aku tidak ingin membuat keributan, lalu berurusan dengan guru BP dan memanggil orang tua. Bisa-bisa Papa semakin membenciku. Dan opininya tentang anak perempuan itu menyusahkan benar. Untunglah Yayu, salah satu teman baruku itu mengajak pergi ke kantin.


Ternyata tak cukup sampai di situ saja, ketika hendak pergi ke kelas. Tiba-tiba saja aku ditarik oleh tiga cowok yang seharian ini menatapku dengan tatapan sinis. Mereka menyeretku ke gudang sekolah. Dan benar dugaanku. Mereka mau berbuat mesum padaku. Spontan saja aku langsung menghajar mereka bertiga. Dan dalam hitungan detik mereka berhasil aku lumpuhkan.


Aku menepuk-nepuk tanganku, "Akhirnya selesai juga urusan sama tiga cecunguk itu. Kenapa sih mereka terus menggangguku? Aku punya salah apa pada mereka? Dasar cowok-cowok nggak jelas," gerutuku di sepanjang jalan menuju kelas.

__ADS_1


__ADS_2