My Highschool Sweetheart

My Highschool Sweetheart
DONOR


__ADS_3

Brakkk!!!


Azka membanting sebuah kursi kayu di hadapan Lucia sambil tersenyum sinis. Ia berjalan mengelilingi Lucia yang kini terikat di sebuah kursi kayu, dalam keadaan tidak sadar.


* Flashback on


Ketika orang tua Mia telah dilumpuhkan, Lucia tersenyum dan mulai fokus dengan Mia. Ia mengambil racun yang ia sembunyikan di dalam sakunya. Ia mengambil jarum suntik dan menusukkannya ke dalam botol dan menarik bagian belakangnya. Ia sedikit menyentil tabung jarum suntik itu dan tersenyum sinis. Ia sangat bangga pada dirinya sendiri karena bisa sejauh ini. Ia pasti akan membalaskam dendam Mommynya.


"Kalian lihatlah cara kerjaku. Cepat dan tepat. Kalian mengerti?" Lucia sudah siap untuk menyuntikkan racun itu ke dalam tubuh Mia. Ia menoleh ke belakang karena tak mendapat jawaban dari pertanyaannya.


Ketika ia menoleh, seseorang tengah tersenyum padanya dan seketika pandangannya gelap.


* Flashback off


"Siram dia!" perintah Azka pada anak buahnya. Seseorang mengambil sebuah ember kecil berisi air dan menyiramkannya pada Lucia. Lucia yang terkena siraman tiba tiba terbangun dan kaget.


"Azka!" teriaknya ketika melihat siapa yang ada di depannya.

__ADS_1


"Akhirnya kamu muncul juga, sudah kuduga," ucap Azka.


"Apa maksudmu? Apa selama ini kamu mengikutiku?"


"Mengikutimu? kamu pikir aku kurang kerjaan harus mengikuti wanita licik sepertimu? jangan harap!"


"L-lalu, bagaimana kamu bisa tahu apa yang akan kulakukan?"


"Itu rahasiaku, untuk apa aku membaginya padamu," jawab Azka ketus.


Lucia sangat kesal melihat Azka yang kini berada di hadapannya dan tertawa melihat keadaannya, "Lihat saja, aku akan memastikan keluargamu hancur!"


Deghhh ....


"Apa yang telah kamu lakukan pada keluargaku? Jangan sekali kali kamu berani menyentuh mereka!" ancam Lucia, sambil memberontak berusaha untuk melepaskan diri. Namun, bahunya di tahan oleh salah satu anak buah Black Alpha.


"Kamu tidak ingin aku menyentuh keluargamu, tapi kenapa kamu menggangguku?" tanya Azka sambil menatap tajam ke arah Lucia.

__ADS_1


Lucia tak bisa menjawab pertanyaan Azka. Ia memalingkan wajahnya, tak ingin menatap Azka. Tiba tiba Azka mencengkeram kedua pipi Lucia dengan sebelah tangannya, "Kamu sudah berani macam macam dengan keluargaku, maka aku akan melakukan sesuatu padamu."


"Apa? apa yang sudah kulakukan?! Jangan sembarangan jika kamu tidak punya bukti apa apa. Kamu juga membawaku ke sini karena kamu tidak punya bukti," teriak Lucia di depan wajah Azka.


"Bukti ya? tenang saja, aku punya semua itu. Aku membawamu ke sini hanya untuk memastikan dirimu tidak melarikan diri. Jika kamu berani, maka jangan salahkan aku jika berbuat sesuatu pada keluargamu."


"Lepaskan aku!!! Az!! Sialannn kalian semua!! Cepat lepaskan aku!!" teriak Lucia ketika Azka sudah peegi meninggalkan ruangan itu.


Azka meminta salah satu anak buah Black Alpha untuk melaporkan kejadian itu, serta memberikan bukti bukti yang mereka miliki ke pada pihak kepolisian. Azka akan menyerahkannya pada pihak kepolisian karena bukti bukti sangat jelas, apalagi Lucia menggunakan profesi tertentu untuk menjalankan aksinya.


**


Meskipun ini bukan weekend, tapi Azka sengaja datang ke Munich. Setelah meminta anak buahnya untuk selalu mengawasi Mia, ia tahu bahwa ada seseorang yang selalu mengikuti gerak gerik Mia.


Azka memasuki ruang rawat Mia dan duduk di samping brankar. Kedua orang tua Mia telah dipindahkan ke ruang sebelah karena obat bius yang diberikan oleh anak buah Lucia cukup banyak dan agak keras, membuat keduanya beluk tersadar hingga saat ini.


"Aku akan membawamu ke New York. Kita akan melakukan donor paru di sana.

__ADS_1


Bangunlah, sadarlah. Bukankah kamu ingin menjadi seorang dokter hebat. Ayo bangun, aku akan membantumu meraih itu. Maafkan aku karena membawamu ke dalam masalah keluargaku. Mereka mengincarmu untuk menyakitiku. Tapi tenanglah, aku akan melindungimu."


__ADS_2